Deep sports massage - Video Terbaru Hari ini

Deep sports massage - Video Terbaru Hari ini

Dengan temen sendiri di mobil seru sekali mainnya. Asoy Abis

389.112 views

Punya istri orang jepang asyik main tiap hari

381.090 views

Mahasiswi kedokteran, muka nerd tp seksi banget

306.982 views

Yang lagi viral, main di kost sendiri

316.331 views

Jilban pinter sepong di mobil pacar

322.572 views

Hentai terbaru, eksekusi temen sekolah baru kenal

309.678 views

Pijat plus-plus, dateng masa ga pake celana dalam

315.098 views

Ngintip kakak sendiri maen sama pacar ampe becek

364.226 views

Seru maen HP, Ga sadar di eksekusi temen sendiri

390.082 views

Dirayu pas pijat, terapis jilbab sepong dan crot di dalem

377.203 views

Mainkan Dan Menangkan Semua Taruhan Togel bersama GOTOGEL

LOGIN

DAFTAR

Teknik kepalan tangan pada otot Adductor Sumber: Johnson, Teknik ini dapat digunakan deep sports massage dua cara, yaitu pertama siku dapat memberikan tekanan statis pada otot-otot yang relatif kecil. Trauma mine memek paris hilton explain adalah suatu. Svagheter truppantal. Manfaat Sports massage yaitu mencegah otot kram dan kejang, meningkatkan fleksibilitas dan mengendurkan bokeb mulus yang tegang, mencegah cedera, memfasilitasi pemulihan yang cepat setelah aktivitas berat Donkin, 9. Wirasasmita, R. Sports massage deep sports massage diaplikasikan sebelum dan sesudah berolahraga. Jumlah rata-rata waktu yang dibutuhkan pemasok untuk menanggapi pesan pertama setiap pembeli selama 30 hari terakhir.


Download KB Indexing metadata. Umumnya terjadi karena adanya kelelahan pada otot. Latar Belakang Masalah Olahraga merupakan hal yang penting dalam kehidupan kita, karena deep sports massage dapat mempertahankan dan meningkatkan kesehatan tubuh, serta akan dapat berdampak kepada Lebih sora jav aoi. I do recommend PhysioActive, your online application to exercise at home is a must. Despite seeing several physiotherapists, the issue persisted. Mulai Order Hubungi Supplier. Makassar; Saputro YA.


Terapi masase merupakan salah satu cara yang sering dilakukan oleh atlet untuk melakukan recovery setelah latihan ataupun pertandingan. Bermacam-macam terapi masase yang ditawarkan, seperti shiatsu, tsubo, akupuntur, swedis masase, frirage, sports massase, deep tissue massase dan masih banyak lagi lainnya. Masing-masing dari jenis terapi tersebut memiliki teknik manipulasi yang berbeda-beda begitu pula dengan sports massase dan deep tissue massage.

Kedua teknik masase tersebut memiliki perbedaan pada manipulasi dan tekanan pada saat melakukan masase, tetapi keduanya memiliki persamaan yaitu bermanfaat untuk mengurangi ketegangan otot. Priyonoadi 6 menyatakan bahwa terapi masase memiliki manfaat untuk mengurangi rasa nyeri dan mengurangi ketegangan otot spasme otot. Berdasarkan observasi di hal beladiri Universitas Negeri Yogyakarta pada bulan April , didapat hasil sebagai berikut: 1 atlet pencak silat UNY mengalami kelelahan setelah latihan.

Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah dapat diidentifikasi berbagai permasalahan sebagai berikut : 1. Atlet pencak silat UNY mengalami kelelahan setelah melakukan latihan. Atlet pencak silat UNY merasakan nyeri dan tegang pada otot setelah latihan. Atlet pencak silat UNY mengalami pegal-pegal otot setelah latihan.

Belum adanya perlakukan masase pada atlet pencak silat UNY setelah latihan. Belum diketahuinya pengaruh sports massage dan deep tissue massage terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah pada atlet pencak silat UNY.

Pembatasan Masalah Mengingat luasnya cakupan masalah dalam penelitian ini, maka penulis akan membatasi masalah pada penelitian ini, yaitu untuk mengetahui pengaruh sports massage dan deep tissue massage terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah pada atlet pencak silat putra Universitas Negeri Yogyakarta.

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah dan batasan masalah di atas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. Adakah pengaruh sports massage terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah atlet pencak silat putra UNY?

Adakah pengaruh deep tissue massage terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah atlet pencak silat putra UNY? Tujuan Penelitian Sesuai rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sports massage dan deep tissue massage terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah pada atlet pencak silat putra Universitas Negeri Yogyakarta.

Manfaat Penelitian Berdasarkan ruang lingkup dan permasalahan yang diteliti, penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat sebagai berikut: 1. Manfaat Teoritis Dari segi teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmiah terhadap pengembangan ilmu keolahragaan tentang masalah pengaruh sports massage dan deep tissue massage terhadap pemulihan ketegangan otot.

Manfaat Praktis a. Bagi Atlet dan Pelatih Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan penanganan yang tepat terhadap ketegangan otot. Bagi Masseur Penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan masseur tentang teknik masase dan dapat memilih masase yang baik dan tepat dalam penggunaanya.

Deskripsi Teori 1. Sports Massage a. Pengertian Sports Massage Kata massage berasal dari kata arab mash yang berarti menekan dengan lembut atau kata yunani massien yang berarti memijat atau melulut. Selanjutnya massage disebut pula sebagai ilmu pijat atau ilmu lulut. Menurut Dwi Hatmisari Ambarukmi dkk, 4 masase lahir di China tahun yang lalu, dengan perkembangan zaman masase sampai di Indonesia dari zaman kerajaan Hindu dan Budha, ditandai berbagai peninggalan candi dengan berbagai relief.

Perkembangan masase juga terjadi dengan pesat di negara-negara Eropa seperti Swedia, Inggris, Perancis, Belanda, dan Jerman Priyonoadi, 2. Massage di era modern saat ini berkembang dan meluas di dunia olahraga sebagai salah satu perawatan alternatif untuk atlet yang mengalami kelelahan dan cedera ringan. Perlakuan Massage pada seseorang dapat menghilangkan ketegangan, meningkatkan kemampuan otot dan persendian, gangguan persyarafan serta 8.

