Situs bokep cerita - Video Terbaru Hari ini

Situs bokep cerita - Video Terbaru Hari ini

Dengan temen sendiri di mobil seru sekali mainnya. Asoy Abis

389.112 views

Punya istri orang jepang asyik main tiap hari

381.090 views

Mahasiswi kedokteran, muka nerd tp seksi banget

306.982 views

Yang lagi viral, main di kost sendiri

316.331 views

Jilban pinter sepong di mobil pacar

322.572 views

Hentai terbaru, eksekusi temen sekolah baru kenal

309.678 views

Pijat plus-plus, dateng masa ga pake celana dalam

315.098 views

Ngintip kakak sendiri maen sama pacar ampe becek

364.226 views

Seru maen HP, Ga sadar di eksekusi temen sendiri

390.082 views

Dirayu pas pijat, terapis jilbab sepong dan crot di dalem

377.203 views

Mainkan Dan Menangkan Semua Taruhan Togel bersama GOTOGEL

LOGIN

DAFTAR

Ceriat itu, terdapat beberapa fitur yang dapat memanjakan anda saat berkunjung di situs ini seperti Videos, Photos, Games, Kategori, Community. Sementara mulutnya menciumi pusar dan sekitarnya. Ibu boleh percaya situs bokep cerita tidak, kadang-kadang kalau Article source lagi sama Riris, malah bayangin Ibu lho. Membaca Janda artikel Seks adalah salah satu hiburan yang sagat bagus untuk anda, selain membantu hormon bisa situs bokep cerita membantu gairah saat bercinta dengan pasangan anda. Indogirlfriend memiliki banyak DVD berdurasi penuh. Kami sudah tidak perduli dengan keadaan di sekitar kami. Cen Mbak Lastri suka nggak tahan kalau di pegang itunya aahh.


Salinan https://barnabydixson.com/bokep/hentai-dragon-ball-super.php situs bokep cerita apapun dilarang. Aku naik ke atas ibu mertuaku bertelakn pada siku dan lututku. Jangan khawatir, eitus nggak perlu kok ngeluarin isi dompet kalian buat nonton bokep! Tangan Ceme juga demikian, dengan lembut dia juga meremas-remas pantatku, membuatku semakin naik dan terbawa arus suasana. Cindy kembali merintih, "Ayoo Ooomm. Bibir Mbak Lastri melumat dengan situs bokep cerita source, sedangkan tanganku meremas-remas https://barnabydixson.com/bokep/arti-body-massage.php pantatnya. Dan setelah selesai membersihkan piring di dapur, kami bertiga kembali ke kamar Vivi untuk sebuah pergumulan seks yang lebih dahsyat lagi.


Napasku mulai memburu sampai akhirnya aku menjerit kecil saat bibir tersebut menghisap puting susuku. Dan sungguh aku merasakan semuanya, sebab baru kesatu kali ini aku diciumi oleh seorang wanita. Sementara tangan kanannya turun ke bawah mengarah ke kemaluanku. Aku terkenang akan suamiku yang sering mengerjakan hal serupa, tetapi perbedaannya terasa sekali, Ceme paling lembut memanjakan tubuhku ini, mungkin sebab dia pun wanita.

Jarinya sesekali menggesek kelentitku yang masih tersembunyi, maka aku segera membuka pahaku sedikit supaya kelentitku yang terasa mengeras tersebut leluasa keluar. Ketika jari tersebut menyentuh kelentitku yang mengeras, semakin asyik Ceme memainkan kelentitku itu, sampai-sampai aku semakin tidak bisa mengendalikan tubuhku. Aku menggelinjang hebat saat rasa geli campur nikmat menjamah tubuhku. Pori-poriku sudah menerbitkan keringat dingin, di dalam liang vaginaku telah terasa terdapat cairan hangat yang mengalir perlahan, pertanda rangsangan yang sungguh membuatku menjadi nikmat.

Ketika tanganku mengurangi bagian atas kepalanya, bibir Ceme yang menghisap kedua putingku secara bergantian segera berhenti. Ada kemauan pada diriku dan Ceme memahami akan keinginanku itu. Namun sebelumnya, pulang dia pada posisi wajahnya di depan wajahku.

