Cerita sex tante lia - Video Terbaru Hari ini

Cerita sex tante lia - Video Terbaru Hari ini

Dengan temen sendiri di mobil seru sekali mainnya. Asoy Abis

389.112 views

Punya istri orang jepang asyik main tiap hari

381.090 views

Mahasiswi kedokteran, muka nerd tp seksi banget

306.982 views

Yang lagi viral, main di kost sendiri

316.331 views

Jilban pinter sepong di mobil pacar

322.572 views

Hentai terbaru, eksekusi temen sekolah baru kenal

309.678 views

Pijat plus-plus, dateng masa ga pake celana dalam

315.098 views

Ngintip kakak sendiri maen sama pacar ampe becek

364.226 views

Seru maen HP, Ga sadar di eksekusi temen sendiri

390.082 views

Dirayu pas pijat, terapis jilbab sepong dan crot di dalem

377.203 views

Mainkan Dan Menangkan Semua Taruhan Togel bersama GOTOGEL

LOGIN

DAFTAR

Mama dan tante kini menjadi sedikit pendiam, sementara aku kini makin gairah menikmati hante. Mama kembali mengangguk dan merintih. Panggil saja pak Simo, jawabnya sambil menghembuskan asap rokok lintingan yang beraroma aneh itu. Aku cuma cerita sex tante lia memejamkan mata dan menikmati setiap kuluman dan jilatan dari tanteku itu. Wati mengusap-usap dadaku. Tangan kirinya memegang kepalaku dan menekankan ke selangkangannya. Next video.


Apa keasyikan ngobrolnya apa emang sengaja Aku juga enggak bisa ngerti, tapi yang pasti sih aku kadang puas banget sampai-sampai kebayang kalau lagi tidur. Sampai-sampai aku bengong ngeliat Tante Lia. Cuaca agak mendung dan tak cerita sex tante lia turun pijatan mengurangi sakit kepala. Aku hanya menurut saja. Suatu siang Skip to content Cerita Bokep Seks — cerita mesum ini berawal dari kisah nyataku soal hubungan seks. Warnanya kemerahan.


Ia menjilati sekujur penisku yang masih diselaputi lendir dan sperma seolah-olah ingin membersihkannya, aku hanya bisa termangu menikmatinya sampai kemudian ia bangkit berdiri dan berjalan ke bagian belakang rumah. Pak Simo kini mengangkat betis mama dan ditumpangkan di pundaknya, sehingga pinggul mama terdongak ke atas, lalu ia beringsut ke depan dan makin tinggi mengangkat bagian bawah tubuh mama hingga vagina mama tepat di depan mulutnya, dan dengan rakus ia jilati liang senggama ibu kandungku itu, mama yang seperti orang kayang itu mulai menceracau ribut.

Pemandangan sensual itu membuat senjata biologisku yang tadinya layu mulai bangkit kembali secara perlahan. Dan malam itu kejutan belum berakhir, ibunya Asih muncul dari belakang rumah mendekatiku, dan sebleum ia duduk menemaniku, ia tanggalkan satu-satunya alat penutup tubuhnya, kain batik lusuh itu jatuh pelan ke permukaan lantai, yang segera ia pungut untuk di letakan di atas bantal.

Mataku nanar menyaksikan tubuh semok berbalut kulit sawo matang itu dengan payudara besar duduk mendekat disampingku, dan tanpa tedeng aling-aling langsung meraup batang penisku dan mengusap-usapnya pelan. Dan aku pun mulai berani juga mulai meremas-remas payudara montok yang jauh lebih besar dari milik anak gadisnya, mungkin sebesar punya mama, lalu menjamah memeknya dan mengutil-ngutil klitorisnya, membuat matanya merem melek dan nafasnya mulai mendengus.

Pak Simo lalu menurunkan tubuh mama, lalu bangkit berdiri melepaskan celana sontog yang mirip celana pakaian silat, batang kontolnya yang besar yang melebihi ukuran milikku itu telah mengacung berdiri dengan gagahnya. Ia menaiki dipan lalu mengangkangi dada mama, dengan menjambak rambut mama, ia arahkan kepala mama hingga ujung kepala penisnya menyundul bibir mama.

Mata mama membelalak, seperti orang bingung. Ayo, nduk, emuten!! Mama yang dalam matanya seperti ada penolakan namun seperti terhipnotis mulai mengulum kontol lelaki asing itu, ia melirikku dan matanya seperti terkejut menyaksikanku duduk telanjang didampingi isteri pak Simo yang juga dalam keadaan bugil dan sibuk mengocok-ngocok batang kemaluan puteranya.