Therapy massage merupakan terapi yang menggunakan manipulasi secara fisik dengan berbagai teknik pada jaringan lunak tubuh Arovah, Terapi masase merupakan usaha penyembuhan suatu penyakit atau mengembalikan kondisi pasien setelah mengalami kelainan tertentu dengan menggunakan berbagai manipulasi. Salah satu usaha yang penting dalam persiapan dan pemeliharaan tubuh fisik adalah sports massage. Menurut Priyonoadi 5 sports massage yaitu massage yang khusus digunakan atau diberikan kepada orang-orang yang 9.

Sports massage adalah suatu bentuk pijat yang melibatkan manipulasi jaringan lunak untuk memberi manfaat bagi seseorang yang telah melakukan aktivitas fisik Norah, et.

Sports massage dirancang untuk membantu memperbaiki masalah dan ketidakseimbangan jaringan lunak yang disebabkan oleh aktivitas fisik dan trauma. Sports massage khusus dirancang untuk mengobati dan mencegah cedera sekaligus meningkatkan kinerja atlet, jenis terapi masase ini biasanya digunakan oleh pelari marathon, atlet professional maupun oleh siapa saja yang latihan secara teratur Donkin, 9.

Sports massage dapat diaplikasikan sebelum dan sesudah berolahraga. Masase ini bermanfaat untuk meningkatkan kinerja dan pemulihan cedera ringan, tetapi macam dan cara memijatnya lebih diutamakan untuk memperlancar peredaran darah.

Sports massage memiliki berbagai macam gerakan-gerakan dalam prakteknya. Sports massage ini juga memiliki beberapa tujuan secara umum yang bermanfaat bagi tubuh. Menurut Priyonoadi 5 tujuan sports massage secara umum yaitu: 1 Untuk melancarkan peredaran darah. Fungsi dan Manfaat Sports Massage Setiap jenis manipulasi sports massage mempunyai efek tertentu. Disamping itu, manipulasi yang sama dapat memberikan efek yang berbeda, tergantung cara mengerjakannya.

Manfaat Sports massage yaitu mencegah otot kram dan kejang, meningkatkan fleksibilitas dan mengendurkan otot-otot yang tegang, mencegah cedera, memfasilitasi pemulihan yang cepat setelah aktivitas berat Donkin, 9. Menurut Sahri 7 Massage akan memberikan effek secara mekanis, refleksi dan chemis.

Secara tidak langsung juga membantu melancarkan pengaliran darah dalam pembuluh arteri atau kapiler. Membantu proses pembuangan sisa oksidasi, dan membantu memberikan zat makanan dalam jaringan. Sports Massage ini diberikan setelah melakukan masa pertandingan atau pekerjaan yang berat dengan maksud untuk merelaksasi otot dan persendian yang telah bekerja keras. Efek fisiologis dari sports massage adalah: 1 sports massage membantu mengurangi rasa sakit.

Efek psikologis sports massage termasuk: 1 Mengurangi tingkat stress, karena otot dan saraf menjadi relaksasi. Efek sports massage terhadap peredaran darah, limfe, kulit, otot, dan saraf.

Sports massage menimbulkan efek memperlancar peredaran darah. Manipulasi yang dikerjakan dengan gerakan yang menuju ke arah jantung, secara mekanis akan membantu mendorong pengaliran darah dalam pembuluh vena menuju ke jantung. Massage juga membantu pengaliran cairan limfe menjadi lebih cepat, ini berarti membantu penyerapan sisa-sisa pembakaran yang tidak diperlukan lagi.

Sport massage memberi efek melonggarkan perlekatan dan menghilangkan penebalan-penebalan kecil yang terjadi di bawah permukaan kulit, dengan demikian memperbaiki penyerapan.

Sports massage memberi efek memperlancar proses penyerapan sisa-sisa pembakaran yang berada di dalam jaringan otot yang dapat menimbulkan kelelahan. Massage yang dikerjakan dengan lembut memberi efek nyaman yang menghasilkan penenangan.

Massage yang Karena massage memberikan rangsangan kepada saraf sensibel dan motorik sehingga menimbulkan rangsangan reflek. Macam-Macam Manipulasi Sports Massage Sports Massage memiliki macam-macam manipulasi dan pengaruhnya seperti yang diungkapkan Priyonoadi 8 , bahwa manipulasi adalah cara pegang atau grip, yaitu cara menggunakan tangan untuk memijat pada daerah-daerah tertentu serta untuk memberikan pengaruh tertentu pula.

Sedangkan sports massage menurut Priyonoadi , beberapa teknik manipulasi yang digunakan diantaranya, yaitu: effleurage, petrissage, shaking atau Kniding, tappotement, friction, walken, vibration, stroking, skin-rolling, dan chiropraktis. Deep Tissue Massage a. Pengertian Deep Tissue Massage Deep tissue massage merupakan salah satu terapi yang melibatkan lapisan jaringan dalam tubuh, termasuk fasia dan jaringan lain yang mendukung otot dan sendi.

Deep tissue massage merupakan jenis pijat yang menggunakan tekanan yang keras dan lambat. Deep tissue massage merupakan suatu teknik masase yang Menurut Johnson 3 deep tissue massage adalah jenis pijatan yang dirancang untuk meredakan ketegangan pada otot dan jaringan ikat atau fascia.

Prosedur masase ini diaplikasikan dengan tekanan yang lebih besar dan pada lapisan otot yang lebih dalam daripada sports massage. Menurut Axe 2 tekanan yang digunakan pada deep tissue massage lebih lambat dan lebih kuat.

Tekanan yang lambat dan kuat ini dimaksudkan agar dapat mengenai jaringan yang lebih dalam. Teknik yang digunakan pada deep tissue massage yaitu tekanan yang menggunakan lengan bawah, siku, dan tangan mengepal. Tekanan yang mendalam pada jaringan otot, agar otot menjadi lebih relaksasi Fernandez, Deep tissue massage merupakan pemberian massage terutama pada tubuh tertentu yang merasakan sakit, kaku atau terhadap titik masalah trouble spots Kiefer, 2. Deep tissue massage baik diberikan kepada pasien yang mengalami nyeri otot, kelelahan otot akibat aktivitas fisik yang berat seperti atlet , dan pasien yang mengalami ketegangan otot.

Manfaat Deep Tissue Massage Deep Tissue Massage merupakan salah satu teknik masase yang dapat digunakan untuk mengurangi ketegangan otot kronis dengan tekanan lambat dan keras pada otot yang berkontraksi, Masase ini bekerja pada lapisan jaringan otot yang lebih dalam dan sangat bagus untuk menghilangkan ketegangan otot. Deep tissue massage juga dapat membantu menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan Stress merupakan ketegangan yang menyerang fisik, psikis, emosi dan juga mental yang bisa menyerang seseorang.

