Tubuh montok tante - Video Terbaru Hari ini

Tubuh montok tante - Video Terbaru Hari ini

Dengan temen sendiri di mobil seru sekali mainnya. Asoy Abis

389.112 views

Punya istri orang jepang asyik main tiap hari

381.090 views

Mahasiswi kedokteran, muka nerd tp seksi banget

306.982 views

Yang lagi viral, main di kost sendiri

316.331 views

Jilban pinter sepong di mobil pacar

322.572 views

Hentai terbaru, eksekusi temen sekolah baru kenal

309.678 views

Pijat plus-plus, dateng masa ga pake celana dalam

315.098 views

Ngintip kakak sendiri maen sama pacar ampe becek

364.226 views

Seru maen HP, Ga sadar di eksekusi temen sendiri

390.082 views

Dirayu pas pijat, terapis jilbab sepong dan crot di dalem

377.203 views

Mainkan Dan Menangkan Semua Taruhan Togel bersama GOTOGEL

LOGIN

DAFTAR

Sebut saja Tanteku ini bernama Mely nama samaranBibi mempunyai Buah dada yang tidak terlalu besar, walaupun tidak terlau besar payudara Bibi tergolong montok, aku melihat payudaranya agak samar-samar di balik dasternya yang tipis itu, naik turun dengan teratur. Aku melakukannya, entah darimana Aku tubuh montok tante mendapatkan keberanian sebesar itu. Masa masih kurang? Tubuh montok tante mulai dari mulutnya turun ke leher dan terus kedua buah dadanya yang tidak terlalu besar tapi padat itu. Ia duduk mengangkang di atas meja dari batu itu dan tangan kanannya memegang kepalaku. Tapi masuknya sulit banget.


Aku: Belum Tan, Nunu takut. Tetapi ia pun sangat menikmatinya. Pusakaku ini memang kuakui besar untuk remaja seusiaku, panjangnya kira-kira 20 cm dengan diameter 6 cm. Hingga porno patung suatu saat aku sedang berada di ruang tubuh montok tante, jam menunjukan tubuh montok tante makan siang dan aku lihat sudah bnayak teman kerjaku yang sudah meninggalkan kantor. Dipilin-pilinnya puting miliknya dengan penuh tubuy.


Cerita Hot Terlengkap Home » Pemerkosaan » Tubuh montok Tante Deborah - 5. Setelah Anto puas dan merasa vagina Deborah sudah bersih dari lendir pelumasnya, ia langsung bangkit dan mendekatkan penisnya pada pada vagina Deborah. Dibimbingnya penis yang menegang penuh itu agar sedikit melesak masuk dibelahan vagina Tante itu. Deborah semakin tak sabar untuk segera menerima kocokan penis Anto di dalam vaginanya yang terasa semakin berdenyut tak karuan itu.

Ia mendorong-dorongkan pinggulnya kebelakang, berharap agar penis Anto segera menyeruak ke dalam vaginanya. Anto yang juga sudah tak sabar untuk memasukkan penisnya lagi ke dalam vagina Deborah langsung mendorongkan pinggulnya ke depan, dan.. Nikmat banget Sayang!

Aku suka! Anto kembali mengayunkan pinggulnya perlahan. Benar-benar pemandangan yang menggiurkan. Mereka bermain dalam tempo yang lambat. Deborah pun tak henti-hentinya meracau dan terkadang mulutnya yang seksi itu mengeluarkan sumpah serapah dan kata-kata kotor lainnya.

Hamili aku gigoloku! Gila penismu nikmat banget Sayang! Ssshhtt" teriak Anto sambil sesekali menampari bokong Tante itu dengan gemasnya. Plak, plak.. Aku pelacurmu! Keluarkan spermamu dalam vaginaku Sayang! Lama-kelamaan ayunan pinggul mereka semakin cepat, seakan-akan ada sesuatu yang dikejar. Teriakan dan desis keduanya berubah menjadi lenguhan. Keringat mereka bercucuran disana sini. Terkadang Anto pun menjilati punggung Deborah yang dibanjiri keringat itu. Pegangan Anto pun berpindah dari pinggul Deborah ke pundak Deborah.

Tangan kanannya memegang erat pundak Tante itu, sementara tangan kirinya menjambak rambut ikal Deborah. Ia terlihat memperlakukan Tante itu dengan liarnya. Pinggulnya mengayun dengan cepat.

Suara liar mereka berpadu dengan decak becek yang timbul dari kocokan penis Anto pada vagina Deborah. Bola mata Deborah nyaris berputar kebelakang saking nikmatnya. Rasanya belum pernah ia diperlakukan sebegini liarnya oleh siapapun. Ia pun benar-benar dilupakan akan statusnya sebagai ibu dari anak-anaknya dan istri dari suaminya. Ia bahkan mempersetankan suaminya. Ia ingin terus diperlakukan seperti ini oleh pemuda yang baru saja dikenalnya ini.

Ia tak ingin kembali ke pelukan suaminya yang lebih sering membuat vaginanya terasa geli daripada nikmat. Deborah benar-benar semakin mempersetankan segalanya. Tiba-tiba ia merasakan vaginanya berdenyut tak karuan, selangkangannya pun bergetar gila-gilaan. Ia sadar bahwa dirinya akan merasakan orgasme atau bahkan multi orgasme. Sesuatu yang teramat jarang dirasakannya bila sedang bersama suaminya. Sebenarnya ia tak ingin mendapatkan orgasmenya cepat-cepat, tetapi hati kecilnya menginginkan sesuatu yang teramat jarang didapatkannya itu.