Dan hal itu membuat mama terbatuk-batuk, lalu melepaskan paksa kontol Pak Simo. Apa-apaan ini! Kembali ia berontak melepaskan diri, ia melirik ke arah tante Lia. Kak Lia, tol Perasaanku sendiri tak karu-karuan, antara kasihan dan nafsu, namun agaknya yang terakhirlah yang dominan, apalagi melihat kini seolah-olah mama lah yang rakus menghisap-hisap kontol pak Simo. Puas mengobrak-abrik mulut mama, pak Simo merangkak mundur, membuka lebar-lebar kedua paha ibu kandungku yang kini dengan pasrah menanti dieksekusi.

Lalu dengan posisi setengah duduk ia paksa mendesakkan kontol besar itu ke mulut memek mama, dan karena sangat besar membuat proses penetrasi berjalan lambat, mama sampai membelalakan mata dan mengerang seperti mengejan sampai akhirnya benda keras itu tertelan sepenuhnya. Agak lama pria tua membiarkan kelaminnya berdiam dalam genggaman vagina mama, sepertinya ia menikmati betul hal itu, sampai kemudian mulai menariknya ke belakang pelan,lalu dimasukkan kembali.

Setiap gerakan membuat mama merintih dan meringis dan mulai menggigiti jemarinya, sementara pak Simo kian aktif mengayunkan pantatnya maju mundur seaktif tangan-tangannya yang dengan kasar meremasi tetek montok mama, dan kulihat batang kontolnya berkilauan basah tanda telah diselaputi lendir vagina ibu kandungku.

Membuatku merasa iri melihat pria tua itu menikmati tubuh indah perempuan yang telah melahirkanku, dan membuatku menjadi seperti dendam sehingga kemudian isterinya yang berada disampingku kurebahkan, kubuka lebar selangkangannya dan tanpa ba bi bu kutusukkan batang kontolku ke lubang senggamanya yang ternyata telah basah. Rumah gubuk itu kembali diramaikan simfoni sensual, erangan mama dan isteri pak Simo sahut menyahut mengiringi suara eranganku dan pria paruh baya itu.

Keringat mulai membanjiri tubuh-tubuh yang terlibat persetubuhan terlarang malam itu. Sekian menit kemudian, pak Simo mencabut kontolnya, menimbulkan seperti suara angin keluar dari vagina mama, kemudian memutar tubuh mama dan menarik pinggangnya hingga menungging, lalu kembali liang senggama mama mendapat tusukan dahsyat alat kelamin pria bukan suaminya itu.

Kepalanya terdongak karena rambut ikalnya dijambak dan mulutnya kembali merintih-rintih ribut setengah menjerit. Aku pun kemudian melakukan hal yang sama, memaksa bu Simo menungging, pantatnya yang bahenol itu kugigiti hingga puas, ia hanya cekikikan ringan, lalu Kembali suara kecipak kelamin beradu memenuhi seantero ruangan.

Tetek bu Simo segera kutangkap dan kuremas-remas sekeras-kerasnya. Tiba-tiba mama mengejang dan menjerit panjang, dan pak Simo pun seolah memberi jeda waktu menghentikan hentakannya membiarkan mama menikmati orgasmenya. Mama terus menggeram hingga kemudian tubuhnya kembali rileks dan kembali terguncang-guncang dahsyat akibat dientot dari belakang. Menyaksikan bagaimana ibu kandungku mengalami orgasme di depan mataku sendiri, menimbulkan sensasi dahsyat dan membuatku tak mampu mencegah menyemprotkan air mani di dalam remasan memek bu Simo.

Lama kunikmati ejakulasi itu sampai akhirnya aku terduduk lemas meninggalkan pantat bu Simo yang seperti anaknya tadi, membersihkan seluruh batang kontolku dengan hisapan mulut dan jilatan lidahnya hingga ke lubang anusku.

Ia kemudian beranjak ke belakang meninggalkan aku sendirian menyaksikan adegan dahsyat persetubuhan terlarang ibuku dan pak Simo. Tubuh mama berkilauan cahaya temaram lampu akibat basah oleh keringat. Mama melirik ke arah belakang dengan mata sendu dan mengangguk. Kowe minta dipuasi, Nduk?