Tersungging senyuman yang manis. Sambil tersenyum aku mengangguk pelan. Tubuhku diangkatnya dan aku duduk di ujung bak mandi yang tercipta dari porselen. Setelah aku memposisikan sedemikian rupa, tangan Ceme dengan tangkas membuka kedua pahaku lebar-lebar, maka vaginaku sekarang terkuak bebas. Dengan posisi berlutut, Ceme mendekatkan wajahnya ke selangkanganku. Aku menantikan perlakuannya dengan jantung yang berdebar kencang. Napasku turun naik, dadaku terasa panas, demikian pula vaginaku yang tampak pada cermin yang terletak di depanku telah mengkilat dampak basah, terasa hangat.

Namun rasa hangat tersebut disejukkan oleh angin yang terbit dari kedua lubang hidung Ceme. Tangan Ceme kembali mengelus vaginaku, menguakkan belahannya guna menyentuh kelentitku yang semakin menegang. Agak lama Ceme membelai-belai kemaluanku tersebut yang sekaligus mempermainkan kelentitku. Sementara mulutnya menciumi pusar dan sekitarnya. Tentu saja aku menjadi kegelian dan tidak banyak tertawa. Namun Ceme terus saja mengerjakan itu. Kedua tangan Ceme memegangi pinggul dan pantatku menyangga gerakanku yang menggelinjang nikmat.

Kini ujung lidahnya yang menyentuh kelentitku. Betapa pintar dia mempermainkan ujung lidah tersebut pada daging kecilku, hingga aku pulang tidak sadar berteriak saat cairan di dalam vaginaku mengalir keluar.

Ceme masih pada posisinya, melulu sekarang yang dijilati tidak saja kelentitku namun lubang vaginaku yang panas itu. Tubuhku bergetar begitu hebat.

Cerita Seks Bokep tetangga — Aku adalah gadis berusia 19 tahun. Namun demikian aku masih mampu menjaga kesucianku sampai.. Langsung saja baca kelanjutan ceritanya Bokeptetangga. Cerita dewasa Sodok Belakang — Keponakanku yang baru menikah tinggal bersamaku karena mereka belum memiliki rumah sendiri. Tidak menjadi masalah bagiku karena aku tinggal sendiri setelah lama bercerai dan aku tidak memiliki anak dari perkawinan yang gagal itu.

Sebagai pengantin baru, tentunya keponakanku dan istrinya, Ines, lebih sering menghabiskan waktunya di kamar. Langsung saja baca kelanjutan ceritanya Sodokbelakang. Cerita Seks Terbaru — Sepulang sekolah kurasakan badanku sangat capek setelah kegiatan ekskul disekolah, kebetulan hari ini adalah jadwalku mengikuti latihan tae kwon do, tapi cukup menyenangkan bisa latihan kumite bersama teman teman,disekolahku memang tidak diwajibkan mengikuti ekskul tae kwon do.

Perkenalkan nama saya adalah feri,saya seorang pria dengan umur 21 thn. Tetapi pada tahun salah satu sepupu perempuan saya,yg merupakan anak tante saya sendiri tinggal dirumahku. Karena dia ingin sekolah sma dikotaku. Langsung saja baca kelanjutan ceritanya Duniabola Nah, Itulah 11 Situs Cerita Dewasa yang wajib anda kunjungi. Namun, perlu diingat bahwa mebacara cerita dewasa adalah alternatif hiburan yang bisa Anda pilih sewaktu-waktu saja.

By sexindo Last updated Aug 23, 56, Related Posts. Sep 19, Sep 17, Sep 16, Rintihannya semakin lirih dan sayu. Vivi enggak tahan lagi.. Dan ketika terasa ujung penisku menyentuh vaginanya, Vivi menurunkan badannya sedikit, sehingga kepala penisku masuk ke dalam vaginanya yang terasa meremas penisku dengan denyutan amat lembut.

Vivi merintih lirih dalam kenikmatannya, "Ayoo Kaak.. Aku mulai memompa Vivi dengan gerakan panjang dan lambat yang membuat Vivi semakin gila. Aku memompa semakin cepat dan cepat sambil terus menghisap buah dadanya dengan kuat. Penisku terasa membesar dan membesar di dalam remasan vaginanya yang lembut luar biasa.

Aku tak dapat menahan diriku lagi, dan Vivi juga menjadi semakin liar dan begitu ganas dalam gejolak nafsunya. Tak ada lagi yang dapat menghentikan kami sekarang. Pinggul Vivi berputar dalam gerakan naik turun yang cepat mengikuti gerakan penisku yang memompa semakin cepat dan kuat. Rasanya penisku mulai membesar dan terus membesar disertai rasa nikmat luar biasa dalam remasan vagina Vivi yang basah dan lembut.