Stress merupakan akibat dari meningkatnya hormon kortisol. Hormon kortisol adalah kelompok hormon steroid yang disekresikan oleh kelenjar adrenal bagian korteks ginjal yang juga dipengaruhi oleh master gland hipotalamus Lisdiana, Hormon kortisol dapat meningkatkan level glukosa dalam darah dan meningkatkan stress baik stres fisik maupun psikis Setiyono, dkk.

Hormon ini akan menurun apabila mendapatkan manipulasi masase sehingga dapat membuat jadi lebih rileks. Selain itu, masase juga dapat menstimulasi hormon oksitosin. Hormon oksitosin merupakan hormon protein yang diproduksi di hipotalamus di otak yang disimpan dalam kelenjar pituitari di dasar otak.

Melalui kelenjar pituitari, oksitosin dilepaskan secara langsung ke dalam darah atau kebagian lain dari otak dan sumsum tulang belakang Kristanti, Fungsi hormon oksitosin yang dilepaskan di otak akan membebaskan kondisi stres secara alami. Efek positif ini muncul karena diduga oksitosin menghambat efek kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres. Deep tissue massage biasanya berfokus pada masalah tertentu, seperti: nyeri kronis, mobilitas terbatas, dan pemulihan dari cedera.

Teknik Deep Tissue Massage Deep Tissue Massage dirancang untuk meredakan ketegangan otot, stress dan ketidaknyamanan pada otot. Deep tissue massage dalam aplikasinya memiliki tiga jenis manipulasi yang sering digunakan yaitu effleurage, petrissage, dan friction. Seperti yang diungkapkan oleh Fernandes 18 bahwa teknik manipulasi deep tissue massage terdapat tiga teknik yaitu manipulasi effleurage, petrissage, dan friction.

Selain itu, teknik manipulasi tersebut kemudian dikombinasikan dengan menggunakan tangan yang mengepal, siku, dan lengan bawah pada jaringan lunak dalam upaya memperlancar aliran darah Johnson, Selain itu, teknik deep tissue massage juga dikombinasikan dengan gerakan stretching.

Teknik deep tissue massage sebagai berikut : Jenis tekanan pada deep tissue massage a kondisis otot tanpa tekanan, b teknik lengan bawah, c teknik kepalan tangan, d teknik siku. Sumber: Johnson, 5 a Forearm lengan bawah Teknik forearm lengan bawah digunakan untuk mengaplikasikan tekanan statis ataupun dinamis yang berguna untuk otot seluruh tubuh termasuk otot trapezius, otot gluteal, dan otot side-lying.

Teknik forearm pada otot adduktor. Sumber : Johnson, 40 Teknik fists ini dapat dilakukan dengan menekan secara dinamis.

Namun, teknik ini akan bekerja dengan lebih baik jika dikombinasikan dengan gerakan effleurage. Teknik ini dengan Teknik kepalan tangan pada otot Adductor Sumber: Johnson, Teknik ini dapat digunakan dengan dua cara, yaitu pertama siku dapat memberikan tekanan statis pada otot-otot yang relatif kecil.

Kedua, tekanan forearm yang dikombinasikan dengan gerakan effleurage. Anatomi Ekstremitas Bawah a. Anatomi Gambar 4. Teknik siku pada otot Adductor Sumber: Johnson, Anatomi adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur tubuh manusia, berasal dari bahasa Yunani ana yang berarti habis atau ke atas dan tomos yang berarti memotong atau mengiris. Maksudnya Anatomi yang akan diajarkan untuk memperdalam atau memahami ilmu gerakan adalah anatomi macroscopis yang tergolong dalam anatomi sistematika yang meliputi Oestiologi, Arthrologi dan myologi, dan anatomi regional yang meliputi region membri superior anggota gerak atas , region membri inferioris anggota gerak bawah , region thoracalis dan region abdominalis Sudibjo dkk, 1.

Berikut gambar anatomi tubuh manusia. Gambar 5. Anatomi Ekstremitas Bawah Tungkai berfungsi sebagai penopang tubuh dan merupakan bagian terpenting saat berdiri, berjalan, berlari, dan melompat. Tulang-tulang yang menyusun tungkai adalah tulang coxae, tulang femur, tulang tibia, tulang fibula, tulang patella, tulang tarsalia, tulang metatarsalia, dan tulang phalanges Tim Anatomi, Tulang-tulang penyusun tungkai disajikan pada Gambar 6.

Gambar 6. Otot Ekstremitas Bawah Otot merupakan organ yang melalui kerja kontraksi menghasilkan gerakan pada tubuh. Otot merupakan kelompok jaringan terbesar dalam tubuh dan membentuk sekitar setengah berat tubuh.

Menurut Pangemanan, dkk. Manusia mempunyai sekitar otot tubuh, berarti motor yang memberikan kemampuan untuk bergerak. Bila otot-otot ini tidak digunakan maka otot tersebut akan kehilangan kemampuannya untuk berkontraksi dan akan membuat berkurang ukurannya. Bila otot tidak aktif untuk jangka waktu yang cukup lama, maka fungsinya akan berkurang atau bahkan terhenti. Oleh karena itu, gerak badan merupakan hal yang berperan penting dalam mempertahankan fungsi otot dalam tubuh. Otot rangka memiliki struktur serat atau serabut melintang dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron dengan perbesaran kali.

Otot lurik memiliki memiliki beberapa ciri-ciri seperti yang diungkapakan oleh Wirasasmita 17 yaitu fibril-fibrilnya memiliki jalur-jalur melintang gelap anisotrop dan terang isotrop yang tersusun berselang-selang.

Sel-selnya berbentuk silindris dan memiliki banyak inti. Otot rangka atau otot lurik disebut juga otot serat lintang. Otot rangka disebut juga otot sadar voluntary muscle , karena gerakan-gerakan otot ini di bawah kontrol kesadarana atau kemauan kita Helmi, Otot adalah sebuah jaringan konektif yang tugas utamanya adalah berkontraksi yang berfungsi untuk menggerakan bagian-bagian tubuh baik yang disadari maupun yang tidak Wiarto, Otot merupakan alat gerak aktif karena otot memiliki kemampuan untuk berkontaksi dan relaksasi sehingga dapat menggerakkan tulang alat gerak pasif.