Mama kembali mengangguk dan merintih. Aku tak tahu mama dalam keadaan sadar atau tidak, atau tengah terkena mantra hipnotis pak Simo, tapi tetap saja membuat senjata biologisku kembali mengacung tegak. Lelaki normal manapun siapa yang tak akan terangsang melihat tubuh bugil wanita sexy usia 43 tahun itu, tak terkecuali anak kandungnya sendiri, yaitu aku.

Sekian menit kemudian kembali mama mengejang dan berteriak genit ketika orgasmenya datang kembali. Kembali pak Simo terdiam sekian detik hingga orgasme mama reda.

Namun kemudian ia mencabut batang kontolnya dari mama, dan kembali suara seperti kentut keluar dari memek mama yang kemudian rebah terbaring tengkurap dengan nafas masih terengah-engah. Sekarang, giliran kakakmu yang cerewet itu minta dipuasi. Ia menekuk lutut tante dan melebarkan pahanya, setengah terduduk kembali ia desakan kepala kontolnya kepada wanita bukan isterinya itu, tante Lia. Sama seperti mama tadi, benda keras itu agak tersendat masuk pusat kewanitaan tante, membuat tante Lia pun terbangun dengan wajah meringis.

Ia agak bingung sesaat dan sama seperti mama tadi, ia mulai panik dan mengutuk-ngutuk. Apa-apaan ini, jangan kurang ajar, pergi! Tangan pak Simo segera mampir dan meremas-remas kuat tetek tante yang lebih besar dari punya mama. Kembali ayunan pinggul pria tua itu menghentak-hentak dahsyat menghasilkan suara becek gesekan kelamin.

Jangan berhenti Pak tua itu dengan ganas menyutubuhi tante, kali ini ia letakan betis tante di dadanya, membuat pantat tante setengah terdongak. Persetubuhan haram nan dahsyat membawa efek berantai bergoyang-goyangnya dipan tua itu beserta penghuni di atasnya, mama yang masih mabuk dalam kepuasan seksualnya, dan tetek tante berguncang bagai gempa bumi dengan skala tertinggi. Ingin aku mendekat dan meremas-remasnya, tapi aku masih sungkan, sadar posisiku sebagai anak dan keponakan dari dua wanita matang yang cantik dan sensual itu.

Pak Simo hanya perlahan mengayun-ayun pinggulnya hingga orgasme tante Lia reda. Lalu memutar tubuh tante dan menarik pinggulnya ke belakang, kembali wanita kerabatku itu disetubuhi dari belakang oleh pria tua asing yang sepertinya mempunyai kekuatan seksual luar biasa, lebih dari satu setengah jam ia belum juga mencapai orgasme padahal telah menyetubuhi dua wanita cantik kakak beradik itu.

Kembali mulut sensual tante mengerang dan merintih-rintih ribut. Beberapa menit kemudian, pak Simo menepuk pantat bahenol mama, yang tanpa instruksi lebih lanjut langsung kembali menungging. Tangan pak Simo segera kelayapan mengelus-elus vagina mama lalu mulai memasukan dua jarinya, kini rumah itu diributkan suara desahan, rintihan sepasang wanita kakak beradik yang tengah dicabuli pria yang bukan haknya. Aku menyaksikan hal itu dengan mulut ternganga, jika ada kapas jatuh mengenai batang kontolku yang mengeras munkin saat itu pula aku bisa orgasme.

Dan sekian menit kemudian, dua wanita kakak beradik itu kembali mengeluarkan teriakan pelampiasan rasa puas luar biasa. Aku menduga-duga, apakah mereka seliar itu jika dengan suami masing-masing? Aku kira tidak, mengingat selama ini aku mengenal mereka sebagai wanita yang cukup konservatif. Pertunjukan belum berakhir, ketika dua wanita itu masih dalam keadaan setengah sadar dengan orgasme masing-masing, pak Simo meninggalkan tubuh menungging tante Lia, bergeser mendekati mama, dan bleess!!!

Tapi tentu saja, vagina tante tidak lama menganggur, jemari-jemari pak Simo segera menggantikan tugas kontolnya tadi. Aroma seks memenuhi setiap sudut gubuk berdinding bambu itu. Kamu mau pejuhku, Nduk? Pak Simo kian brutal menggasak mama dari belakang hingga kembali suara jeritan puas keluar dari bibir merekah mama. Dan kembali pak Simo memindahkan penis besarnya ke memek tante Lia, sama dengan yang dilakukan pada mama, ia menghajar buas tante Lia sehingga tak sampai 5 menit kembali menceracau dan mengejang karena orgasme.