Kedua tangan Vivi masih terus mencengkeram rambutku. Hisapanku pada buah dadanya semakin kuat, sehingga hampir seluruh daging buah dadanya masuk ke mulutku. Sementara itu kedua tangan lembut Cindy terus meremas-remas kedua pangkal pahaku. Aku terus memompa Vivi dengan seluruh tenaga yang ada padaku dalam remasan vaginanya yang lembut luar biasa. Penisku terasa semakin membesar dan memanjang.

Vivi merintih nikmat tak dapat menahan nafsunya lagi. Aku sendiri juga merasa sudah hampir tiba pada klimaksku. Aku menghisap buah dadanya kuat sekali. Kami sudah sangat dekat pada klimaks kami dan rasanya sudah tak tertahankan lagi. Sudah dekat sekali. Rintihan Vivi semakin kuat.

Tubuhnya menyentak kuat sekali kemudian mulai menggelepar-gelepar dalam kenikmatan orgasmenya yang luar biasa ketika ia meledak dalam puncak klimaksnya disertai remasan vaginanya yang kuat dan lembut pada penisku. Aku juga sudah tak dapat lagi menahannya ketika kurasakan penisku membengkak besar sekali dalam remasan vagina Vivi dan kenikmatan itu mulai menjalar dari pangkal penisku menuju ke ujungnya.

Aku memompa Vivi cepat sekali, dan kini terasa kenikmatan itu sampai di ujung penisku dan tanpa dapat kutahan lagi penisku meledak dahsyat dalam gumpalan-gumpalan orgasme yang nikmat luar biasa diantara remasan vagina Vivi yang begitu lembut.

Tubuhku menyentak-nyentak tak dapat menahan kenikmatan itu. Kami berpelukan erat sekali dalam klimaks yang luar biasa nikmatnya. Kami masih terus bergumul dalam ledakan klimaks yang sungguh luar biasa dengan tubuh menggelepar-gelepar menahan kenikmatan itu sampai akhirnya kedua tubuh kami terkulai lemah berkeringat dan nafas mendengus kelelahan.

Dalam kelelahan yang amat sangat, akhirnya kami tertidur lelap sekali dan baru terbangun ketika jam dinding di kamar Vivi berdentang sepuluh kali. Malam itu kami menyantap makan malam yang terasa begitu nikmat dengan lahap.

Dan setelah selesai membersihkan piring di dapur, kami bertiga kembali ke kamar Vivi untuk sebuah pergumulan seks yang lebih dahsyat lagi. Mbak Lastri Kakak Sepupuku. Mbak Lastri Kakak Sepupuku - Aku seorang laki-laki berumur 29 tahun dan sudah berkeluarga dengan satu anak. Saat ini aku tinggal di daerah pinggiran Jakarta dan berdekatan dengan kakak sepupu perempuanku. Kakak sepupu perempuanku itu namanya Lastri, aku biasa memanggilnya Mbak Lastri.

Usainya sekitar 35 tahun dan sudah mempunyai 3 anak. Mbak Lastri mempunyai badan sedikit besar tapi enak dilihat, kulitnya hitam manis dengan rambutnya yang dipotong pendek. Mbak Lastri orangnya sangat terbuka, kami sering mengobrol tentang hal-hal sex.

Sebenarnya sudah dari dulu aku sangat terobsesi untuk bisa menikmati tubuh Mbak Lastri meskipun dia terhitung masih saudara dekat, tapi entah kenapa keinginan itu tak bisa aku bendung bahkan kian hari semakin besar saja. Tapi semuanya itu hanya sebatas khayalan saja karena untuk berterus terang, pada saat itu aku rasakan sangat tak mungkin. Sebenarnya keluarga Mbak Lastri pada saat itu sedang mengalami masalah karena suaminya ternyata kawin lagi dan telah mempunyai anak, suaminya pun sangat jarang ada dirumah, hal itu aku ketahui dari Mbak Lastri sendiri ketika dia mampir ketempat kerjaku untuk sekedar mengobrol.