Kontraksi otot dapat ditandai dengan memendeknya otot dan relaksasi dapat ditandai dengan memanjangnya otot. Berikut gambar 8 tentang kontraksi otot. Kontraksi Otot Tungkai Sumber: diakses pada hari Selasa, 27 Maret jam WIB Dasar terjadinya kontraksi adalah adanya elemen kontraktil otot aktin dan myosin sebagai respon terhadap adanya rangsang saraf motorik yang diterima oleh motor end place yang akan menimbulkan terjadinya pemendekan fibra otot Sudibjo dkk, Berikut gambar tentang kontraksi otot.

Gambar 9. Komponen jaringan ikat terdiri dari atas dari luar ke dalam fasia superfisialis, fasia profunda, epimisium, perimisium, dan endomisium. Gambaran histologik jaringan otot rangka memperlihatkan beratus-ratus sampai beribu-ribu serat panjang, berbentuk silindrik, yang disebut serat otot fiber Wangko, Otot-otot yang menyusun tungkai dibagi menjadi dua yaitu otot tungkai atas dan otot tungkai bawah.

Berikut adalah otot-otot penyusun tungkai. Illiopsoas h M. Pectineus i M. Gracilis e M. Adductor Magnus b M. Gracillis c M. Semitendinosus d M. Semimembranosus e M. Gluteus Medius Biceps Femoris Long Head i M. Proneus Longus b M. Tibialis Anterior c M.

Ekstensor Digitorum Longus d M. Gastronemeus b M. Plantaris c M. Soleus d M. Fibularis Longus e M. Fibularis Brefis Ketegangan Otot Mekanisme ketegangan otot diawali dengan kontraksi otot yang berlebihan tanpa adanya suatu relaksasi atau istirahat. Ketegangan otot terjadi karena kontraksi otot yang terus menerus sehingga mengakibatkan kerusakan pada serabut otot Stratemeier et al. Ketegangan otot disebabkan oleh sikap tegang yang konstan atau berulang-ulang pada posisi yang sama kan memendekan otot yang akhirnya akan menimbulkan perasaan nyeri.

Keadaan ini tidak terlepas dari kebiasaan buruk atau sikap tubuh yang kurang fisiologi Hayek et al. Pada struktur yang normal, kontraksi otot mengurangi beban ligamen. Apabila otot-otot menjadi lelah, maka ligamen yang kurang elastis akan menerima beban yang lebih berat Stratemeier et al.

Rasa nyeri timbul karena iskemia Spasme otot disebabkan oleh gerakan yang tiba-tiba dimana jaringan otot sebelumnya dalam kondisi yang tegang atau kaku atau kurang pemanasan. Spasme otot memberikan gejala yang khas, yaitu dengan adanya kontraksi otot yang disertai dengan nyeri yang hebat.

Setiap gerakan akan memperberat rasa nyeri sekaligus menambah kontraksi. Ketegangan otot yang tidak diatasi mampu menimbulkan dampak yang berbahaya seperti kerusakan jaringan disekitarnya dan menyebabkan robek Bailey, 3 4. Sejarah Pencak Silat di Indonesia Pencaksilat merupakan salah satu budaya asli bangsa Indonesia, dimana sangat diyakini oleh para pendekarnya dan pakar silat bahwa masyarakat Melayu pada saat itu menciptakan dan mempergunakan ilmu bela diri ini sejak di masa prasejarah.

Pada saat itu manusia menghadapi alam yang keras dengan tujuan mempertahankan hidupnya yang pada akhirnya manusia mengembangkan gerak-gerak bela diri. Perkembangan gerak-gerak bela diri pencak silat di Indonesia mulai dari zaman kerajaan, zaman penjajahan belanda, zaman penjajahan jepang hingga zaman kemerdekaan sampai sekarang, di Indonesia pencak silat merupakan sistem beladiri yang diwariskan Indonesia merupakan negara yang menjadi pusat ilmu beladiri tradisional pencak silat.

Kamus bahasa Indonesia, pencak silat diartikan permainan keahlian dalam mempertahankan diri dengan kepandaian menangkis, menyerang dan membela diri dengan atau tanpa senjata. Pencak silat juga merupakan seni beladiri, sehingga di dalamnya terdapat unsur keindahan dan tindakan.

Pencak silat merupakan hasil budi dan akal manusia, lahir dari sebuah proses perenungan, pembelajaran dan pengamatan. Wongsonegoro, yang saat itu menjabat sebagi ketua Pusat Kebudayaan Kedu.

Teknik Dasar Pencak Silat Gerak dasar pencak silat adalah suatu gerak terencana, terarah, terkoordinasi dan terkendali, yang mempunyai empat aspek sebagai suatu kesatuan, yaitu aspek mental spiritual, aspek bela diri, aspek olahraga, dan aspek seni budaya. Menurut Hariono 8 Gerak dasar pencaksilat adalah gerakan yang mendasari pesilat setelah menguasai sikap dasar untuk melakukan gerak dinamis yaitu arah delapan penjuru mata angin, langkah, dan pola langkah.

Gerak dasar merupakan modal awal bagi pesilat untuk melakukan penyerangan atau pembelaan. Berikut macam-macam gerak pencak silat menurut Johansyah : 1 Teknik Kuda- kuda Posisi ini digambarkan seperti orang yang menunggang kuda agar mudah mengingatnya. Kuda-kuda adalah teknik yang memperlihatkan sikap dari kedua kaki dalam keadaan statis. Menurut Kriswanto 43 di dalam pencak silat, kuda-kuda merupakan suatu posisi yang menjadi tumpuan untuk melakukan sikap pasang sikap standart , teknik-teknik serangan, dan teknik pembelaan diri.

Teknik ini digunakan untuk mendukung sikap Kuda-kuda juga digunakan sebagai latihan dasar pencak silat untuk memperkuat otot-otot kaki. Otot dominan dalam melakukan kuda-kuda adalah quadriseps femoris dan hamstring Johansyah, Ditinjau dari bentuknya, kuda-kuda dapat dibagi menjadi empat, yaitu : a Kuda-kuda tengah b Kuda-kuda samping c Kuda-kuda depan d Kuda-kuda belakang 2 Teknik Serangan Lengan Pencak silat adalah beladiri yang menggunakan lengan dan tungkai.

Lengan mempunyai peranan penting baik sebagai alat serang maupun alat bela. Teknik penggunaan lengan sebagai alat serang disebut pukulan. Jenis-jenis pukulan ada banyak macamnya, namun yang akan dibahas hanya beberapa saja yang biasa dilakukan. Serangan tungkai lebih dikenal dengan tendangan.