Sekarang, masing-masing kalian kuberi pejuhku Padahal aku sendiri paling lama orgasme sekitar setengah menit. Pak Simo bangkit meninggalkan mama lalu berjalan memutari dipan ke arah kepala tante yang masih setia menungging. Kamu, wanita cerewet, bersihkan kontolku!!! Kamu juga, bersihkan!! Si bajingan yang beruntung, pikirku. Pak Simo lama menatap mereka berdua dengan wajah puas tanpa mempedulikanku yang kini menderita dengan kontol tegang tanpa pelampiasan.

Ia mengenakan kembali celananya, berjalan menuju kursi tamu dan kembali melinting tembakau, lalu kembali beranjak dan duduk di sampingku sambil mengisap rokok. Tinggal satu syarat lagi, ujarnya. Aku diam mendengarkan sambil tetap menyaksikan pemandangan indah di depan.

Kamu harus menyetubuhi dua perempuan di dipan itu ujarnya lagi membuatku terkejut. T-tapi, tapi nggak mungkin, Pak. Mereka kan ibu dan tante saya! Saya tahu, sampeyan juga terangsang kan melihat tubuh ibu dan bude sampeyan? Hmm, saya tahu sampeyan takut. Jangan khawatir, mereka akan aku bikin tidak sadar, mereka pikir kamu adalah aku. Lalu ia menghembuskan asap rokok ke arah mama dan tante. Sekarang lakukan! B-benar neh, Pak? Ia mengangguk meyakinkanku.

Dengan gemetar aku berjalan ke arah dipan dimana mama dan tante kini terbaring telentang menengadah. Tubuh bugil mereka masih bermandikan keringat, dan nafas mereka teratur naik turun membawa serta dua gunung kembar masing-masing. Mata mereka terpejam dengan bibir tersungging senyum.

Mataku nanar menyaksikan memek mama yang masih setengah terbuka akibat masuknya benda oversize ke situ tadi, juga demikian halnya dengan memek tante Lia. Kini sadarlah aku apa yang menyebabkan ejakulasi berlangsung begitu lama, dari masing-masing organ kewanitaan mereka, masih mengalir keluar lelehan sperma yang luar biasa banyaknya, genangannya di atas tikar bahkan selebar dua piring makan. Bahkan belum berhenti mengalir ketika kuelap dengan kain kemben yang dipakai mama sampai beberapa kali usapan.

Kutatap pak Simo, ia kembali mengangguk. Aku gemetar menyentuh vagina mama dan tante Lia bergantian, bingung menentukan mana yang harus kusetubuhi lebih dulu. Setelah menimbang sekian detik, kuputuskan untuk lebih dulu ngentot mama, aku penasaran ingin mencicipi liang dimana aku dulu lahir.

Dengan segera aku jongkok di antara dua paha mama, mengarahkan kepala jamur ungu merapat bibir memek mama, lalu bless!!! Perlahan tapi pasti aku memasuki lubang setelah 17 tahun aku keluar dari situ.

Tadinya aku terkejut, tapi melihat tatapan matanya yang kosong seolah tak melihat diriku, membuatku sedikit tenang, dan mulai mengayun-ayunkan pantatku.

Sensasinya sungguh sulit digambarkan dengan kata-kata. Tanganku mulai menjamah payudara mama, bahkan masih sekeras milik Asih, pikirku. Aku kemudian rebah di atas tubuh mama, menciumi ketiaknya, menghirup dalam-dalam aroma parfum bercampur keringat bau khas wanita. Pheromone, demikian istilah yang aku tahu dari Discovery Channel, aroma khas buat penarik pasangan. Mama terus merintih-rintih lewat bibirnya yang setengah terbuka, membuatku gemas ingin segera melumatnya.

Kini lidah kami saling membelit, tapi tanganku seperti punya kreatifitas sendiri, kini aku meremas-remas payudara tante Lia yang terbaring di sisi mama. Dan akhirnya ganti kulumat bibirnya sambil terus menusuk-nusukan batang kontolku dalam memek mama. Ruangan itu diramaikan kembali rintihan manja dua wanita kakak beradik yang aku cabuli.

Puas mencicipi rongga kelamin tempat aku lahir, aku beringsut ganti mencoba mencicipi liang di mana dua orang sepupuku lahir dari situ.