Aku sangat suka cara berpakaian Mbak Lastri, dia selalu memakai pakaian yang ngepas di badan hingga lekuk-lekuk tubuhnya sedikit tergambar, bentuk pantat dan payudaranya yang menonjol membuatku semakin tergila-gila. Suatu ketika waktu Mbak Lastri datang ketempatku, aku sedang sendiri karena satu anak buahku sedang nagih sedangkan yang dua pergi ke proyek.

Saat itu aku sedang iseng main komputer. Dari rumah apa dari mana Mbak? Saat itu Mbak Lastri memakai baju semi kaos yang agak ketat sedangkan celana bahannya menempel ketat. Mbak Lastri udah pernah belum nonton BF," Kuberanikan diri memancing pembicaraan yang agak ngeres.

Ternyata Mbak Lastri doyan juga nonton BF, ini kesempatan buatku, untungnya aku punya banyak file porno di komputerku hasil dari ngedownload dari internet. Ah kamu pura-pura nggak tahu. Eh Cen kamu punya nggak film gituan," Ahirnya tanpa kutawari Mbak Lastri malah meminta, ini yang aku tunggu-tunggu, nonton film porno bareng Mbak Lastri pasti asik, adapun akhirnya bagaimana aku tak memikirkannya yang penting tahap awal terlalui. Kemudian ku buka file film pornoku, aku pilih yang ku anggap bagus lalu ku jalankan di komputer.

Terlihat di layar seorang wanita seumuran Mbak Lastri dengan bentuk tubuh yang sepertinya juga sama sedang merayu lelaki muda. Setelah beberapa saat, dan film yang kustel semakin hot ku lihat Mbak Lastri begitu menikmati. Mbak Lastri menarik kursi yang didudukinnya agar lebih dekat ke layar monitor, yang berarti tubuh Mbak Lastri juga semakin mendekat pada tubuhku bahkan nyaris bersinggungan.

Aku semakin menikmati keadaan yang terjadi meskipun saat itu aku tetap menunggu situasi ideal seperti yang aku impikan selama ini. Cen gedein dikit dong volumenya, nggak enak kalau nggak denger suaranya," Pinta Mbak Lastri. Aku menuruti keinginannya yang padahal keinginanku juga, semakin asyik rasanya kalau mendengar wanita mendesah-desah menikmati persetubuhan. Diluar hujan mulai turun hingga menambah semakin erotisnya saat itu.

Mbak Lastri tak menjawab hanya kulihat dia menarik nafas resah matanya tak lepas dari adegan yang terjadi di layar monitor. Suami Mbak Lastri sih nggak pernah deh kayak gitu, biasanya langsung tancap aja, sebentar lalu udahan, tinggal aku yang pusing sendiri," Mbak Lastri berkata ngedumel, badannya selalu bergerak-gerak resah tak mau diam, mungkin hal itu berarti Mbak Lastri sudah terkontaminasi hal-hal erotis seperti juga yang kualami akibat dari adegan-adegan penuh nafsu yang kami tonton.

Sampai pada akhirnya tanganku kujamahkan pada tangannya, kuremas pelan sambil menunggu reaksinya. Setelah aku tahu tidak ada penolakan, lalu tangannya kubimbing ke arah pangkal pahaku dan kuletakan diatas kemaluanku dengan posisi telapak tangan Mbak Lastri menghadap kebawah dalam keadaan seperti akan mencengkram kemaluanku berharap Mbak Lastri melakukannya sendiri. Karena tidak tahan, tanpa menunggu lagi akhirnya kuremas-remaskan tangan Mbak Lastri pada kontolku. Tapi apa yang terjadi selanjutnya, Mbak Lastri malah memasukan sendiri tangannya kedalam celanaku dan meraih isinya lalu meremas dan sesekali mengocok batang kontolku, ku rasakan juga ibu jarinya kadang-kadang mengelus-elus kepala kontolku terasa agak geli tapi semakin menambah tinggi libidoku.

Dalam situasi seperti itu aku tak mau tinggal diam, ku tarik tubuh Mbak Lastri agar semakin dekat hingga seperti berpelukan dengan posisi tubuh Mbak Lastri agak miring didepan tubuhku, tanganku mulai meremas-remas teteknya dari luar bajunya.