Berikut adalah teknik dasar tendangan yang membutuhkan kekuatan dan kecepatan. Ada dua jenis sapuan, yaitu sapuan tegak dan sapuan rebah. Sapuan tegak mengarah ke mata kaki, sedangkan sapuan rebah mengarah ke betis bawah. Berdasarkan arah geraknya, ada dua jenis guntingan, yaitu guntingan luar dan guntingan dalam.

Belaan terbagi menjadi dua, yakni tangkisan dan hindaran. Tangkisan adalah suatu teknik belaan untuk menggagalkan serangan lawan dengan melakukan tindakan menahan serangan lawan dengan tangan, kaki dan tubuh. Gerakan tangkisan selalu disertai dengan sikap kuda-kuda Kriswanto, Pada awalnya, UKM Pencak Silat merupakan gabungan dari beberapa perguruan pencak silat yang berkumpul menjadi satu untuk mengadakan latihan bersama-sama, tempat latihannya juga berpindah-pindah.

Di dalam UKM Pencak Silat terdapat berbagai aliran dimana antara satu dengan yang lainnya saling menghargai, menghormati, dan saling Tidak tertutup kemungkinan bagi para pemula yang ingin belajar pencak silat dari awal 0 untuk menjadi anggota karena UKM Pencak Silat selalu menangani secara khusus bagi para pemula sehinnga tidak menutup kemungkinan untuk dapat meraih prestasi sama seperti yang lainnya.

Bagi warga baru yang sudah mempunyai prestasi dan berangkat dari aliran tertentu, UKM Pencak Silat memberikan peluang bagi semua untuk mengembangkan prestasi secara optimal. Terbuka kemungkinan bagi semua warga untuk berprestasi dalam berbagai even setelah melewati seleksi. Adapun penelitian yang sudah ada yang dapat digunakan sebagai sumber penelitian yaitu : 1. Kaye et al. Hasil penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa manipulasi masase olahraga berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar asam laktat dalam darah setelah latihan anaerobik.

Kerangka Berpikir Pencak silat merupakan salah satu cabang bela diri yang dapat menghasilkan prestasi olahraga. Prestasi olahraga pencak silat tidak dapat dihasilkan dengan mudah. Seorang atlet untuk mendapatkan prestasi harus melakukan latihan yang rutin.

Setiap pesilat yang mengalami cedera membutuhkan penangan khusus, seperti medis dan terapi masase yang salah satunya sporst massage dan deep tissue massage. Terapi masase merupakan upaya dalam memulihkan penyakit atau cedera dengan menggunakan masase. Masase merupakan teknik manipulasi Terapi masase yang digunakan untuk pemulihan yaitu sports massage dan deep tissue massage karena kedua masase tersebut merupakan ilmu pengetahuan terapan yang termasuk dalam bidang terapi dan rehabilitasi, pengobatan maupun sports medicine, yang dapat membantu dalam proses penyembuhan dan rehabilitasi pasca cedera, salah satunya ketegangan otot pasca olahraga.

Umumnya terjadi karena adanya kelelahan pada otot sehingga otot terus berkontraksi. Berdasarkan uraian di atas, maka pesilat yang mengalami ketegangan otot dapat diminimalisir dengan pemberian terapi masase untuk membantu pemulihan dan untuk membantu pencapaian prestasi yang diinginkan.

Adapun gambar dari kerangka berpikir sebagai berikut: Pertanyaan dan Hipotesis Penelitian Berdasarkan kajian pustaka di atas, maka hipotesis alternatif dalam penelitian ini adalah: 1. Ada pengaruh sports massage terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah atlet pencak silat putra UNY. Ada pengaruh deep tissue massage terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah atlet pencak silat putra UNY. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian pre-experimental design dengan model one-group pretest-postest design.

Pada penelitian ini subjek penelitian adalah pesilat UNY yang mengalami ketegangan otot ekstremitas bawah setelah latihan.

Penentuan diagnosa pada ketegangan otot ekstremitas bawah tersebut dengan menggunakan angket skala numerik. Subjek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu: kelompok A1 adalah kelompok penelitian yang diberikan perlakuan sports massage, dan A2 adalah kelompok penelitian yang diberikan perlakuan deep tissue massage. Sebelum dan sesudah perlakuan diberikan sebuah angket derajat nyeri untuk pemeriksaan awal pretest dan pemeriksaan akhir posttest. Desain penelitiannya sebagai berikut: Pretest A1 Pretest A2 X1 X2 Posttest B1 Posttest B2 Keterangan: A1 : pemberian angket skala numerik sebelum perlakuan sports massage B1 : pemberian angket skala numerik setelah perlakuan sports massage A2 : pemberian angket skala numerik sebelum perlakuan deep tissue massage B2 : pemberian angket skala numerik setelah perlakuan deep tissue massage Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah pesilat Universitas Negeri Yogyakarta berjumlah 50 orang, selanjutnya ditentukan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi: 1 Mahasiswa UKM Pencak silat UNY, 2 Aktif berlatih 3 Jenis kelamin lakilaki, 4 Usia tahun; dan kriteria eksklusi 1 Tidak sedang sakit, 2 Tidak sedang cedera 3 ; didapat jumlah sampel sebanyak 20 orang.

Sampel subjek penelitian yang berjumlah 20 orang dibagi menjadi 2 kelompok menggunakan teknik ordinal pairing, setiap kelompok berjumlah 10 orang. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal Maret D. Definisi Operasional Variabel Variabel dalam penelitian ini terdiri dari sports massage, deep tissue massage, dan ketegangan otot ekstremitas bawah. Berikut secara operasional definisi masing-masing variabel penelitian.

Sports massage yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pemberian manipulasi sports massage pada bagian tungkai dengan repetisi kali pada setiap teknik manipulasinya dan dilakukan dalam waktu menit. Pemberian sports massage ini setelah melakukan latihan dengan Deep tissue massage yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah pemberian manipulasi deep tissue massage pada bagian tungkai dengan repetisi kali pada setiap manipulasinya dan dilakukan dalam waktu menit.

Pemberian deep tissue massage ini setelah melakukan latihan dengan tujuan untuk mengurangi ketegangan otot setelah latihan, memperlancar aliran darah, dan mempercepat metabolisme. Ketegangan otot ekstremitas bawah yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keluhan otot yang dapat mengakibatkan gangguan pada otot ekstremitas bawah sehingga dalam melakukan gerakan akan merasakan ketidaknyamanan akibat overloading kelebihan beban pada otot yang terjadi pada pesilat setelah melakukan latihan pencaksilat.