Tante kembali ribut merintih. Dan seperti tadi, bergantian aku lumat bibir tante dan mama, demikian juga payudara montok masing-masing, bergantian aku jamah. Aku yang tengah mabuk dalam kekuasaan kini menginginkan mencicipi tubuh sexy mereka dari belakang, Ayo nunging! Bagai kerbau dicucuk hidung, mereka dengan gemulai mulai ambil posisi nungging. Keindahan pantat-pantat menonjol mereka luar biasa, membuatku tak menahan diri untuk meremas-remasnya dan mengigitinya hingga mereka meringis.

Anus-anus mereka juga begitu mengoda untuk digarap, namun rekahan bibir vagina jauh lebih menarik, pikirku. Dan kali ini secara bergantian kuentot ibu kandung dan tanteku dari belakang. Jika kontolku berganti sasaran, maka segera digantikan jemariku, persis seperti yang dilakukan pak Simo terhadap keduanya tadi.

Keringat kami kembali berceceran. Entah karena sudah dua kali orgasme, kali ini aku cukup lama bertahan hingga mampu menghasilkan kembali jeritan kepuasan dari mulut mama dan tante. Dan setelah sekian menit kemudian kurasakan biji pelirku mulai kaku, tanda sesaat lagi aku akan orgasme, agak sedikit bingung memutuskan di memek siapa aku harus ejakulasi, namun tepat ketika giliran mama yang kusetubuhi, aku tak mampu lagi menahan, dan Semburan spermaku membanjiri mulut rahim dimana 9 bulan aku pernah bersemayam di dalamnya.

Untunglah ia masih dalam pengaruh pak Simo. Ingin aku berlama-lama mendekam dalam lubang memek mama, tapi penisku telah mengerut, hingga akhirnya kucabut dan kutinggalkan tubuh mama yang segera rebah tengkurap.

Aku duduk lemas di dipan tempatku tadi. Bagaimana, Pak? Tapi kalau kamu mau, masih ada satu permainan menarik. Aku yang masih lemas tak bergairah bertanya lebih lanjut, tetapi di dalam hati aku ingin kembali menggarap dua wanita di depanku itu.

Akupun di suruhnya untuk menaik turunkan pantatku dan tak lama kurasakan ada sesuatu yang hangat mengalir dari dalam vagina Tante Lia. Hmm sungguh pengalaman pertamaku dan juga kurasakan vagina Tante Lia mungurut-urut penisku dan juga menyedotnya. Kurasakan Tante Lia sudah orgasme dan permainan kami terhenti sejenak. Tante Lia tidak mencabut penisku dan membiarkanya di dalam vaginanya.

Akupun langsung mengiyakan tanpa mengetahui maksudnya dan Tante Liapun langsung mengocok penisku dengan vaginanya dengan posisi yang seperti tadi. Tante enak banget achh.. Tante Lia pun langsung bangun dan mengulum penisku yang masih lengket dengan cairan kewanitaanya, tanpa malu dia menghisapnya dan tak lama menyemburlah cairan maniku untuk yang ke 2 kalinya dan seperti yang pertama Tante Lia pun menelannya dan menghisap ujung kepala penisku untuk menyedot habis maniku dan akupun langsung lemas tapi disertai kenikmatan yang alang kepalang.

Kami pun langsung mandi ke kamar mandi berdua dengan telanjang bulat dan kami melakukannya lagi di kamar mandi dengan posisi Tante Lia menungging di pinggir bak mandi. Aku melakukannya dengan cermat atas arahan Tante Lia yang hebat. Selasai itu jam pun menunjukan pukul 1 siang langsung makan siang dengan telur dadar buatan Tante Lia, setelah itu kamipun capai sekali sampai-sampai tertidur dengan Tante Lia di sampingku, tapi tanganku kuselipkan di dalam celana dalam Tante Lia. Kami terbangun pada pukul 3 sore dan sekali lagi kami melakukannya atas permintaan Tante Lia, tepat jam kami mengakhiri dan kembali mandi, dan rombongan ibu-ibu pun pulang pukul 6 sore.

Esoknya kamipun pulang ke jakarta dan di mobil pun aku duduk di samping Tante Lia yang semobil denganku. Mami yang menyopir ditemani Ibu Herman di depan. Di dalam mobilpun aku masih mencuri-curi memegang barangnya Tante Lia.

Sampai sekarang pun aku masih suka melakukannya dengan Tante Lia bila rumahku kosong atau terkadang ke hotel dengan Tante Lia. Sekali waktu aku pernah mengeluarkan spermaku di dalam sampai 3 kali. Kini Tante Lia sudah dikarunia 2 orang anak yang cantik. Baru kuketahui bahwa suami Tante Lia ternyata menagalami ejakulasi dini.