Setelah puas dari luar, kumasukan kebalik bajunya dan meremasnya meskipun masih tertutup BH. Akhirnya tanganku menelusup ke balik BH nya, kurasakan sesuatu yang empuk dan kenyal terpegang. Aku meremasnya dengan agak geregetan, kuremas-remas teteknya bergantian kiri dan kanan tak lupa pentilnya kupelintir-pelintir. Nafas Mbak Lastri ku dengar semakin menderu sedangkan tangannya tetap meremas-remas kontolku, tapi kontolku sekarang sudah berada di luar karena Mbak Lastri telah melepas kancing dan menurunkan seleting celanaku.

Mbak Lastri berjalan duluan menuju kamar sedang aku mematikan film yang masih berlangsung dimana beberapa saat tadi sudah tidak menarik lagi karena ada yang sesuatu yang lebih menarik yang aku lakukan bersama Mbak Lastri.

Tak kumatikan kompoter lalu kususul Mbak Lastri ke kamar. Sampai di kamar kulihat Mbak Lastri sudah berbaring di atas kasur masih dengan bajunya.

Kututup pintu lalu berjalan mendekatinya dan langsung ku peluk tubuhnya. Kucium bibirnya sambil lidahku kumasukan kedalam mulutnya lalu dihisapnya, kemudian gantian lidahnya ku hisap-hisap.

Ciumanku kini kuarahkan kelehernya, kuciumi lehernya dan kupingnya tercium wangi farfum yang menguap dari tubunya. Jari tanganku menjepit-jepit dan mencubit-cubit kelentitnya kemudian kumasukan jariku kedalam lubang senggamanya kuputar-putar dengan gerakan maju mundur. Kulihat Mbak Lastri semakin gelisah menahan nafsunya yang semakin tinggi terkadang keluar keluahan dari mulutnya seperti orang kesakitan tapi aku yakin itu karena kenikmatan yang sedang dirasakannya.

Cen Mbak Lastri suka nggak tahan kalau di pegang itunya aahh.. Mbak Lastri buka aja celananya ya! Ku elus-elus kedua kaki Mbak Lastri lalu kuciumi pahanya bergantian menuju ke atas ke arah selangkangannya. Tanganku berpindah-pindah antara mengelus paha mulusnya dan meremas kedua bongkahan pantatnya kenyal.

Ciumanku semakin mendekati memeknya yang masih ditutupi celana dalam. Sampai di pangkal pahanya lidahku kusapu-sapukan mengelilingi daerah sekitar kemaluannya, kuciumi permukaan memeknya dari atas celana dalamnya, kemudian pelan-pelan kutarik CD nya dari arah belakang, sedangkan bibir dan lidahku tetap menciumi daerah sekitar selangkangannya.

Setelah CD Mbak Lastri terlepas, tampaklah belahan memeknya yang dihiasi bulu-bulu yang tidak telalu tebal. Kupandangi sebentar, kuarahkan bibirku ke kemaluannya kuciumi dan kusapu-sapukan lidahku, sedangkan kelentitnya ku kenyot-kenyot dan kujepit dengan bibirku. Hidungku mencium aroma kemaluan Mbak Lastri yang unik membuatku semakin bernafsu. Mbak Lastri tak menjawab hanya desahan yang keluar dari mulutnya.

Ahh," Mbak Lastri mencercercau dan bergerak-gerak sedikit liar, terkadang pantatnya dinaikan keatas hingga kepalaku ikut terangkat, tangannya meremas-remas rambutku, terkadang menekan kepalaku ke arah kemaluannya. Lidahku kini kutusuk-tusukkan kedalam memeknya yang sudah berlendir hingga semakin basah bercampur dengan air liurku.

Jari tanganku mengelus-elus lubang duburnya lalu kumasukan juga ke dalam vaginanya, kuputar-putar jariku dalam memek Mbak Lastri lalu kugerakkan maju mundur. Terkadang kelentitnya kutarik dan kukenyot-kenyot.

Mata Mbak Lastri sedikit merem dan bibir bawahnya sedikit digigit. Sambil terus menciumi vaginanya yang harum tanganku menulusup kebalik bajunya, kuangkat BH nya keatas teteknya. Kupegang dan kuremas-remas teteknya dan kupilin-pilin pentilnya bergantian. Kuhentikan kegiatanku, kulepas semua yang menempel di tubuhku, sementara itu Mbak Lastri juga melepas baju dan BH nya, dan sekarang aku dan Mbak Lastri sudah sama-sama bugil.

Kupeluk lagi Mbak Lastri kuciumi bibirnya, kuremas-remas teteknya, kupermainkan vaginanya dengan cara memilin-milin kelentitnya dan memasukan dan memutar-mutarkan jariku didalamnya. Sementara itu tangan Mbak Lastri memegang, mengelus-elus dan terkadang mengocok kontolku yang sudah tegang.