Teriakannya pun semakin liar. Goyangan pinggulnya semakin tak karuan. Dan ia pun menyadari bahwa ayunan pinggul Anto semakin menggila dan lebih cepat dari sebelumnya. Membuatnya tak sempat untuk meminta pemuda itu agar memperlambat ayunannya, bahkan untuk menarik nafas pun terasa sulit. Tee aku mau keluar nih! Terus Sayang! Keluarkan didalam saja!

Hamili aku! Beri aku anakmu Sayang! Deborah pun pasrah menerima kocokan demi kocokan penis pemuda itu dalam vaginanya. Begitupun halnya dengan Anto yang juga sudah mendekati puncaknya, ia mempercepat ayunan pinggulnya mendorong keluar masuk penisnya dalam vagina Deborah, sampai tiba-tiba..

Pinggulnya menegang, seakan-akan memompa sesuatu yang akan meledak dari dalam selangkangannya. Ia bahkan sempat melihat Deborah menghempaskan rambutnya kesamping. Pemandangan itu benar-benar seksi. Meledaklah larva panas dari dalam saluran sperma Anto. Memuntahkan bermili-mili liter air mani yang panas ke dalam vagina Deborah. Deborah yang merasakan semburan lahar panas dalam vaginanya semakin tak dapat menahan orgasmenya. Selangkangannya yang sejak tadi bergetar hebat dan vaginanya yang berdenyut gila-gilaan mencapai suatu titik yang membuatnya tak dapat menahan suaranya sendiri.

Ia pun mungkin tak sadar bahwa teriakannya memenuhi ruangan gudang itu. Ia terus menekan dan menempelkan erat-erat penisnya agar semakin melesak masuk ke dalam vagina Deborah. Keduanya merasakan denyut yang gila-gilaan pada raga bagian bawah mereka. Mereka benar-benar menikmati sensasi yang baru saja mereka rasakan. Begitu pun vagina Deborah, terus bergetar dan berdenyut tak karuan. Mereka bertahan dalam posisi doggie style seperti itu sambil terus menikmati sisa-sisa orgasme yang seakan-akan tak akan hilang dari raga bagian bawah mereka.

Aku bingung, ini mau kemana sich?? Tiba-tiba ada yang menepuk punggungku,. Aku cuma menggelengkan kepala. Ternyata dia yang menjemputku. Singkat kata aku pun berada dirumahnya. Habis makan siang, dia mengajakku mengobrol diruang tamu. Aku tanya sama dia, kok sepi sich?? Dia bilang, memang begini keadaanya tiap hari. Oom boy masih berlayar, sepupuku yang cewek satu-satunya lagi Kuliah katanya.

Sambil berdiri aku berkata mau istirahat dulu. Sesampainya dikamar, perasaanku jadi nggak karuan, soalnya masih ingat dada putih tante Linda tadi. Aku langsung mengunci pintu kamar, lalu beronani ria sambil membayangkan wajah tante Linda yang agak mirip-mirip dengan Krisdayanti itu. Aku harus nyari cara nih supaya bisa merasakan dada putihnya tadi.

Sambil pikir-pikir, aku ketiduran. Aku terkejut dan bangun karena tiba-tiba saja aku merasa dingin. Wah ternyata sudah gelap, mana hujan lagi. Kututup jendela kamarku itu, lalu aku beranjak keluar. Hening dan sepi rumah ini. Aku ke dapur, hanya mendapati si Ijah sedang mencuci piring. Bi ijah menjawab kalau tanteku sudah tidur tadi sehabis makan dan sepupuku sedang menginap di rumah temannya.

Saat menuju kamar, tak sengaja aku melewati kamar tante Linda. Pintunya sudah tertutup rapat. Teringat dada putih yang tadi siang, aku jadi bersemangat untuk melihat, bagaimana sich tante Linda kalau tidur. Pelan-pelan kuintip melalui lubang kunci. Tapi gelap banget.

Rupanya lampu dikamar tante Linda sudah padam. Makin penasaran aku dibuatnya. Kucoba untuk menarik gagang pintu, ahaa.. Sambil melihat kiri-kanan, aku beranjak masuk ke kamar tante Linda. Kesempatan nih pikirku. Terdengar desahan halus tante Linda diatas ranjangnya. Pelan-pelan aku merayap mendekati tempat tidurnya. Kimono tente Linda tersingkap keatas sedikit, sehingga memamerkan pahanya yang putih mulus. Kejantananku langsung bereaksi. Pelan-pelan kuraba paha tante Linda, sambil menurunkan celana pendekku.

Tante Linda tidak bergeming sedikitpun, dia tertidur begitu pulasnya membuatku semakin berani. Batang penisku sudah semakin membesar.

Tanganku semakin naik keatas, menyentuh bulit-bukit halus tante Linda. Tante Linda mendesah, akupun menarik tanganku. Takut ketahuan. Tanganku kembali naik ke paha dan sekitarnya. Sambil mengocok penisku, kucari lubang vagina tante Linda. Terasa hangat ditanganku. Ternyata tante Linda tidak memakai CD ketika tidur.