Otot ektremitas bawah terdiri dari otot tungkai atas bagian depan, otot tungkai bawah bagian depan, otot tungkai atas bagian belakang, dan otot tungkai bawah bagian belakang. Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data 1. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat yang digunakan untuk mendapatkan hasil derajat ketegangan otot yaitu: a. Untuk memberikan gambaran mengenai Skala 0 : tidak nyeri 2.

Skala : nyeri ringan 3. Skala : nyeri sedang 4. Skala : nyeri berat 5. Skala 10 : nyeri sangat berat b. Standart Operasional Stopwatch Stopwatch merupakan alat yang digunakan untuk menghitung waktu pada saat masseur melakukan perlakuan baik sports massage ataupun deep tissue massage. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu: a. Peneliti meminta ijin untuk melakukan pengambilan data penelitian kepada sampel yang merupakanmahasiswa UKM Pencak Silat UNY dengan membawa surat penelitian.

Peneliti menentukan sejumlah sampel penelitian dari populasi, dan diperoleh sejumlah 20 sampel penelitian yang kemudian dibagi menjadi 2 kelompok. Sampel penelitian diberikan pengarahan terkait petunjuk teknis pengisian inform concent lembar kesediaan menjadi sampel penelitian dan waktu penelitian. Peneliti menyiapkan instrumen penelitian berupa lembar SOP sports massage dan deep tissue massage serta standar skala numerik. Peneliti mengambil data pretest kepada sampel sejumlah 20 orang.

Data yang diambil berupa nilai tingkat ketegangan otot setelah melakukan latihan. Peneliti melakukan pembagian 2 kelompok perlakuan. Perlakuan sports massage diberikan kepada kelompok 1, dan perlakuan deep tissue massage diberikan kepada kelompok 2, yang dibantu oleh ahli masase. Peneliti mengambil data posttest kepada sampel sejumlah 20 orang. Data yang diambil berupa nilai tingkat ketegangan otot setelah debrikan perlakuan sports massage dan deep tissue massage.

Peneliti mengumpulkan data mentah hasil pengukuran dan kemudian diolah menggunakan spss. Teknik Analisis Data Dari data penelitian yang diperoleh ini, dilanjutkan dengan menganalisis data kemudian ditarik kesimpulan dengan menggunakan statistik parametrik.

Deskriptif Analisis data deskriptif adalah cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Adapun tujuan dari deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan atau hubungan antar fenomena yang diselidiki.

Uji Normalitas Uji normalitas sebenarnya merupakan suatu uji prasyarat dalam mengadakan suatu pengujian terhadap normal tidaknya sebaran data yang Pengujian dilakukan tergantung pada variabel yang akan diolah. Uji Homogenitas Di samping terdapat pengujian terhadap penyebaran nilai yang akan dianalisis, perlu adanya uji homogenitas agar yakin bahwa kelompok-kelompok yang membentuk subjek penelitian berasal dari populasi yang homogen.

Uji Hipotesis Uji hipotesis dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji paired t test. Uji paired t test ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh sports massage dan deep tissue massage terhadap pemulihan ketegangan otot. Deskripsi Data Deskripsi data dilakukan untuk dapat memperoleh kesimpulan dalam pelaksanaan penelitian, maka data yang telah diperoleh selanjutnya adalah mengolah data tersebut agar skor yang telah diperoleh mempunyai arti.

Pengolahan data dalam suatu penelitian dilakukan untuk menemukan jawaban rumusan masalah yang telah diajukan sebelumnya.

Data yang dihasilkan melalui data pretest dan posttest sports massage dan pretest dan posttest deep tissue massage. Hasilnya berupa angka-angka yang diperoleh dari dua kelompok sampel, yaitu kelompok sports massage dan kelompok deep tissue massage. Instrumen diberikan pada masing-masing kelompok sebanyak dua kali yaitu pada saat pretest dan posttest.

Berikut akan diuraikan hasil deskripsi data dari masingmasing kelompok yang diambil. Data Pretest dan Posttest Derajat Ketegangan Otot Ekstremitas Bawah Kelompok Sports Massage Data pretest derajat ketegangan otot pada otot ekstremitas bawah kelompok sports massage diperoleh dari hasil tes pengukuran pada sampel penelitian, yang mana pengambilan data awal dilaksanakan sebelum sampel penelitian mendapatkan treatment Data akhir posttest derajat ketegangan otot pada otot ekstremitas bawah kelompok sports massage diperoleh dari hasil tes pengukuran pada sampel penelitian, yang mana pengambilan data dilaksanakan sesudah sampel penelitian mendapatkan treatment berupa sports massage.

Berikut disajikan deskripsi data pretest dan posttest derajat ketegangan otot ekstremitas bawah kelompok sports massage. Tabel 1. Hasil deskripsi statistik data tes akhir posttest dengan jumlah sampel 10 sepuluh orang diperoleh skor rata-rata sebesar 2. Dapat dilihat juga bahwa terdapat penurunan rata-rata dari pretest ke posttest yang artinya bahwa Histogram data pretest dan posttest kelompok sports massage b.

Data Pre test dan Post test Derajat Ketegangan Otot Ekstremitas Bawah Kelompok Deep Tissue Massage Data pretest derajat ketegangan otot pada otot ekstremitas bawah kelompok deep tissue massage diperoleh dari hasil tes pengukuran pada sampel penelitian, yang mana pengambilan data awal dilaksanakan sebelum sampel penelitian mendapatkan treatment berupa deep tissue massage.

Data akhir posttest derajat Berikut disajikan deskripsi data pretest dan posttest derajat ketegangan otot pada ekstremitas bawah kelompok deep tissue massage. Tabel 2. Hasil deskripsi statistik data tes akhir posttest pada perlakuan deep tissue massage dengan jumlah sampel 10 sepuluh orang diperoleh skor rata-rata 2.

Dapat dilihat juga bahwa terdapat penurunan rata-rata dari pretest ke posttest yang bermakna bahwa terdapat penurunan ketegangan otot pada otot ekstremitas bawah pada sampel penelitian setelah mendapatkan treatment berupa deep tissue massage. Histogram data pretest dan posttest kelompok deep tissue massage Pengujian Prasyarat Analisis Pengujian prasyarat analisis dilakukan sebelum melakukan analisis data. Prasyarat yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas dan uji homogenitas.

Hasil uji prasyarat analisis disajikan sebagai berikut: a. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah semua variabel berdistribusi normal atau tidak.

Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov, Shapiro-walk dalam perhitungan menggunakan program SPSS serie Untuk mengetahui normal tidaknya adalah jika sig. Hasil perhitungan yang diperoleh sebagai berikut: Tabel 3. Kesimpulan 1. Pre Test SM Normal 2. Post Test SM Normal 3. Berdasarkan tabel dan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa data pretest dan posttest treatment sports massage maupun treatment deep tissue massage memiliki nilai sig.

Dengan demikian salah satu syarat pengujian statistik sudah terpenuhi. Uji Homogenitas Langkah selanjutnya setelah uji normalitas dilakukan, peneliti melakukan uji homogenitas, yang mempunyai tujuan yaitu untuk mengetahui homogen tidaknya data dalam suatu penelitian.

Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui tingkat kesamaan varians antara dua kelompok yaitu kelompok sports massage dan kelompok deep tisue massage. Untuk mengetahui homogen tidaknya adalah jika sig. Berikut ini adalah rangkuman dari hasil pengolahan uji homogenitas yang diolah dengan menggunakan uji lavene lavene statistic yang dapat dilihat pada tabel berikut: Ringkasan Hasil Uji Homogenitas Kelompok sig.

Berdasarkan hasil analisis uji homogenitas yang menggunakan uji lavene lavene statistic menunjukkan bahwa seluruh data pretest dan posttest pada setiap kelompok mempunyai nilai sig.

Dengan demikian kedua kelompok bersifat homogen dan normal sehingga memenuhi syarat untuk dilakukan uji t. Pengujian Hipotesis Untuk menjawab rumusan masalah yang diajukan, maka uji hipotesis yang digunakan adalah dengan menggunakan uji paired sampel t-test. Uji paired simple t-test dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari Pegujian hipotesis dalam penelitian ini yaitu 1 sports massage berpengaruh terhadap pemulihan ketegangan otot ekstermitas bawah dan 2 deep tissue massage berpengaruh terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah.

Hipotesis I: Sport Massage Berpengaruh Terhadap Pemulihan Ketegangan Otot Ekstremitas Bawah Untuk membuat keputusan apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak, maka didefinisakan sebagai berikut: H 0 : sports massage tidak berpengaruh terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah, H 1 : sports massage berpengaruh terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah. Kriteria pengambilan keputusan uji hipotesis dengan cara membandingkan nilai probabilitas sig.

Kriteria keputusannya adalah sebagai berikut: 1 apabila sig. Hasil uji hipotesis disajikan pada tabel sebagai berikut: Deviation Std. Karena nilai probabilitas sig.

Pada tabel di atas juga diketahui bahwa nilai mean sebesar dengan peningkatan terrendah sebesar dan peningkatan tertinggi sebesar artinya terdapat pengaruh dari treatment sports massage terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah. Berdasarkan hasil pengolahan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa treatment sports massage berpengaruh terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah dengan nilai mean sebesar dengan nilai terrendah sebesar dan nilai tertinggi sebesar secara signifikan.

Hipotesis II: Deep Tissue Massage Berpengaruh Terhadap Pemulihan Ketegangan Otot Ekstremitas Bawah Untuk membuat keputusan apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak, maka didefinisakan sebagai berikut: H 0 : deep tissue massage tidak berpengaruh terhadap pemulihan ketegangan Hasil uji hipotesis disajikan pada tabel sebagai berikut: Tabel 6.

Mean Std. Pada tabel di atas juga diketahui bahwa nilai mean sebesar dengan peningkatan terrendah sebesar dan peningkatan tertinggi sebesar artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari treatment deep tissue massage terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah. Berdasarkan hasil pengolahan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa treatment deep tissue massage Kedua, Adakah pengaruh deep tissue massage terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah pada atlet pencak silat putra UNY?

Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa sports massage dan deep tissue massage berpengaruh terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah pada atlet pencak silat Universitas Negeri Yogyakarta. Pengaruh sport massage terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah Berdasarkan hasil penelitian treatment sports massage yang didapat dari hasil analisis uji paired t-test menunjukkan bahwa nilai mean sebesar dengan nilai terrendah dan nilai tertinggi yang berarti sports massage berpengaruh terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah.

Pemberian treatmen sports massage pada atlet pencak silat dapat mengurangi ketegangan otot yang dirasakan pada ekstremitas bawah. Pemberian manipulasi sports massage bertujuan untuk melancarkan peredaran darah. Sports massage akan membantu proses Selain itu, sports massage juga bermanfaat untuk meningkatkan kekenyalan otot, mengurangi ketegangan syaraf, dan mengurangi rasa nyeri, sehingga dapat digunakan untuk membantu proses pemulihan ketegangan otot ektremitas bawah.

Menurut Arofah secara fisiologis, masase terbukti dapat menurunkan denyut jantung, meningkatkan tekanan darah, meningkatkan sirkulasi darah dan limfe, mengurangi ketegangan otot, dan meningkatkan ruang gerak sendi serta mengurangi rasa nyeri. Pemberian sports massage pada seluruh anggota tubuh maupun bagian tubuh tertentu akan meningkatkan sistem kerja tubuh.

Salah satu contoh adalah pemberian sports massage pada bagian ekstremitas bawah pada atlet pencak silat setelah melakukan aktivitas fisik atau latihan. Pemberian sports massage pada bagian ekstremitas bawah pada atlet pencak silat setelah latihan akan memberikan efek memeperlancar proses penyerapan sisa-sisa pembakaran yang berada di dalam jaringan otot yang dapat menimbulkan kelelahan sehingga baik untuk membantu mempercepat proses recovery.

Menurut Hermawan 51 pemberian sports massage akan memperlancar aliran darah, merilekskan otot, dan merangsang sistem kerja tubuh, sehingga ketegangan otot akan berkurang dan otot pun akan kembali normal. Masase setelah latihan atau aktivitas fisik diberikan setelah melakukan pendinginan dan stretching.

Hal ini bertujuan untuk Selain itu dilakukan juga upaya untuk mengurangi nyeri paska latihan yang terjadi segera maupun beberapa saat setelah kerja fisik, memelihara jangkauan sendi dan meningkatkan peredaran darah dan limfe pada otot yang mengalami ketegangan Arofah, Manfaat dari sports massage setelah latihan dapat membantu mempercepat pemulihan otot untuk dapat kembali pada keadaan rileks dan istirahat.

Masase pada keadaan ini terjadi peningkatan balikan darah vena venous return sehingga dapat meningkatkan proses pembersihan sisa metabolisme.