Kini Mbak Lastri yang aktif bergerak diatas tubuhku sedangkan aku hanya telentang meresapi kenikmatan. Bibir dan lidahnya menciumi dan menjilati terkadang digigi-gigitnya puting susuku, lalu turun ke bawah dan akhirnya kontolku ku dijadikan mainan. Mbak Lastri mengocok kemaluanku dengan cara memasuk dan mengeluarkan oleh mulutnya, lidahnya mengulas-ulas kepala kontolku.

Biji pelirkupun tak luput dikenyot-kenyotnya, sedangkan tanganku meremas-remas rambutnya. Kemudian Mbak Lastri bangkit dan mengangkang di atas tubuhku. Mbak Lastri mengatur posisinya dengan meletakan pantanya diatas kemaluanku. Kedua kakinya dilipat sejajar pahaku lalu tangannya menuntun kontolku dan meletakan kepala kontolku di antara bibir memeknya dan persis ditengah lobang vaginanya.

Setelah dirasa pas perlahan-lahan Mbak Lastri menekan pantatnya hingga kontolku terbenam ke dalam vaginanya, setelah sampai dasar nya pantatnya diayunkan naik turun dengan simultan. Tetek Mbak Lastri ikut terayun-ayun karena gerakan naik turunnya. Tetek Mbak Lastri sudah agak kendor tapi masih terlihat indah dengan ukuran yang sesuai dengan tubuhnya, tanganku meremas-remasnya terkadang ku angkat badanku agar aku dapat mengulum putingnya dan menjilati buah dadanya.

Kuimbangi gerakan Mbak Lastri dengan mengangkat pantat apabila pantat Mbak Lastri menekan pantatnya hingga rasanya kemaluanku menyentuh dasar vaginanya. Terkadang tubuh Mbak Lastri tidur diatasku sambil tetap beggerakan pantanta.

Mulutnya tak henti berdesis pelan. Setelah beberapa saat gerakan Mbak Lastri semakin cepat dan tangannya mencengkram dadaku. Mbak Lastri mau sampai sshh.. Aahh," Rupanya Mbak Lastri sudah mau klimaks. Aku semakin semangat meremas-remas dan memilin-milin putingnya, sedangkan tanganku yang satunya menowel dan mencubiti kelentitnya.

Dan Akhirnya, "Aahh..! Tubuhnya mengejang diatas tubuhku dengan bibirnya melekat erat pada bibirku, kemudian perlahan-lahan tubuhnya melemah sampai akhirnya terdiam di atas tubuhku.

Sedang kontolku masih tertancap di vaginanya. Kurasakan memeknya penuh cairan. Kita main lagi yah? Lalu setelah Mbak Lastri sedikit segar kami mulai bercinta lagi. Mbak Lastri tidur telungkup dengan pantat sedikit mendongak dengan di ganjal bantal. Dalam posisi ini selain kenikmatan dengan terbenamnya kontol ke dalam vagina juga pantat montok Mbak Lastri bisa puas aku nikmati. Ku arahkan kontolku ke vaginanya, setelah pas kudorong pelan sampai mentok, lalu kuangkat, kemudian kuayunkan pantatku maju mundur.

Saat itu posisi tubuhku berada di atas tubuh Mbak Lastri dari arah belakang. Sambil memaju-mundurkan pantatku wajahku menciumi rambut Mbak Lastri dan tanganku meremas-remas teteknya dari belakang. Terkadang jari tanganku mencolok-colok dan mengulas-ulas lubang anusnya. Setelah beberapa saat aku merasa sudah akan klimaks, kuminta Mbak Epi berbalik untuk memakai gaya konvensional.

Lalu Mbak Lastri membalikan badannya kakinya mengangkang. Langsung saja kumasukan kontolku ke dalam memeknya dan menggerak-gerakan pantatku kali ini dengan agak kasar. Kita keluarin bareng ya Cen," Kata Mbak Lastri sambil mendesah-desah. Karena kenikmatan yang kudapat akan semakin maksimal apabila puting susuku dipilin-pilin. Mbak Lastri memilin-milin putingku dan tanganku pun meremas-remas teteknya. Bibirku dan bibir Mbak Lastri saling berpagutan sambil saling sedot lidah, hingga akhirnya kurasakan sesuatu mendesak untuk di keluarkan yang di sertai kenikmatan tiada tara.

Aku melihat Mbak Lastri juga mengalami hal yang sama dengan ku. Dan ahirnya sambil kuhujamkan kontolku dengan keras kedalam memek Mbak Lastri, spermaku keluar membasahi vagina Mbak Lastri. Mbak Lastri juga sama denganku, kami saling berpagutan menuntaskan kenikmatan bersama-sama.

Kami terdiam beberapa saat menikmati sisa kenikmatan, tubuhku masih berada di atas tubuh Mbak Lastri, perlahan ku gulingkan tubuhku ke samping Mbak Lastri. Ada rasa ngilu pada kontolku ketika terlepas dari memek Mbak Lastri. Akupun berdiri, mengenakan pakaian lalu berjalan menuju kantorku, tak lama kemudian Mbak Lastri menyusul gantian aku yang ke kamar mandi.

Kami membicarakan tentang hal-hal lain beberapa saat, lalu anak buahku datang, Mbak Lastri pamit pulang. Setelah kejadian itu, kami tak pernah membahasnya meskipun Mbak Lastri tetap rutin datang ke kantorku.

Sesungguhnya aku sangat ingin mengulanginya lagi tapi ada rasa segan untuk mengutarakannya ke Mbak Lastri, aku pikir lebih baik menunggu saja. Baik Aku maupun Mbak Lastri tak pernah menunjukan bahwa kami pernah bercinta, semua berlalu seperti terjadi apa-apa. Sampai suatu malam, suami Mbak Lastri datang ke rumahku untuk meminta tolong memperbaiki komputernya yang baru dibeli tidak bisa di operasikan mungkin karena dimainin anak-anaknya.

Lalu kami pergi ke rumahnya, ku chek komputernya dan ku bilang bahwa besok pagi saja memperbaikinya karena harus diinstal ulang dan membutuhkan waktu agak lama, kebetulan besok aku tidak begitu sibuk.

Waktu itu Mbak Lastri memakai daster, membuat aku horny. Mbak Lastri lalu nimbrung ngobrol beberapa saat kemudian aku pulang. Besok paginya sekitar jam 7, setelah pamit dengan istiruku aku ke rumah Mbak Lastri.

Sesampainya di sana aku bertemu dengan suaminya Mbak Lastri yang sudah bersiap-siap berangkat kerja, Mbak Lastri sedang mandi ketika itu sedangkan anak-anaknya sudah berangkat sekolah diantar pembantunya. Setelah ngobrol beberapa saat suaminya lalu berangkat kerja dan aku langsung meperbaiki komputernya. Mbak Lastri kemudian keluar dari kamarnya, rambutnya masi terlihat basah, menghampiriku lalu berbasa-basi sebentar lalu pergi ke ruangan lain, aku kembali konsentrasi ke komputer.

Sebetulnya saat itu aku sangat berharap kejadian dulu bersama Mbak Lastri dapat terulang kembali, tapi aku nggak berani untuk memulai.

Proses instal sedang komputer sedang berlangsung dan aku menunggunya sambil sesekali melihat layar TV. Tiba-tiba terdengar suara Mbak Lastri memanggil dari ruang tamu. Ku lihat Mbak Lastri sedang duduk di sofa sambil membaca majalah, dia memakai kaus dan kain membalut bagian bawah tubuhnya, lalu aku menghampirinya.

Lalu aku duduk di sampingnya tercium wangi sabun dari tubuhnya. Kuremas-remas teteknya. Tangan Mbak Lastri masuk ke dalam celanaku dan mempermainkan kontolku. Mbak Lastri langsung melepas kausnya sedang kan aku, kuturunkan celanaku sebatas paha hingga kontolku yang mulai tegang keluar.

Aku tidak berani melepas pakaian. Dia bertanya untuk memastikan posisinya. Aku atur posisi badan Mbak Lastri, lututnya menempel di lantai sedangkan badannya di atas sofa. Setelah posisinya kurasa enak, ku angkat kain yang menutupi bagian bawah tubuhnya dan ternyata dia juga tidak memakai CD. Mulai kuarahkan ke lobang memeknya, ku tekan pantatku lalu ku ayun. Sambil mengayunkan pantat, kuciumi tengkuk dan rambutnya, sedang tanganku dua-duanya meremas teteknya.