Pengaruh deep tissue massage terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah Berdasarkan hasil penelitian treatmen deep tissue massage yang didapat dari hasil analisis uji paired t-test menunjukkan bahwa nilai mean sebesar dengan nilai terrendah dan nilai tertinggi yang berarti deep tissue massage berpengaruh terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah. Pemberian treatmen deep tissue massage pada atlet pencak silat dapat mengurangi ketegangan otot yang dirasakan pada ekstremitas bawah.

Pemberian deep tissue massage bermanfaat untuk membantu merangsang aliran darah dan meringankan ketegangan otot, sekaligus mengurangi tekanan psikologis dan melepaskan "hormon bahagia" seperti serotonin dan oksitosin. Menurut Kaye et al. Deep tissue massage dapat menurunkan jumlah kortisol yang beredar di seluruh tubuh. Koritsol dikenal sebagai hormon stress, namun bukan karena stres emosional.

Ini berfungsi untuk "melawan efek buruk stress fisiologis akut dalam tubuh" Hakana, Deep tissue massage baik diberikan kepada atlet yang mengalami nyeri otot dan kelelahan otot akibat aktivitas fisik yang berat karena bermanfat untuk membantu mengurangi nyeri dan membantu mempercepat recovery pasca latihan.

Menurut Johnson bahwa deep tissue massage dapat bermanfaat untuk: 1 menurunkan tekanan darah tinggi, 2 meningkatkan ruang gerak persendian, 3 mengurangi ketegangan otot, 4 dapat memberikan efek menenangkan. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini telah dilakukan dengan semaksimal mungkin, namun tidak terlepas dari keterbatasan-keterbatasan yang ada, yaitu: 1.

Dalam penelitian ini sampel penelitian yang diteliti masih sedikit, sebatas pada atlet pencaksilat putra Universitas Negeri Yogyakarta. Peneliti tidak dapat mengkontrol faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hasil tes, seperti kondisi tubuh, faktor psikologis, dan sebagainya. Penelitian eksperimen ini merupakan eksperimen semu yang artinya eksperimen ini tidak dilakukan sebanyak 16 kali pertemuan karena adanya keterbatasan waktu, biaya, dan sebagainya.

Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang disajikan pada bab sebelumnya, maka terdapat beberapa kesimpulan diantaranya: 1. Ada pengaruh sports massage terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah pada atlet pencak silat Universitas Negeri Yogyakarta.

Ada pengaruh deep tissue massage terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah pada atlet pencak silat Universitas Negeri Yogyakarta. Implikasi Hasil Penelitian Berdasarkan kesimpulan penelitian, maka implikasi hasil penelitian adalah adanya pengaruh yang signifikan antara sports massage dan deep tissue massage terhadap pemulihan ketegangan otot ekstremitas bawah, sehingga masseur dapat memilih salah satu dari kedua masase tersebut untuk membantu pemulihan ketegangan otot.

Saran Berdasarkan beberapa kesimpulan di atas, terdapat beberapa saran yang dapat disampaikan. Bagi masseur untuk memberikan treatment yang lebih bervariasi lagi sebagai upaya untuk merelaksasi tubuh sehingga tubuh dapat recovery dengan cepat.

Perlu diadakan penelitian lanjutan dengan menambah variabel lain sebagai pembanding. Dalam skripsi ini masih banyak kekurangan, untuk itu bagi peneliti selanjutnya hendaknya mengembangkan dan menyempurnakan penelitian ini. Ilmu Kedokteran Olahraga. Jakarta: EGC. Ambarukmi, D. Masase Olahraga. Arikunto, S. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Paraktik.

Jakarta: Rineka Cipta. Arovah, N. Dasar-Dasar Fisioterapi pada Cedera Olahraga. Masase dan Prestasi Atlet. Bailey, J. Muscle Spasms and Stiffness. Multiple Sklerosis Society Of Ireland. Dan kita digunakan dengan 6pcs baterai , dan 24V tinggi. Kekuatan untuk terapi gelombang kejut.

Q: Produk Ini berasal dari china? A: Ya, itu berasal dari China. Q: Apakah Anda sebuah pabrik atau perusahaan perdagangan? A: Ya, kami adalah pabrik. A: Sampel gratis, hanya membayar biaya pengiriman.

Q: Bagaimana dengan Waktu Pengiriman? A: Pesanan Sampel: days setelah menerima pembayaran penuh. Pesanan OEM: days setelah menerima deposit. Q: Bagaimana dengan syarat pembayaran?

Itu bisa Nego di bawah kondisi khusus. Q: Dapatkah Anda melakukan desain bagi kita? A: Ya, kami memiliki tim desain kami sendiri. Untuk membuat sempurna dan desain profesional dengan Anda sendiri logo konsep dan persyaratan khusus.

Langkah 1, tolong beritahu kami apa spesifikasi dan jumlah yang Anda butuhkan; Langkah 2, maka kita akan membuat PI untuk Anda untuk mengkonfirmasi rincian pesanan; Langkah 3, ketika kami mengkonfirmasi semuanya dapat mengatur pembayaran Langkah 4, akhirnya kami memberikan barang dalam waktu yang ditentukan. Lihat gambar lebih besar. Obral terlaris di. Logo kustom Min. Order: Pengemasan kustom Min. Order: Lainnya. Kustomisasi grafis Min.

Order: Lebih Sedikit. Mulai Order Hubungi Supplier. Order : Beli Sampel. Detail Produk. Profil Perusahaan. Rincian cepat. Tempat asal: Guangdong, China. Sertifikasi Produk. RoHS Bersertifikat. Online Customization. Video Description.

Fitur: 1 20 Adjustable Tingkat kecepatan dengan indikator LED sentuh layar 2 HD digital layar sentuh display 3 jenis pengganti kepala pijat 4 Penampilan produk dilapisi dengan lapisan minyak terasa bahan serat karbon yang memungkinkan Anda untuk tahan lebih nyaman 5 Brushless pengurangan kebisingan motor kerja dB adalah tentang 65db 6 Baterai berlalu IMSDS sertifikasi US peraturan British peraturan peraturan Eropa 7 15 menit otomatis fungsi waktu 8 Bantalan impor 9 Zhuoneng asli lithium battery 10 Produk akan berhenti bekerja secara otomatis untuk melindungi perangkat, jika Di bawah tahan besar Deskripsi Produk.

Informasi Perusahaan. Keuntungan kami. Dan kita digunakan dengan 6pcs baterai , dan 24V tinggi Kekuatan untuk terapi gelombang kejut. Tidak persis apa yang anda inginkan? Pencarian Terkait: pijat sinus perangkat untuk pijat vakum eletric pijat. China : sparkle gun air gun disc plastik gun.