Sebenarnya kini aku bingung akan status anak Tante Lia. Yah, begitulah kisahku sampai sekarang aku tetap menjadi PIL Tante Lia bahkan aku jadi lebih suka dengan wanita yang lebih tua dariku.

Pernah juga aku menemani seorang kenalan Tante Lia yang nasibnya sama seperti Tante Lia, mempunyai suami yang ejakulasi dini dan suka daun muda buat obat awet muda, dengan menelan air mani pria muda.

Kisah Memek. Publish on September 27, views. Cerita Lainnya: Kisah Memek pacarku dan tukang ojek. Related video Cerita Sex Thalia Prev video. Next video. Video Bokep Eropa Halle Von pirang dientot memek pink. Video bokep Cinta dimusim Panas, Gerson dan Mindy. Astagaaaaaa… Rupanya semalam aku lupa memasukkan burungku kedalam sangkarnya dan mulai pagi tadi dilihat sama tante Lia. Aku merasakan jari tante Lia memegang penisku bagian tengahnya, sesaat kemudian aku merasakan kepala penisku menyeruak suatu lubang yang agak lebar sehingga gampang masuknya, aku merasakannya sambil memejamkan mata dan menikmatinya.

Ketika baru sepertiga masuk aku merasakan ujung penisku membentur semacam dinding yang berlobang kecil sekali, dan lobang itu kayaknya seperti cincin, kepala penisku terarah kesana dan kurasakan pemilih lobang itu yaitu tante Lia berusaha untuk memasukkan kepala penisku kelobangnya namun agak kesulitan. Kurasakan tekanan tante Lia makin kuat terhadap penisku dan sepertinya kulit kepala penisku terkupas oleh cincin itu rasanya nyilu nyilu enak sehingga aku keluar suara.

Kembali kurasakan jepitan cincin itu makin kuat dan penisku sepertinya tersiram air hangat didalam vagina tante Lia, akupun kehilangan kendali merasakan jepitan itu dan tidak dapat menahan sesuatu yang akan keluar dari dalam penisku dan aku terpekik akh… Crooot…croot..

Aku melihat kearah penisku, disana ternyata banyak berlepotan cairan berwarna putih, ada yang kental ada yang bening sebagian lagi ada di bulu-buluku yang masih halus, aku berpikir dalam hati. Seandainya tes ini dilakukan setiap hari, mungkin aku tidak adak menolaknya…. Suatu hari aku dipanggil pimpinanku ke dalam ruangannya. Aku menduga-duga apa gerangan sebabnya aku dipanggil mendadak begini. Setelah selesai membaca satu surat barulah dia menatapku. Hari ini apa yang masih harus diselesaikan?

Aku berpikir sejenak sambil mengingat apalagi tugas yang harus kuselesaikan segera hari ini. Ada apa Pak? Sebenarnya bukan untuk urusan kantor kita sih. Hanya kebetulan saja pas dia ada di sini, jadinya sekalian aja. Dia menginap di Bekasi. Tadi dia telpon katanya minta tolong agar diantarkan surat yang kemarin Dik Anto buat konsepnya untuk dipelajari, jelaskan aja detailnya. Nanti Dik Anto antar saja ke sana dan bayar bill hotel beliau.

Layani sampai selesai urusannya, kalau perlu nanti nggak usah kembali ke kantor. Besok beliau kembali. Kalau mobil kantor pas kosong, pakai taksi aja soalnya ini penting.

Uangnya ambil di kasir! Bergegas aku ke kasir sambil cek di resepsionis ada mobil kantor lagi kosong atau tidak. Ternyata semua mobil lagi dipakai. Jadi aku naik taksi ke Bekasi. Setelah sampai di hotel yang dituju, aku segera menemui Pak Jay, dan menyerahkan berkas yang dimaksud. Setelah dia bertanya tentang detail dari berkas tadi, dia katakan bahwa dia sudah mengerti dengan isinya dan setuju.

Hanya ada perbaikan redaksional saja. Begini saja, konsep ini saya bawa dulu. Perbaikannya nanti menyusul saja. Hanya redaksional kok. Aku kemudian membereskan bill di front office. Tiba-tiba saja petugas hotel memanggilku. Kebetulan semua urusan saya selesai hari ini jadi saya bisa pulang siang nanti. Dik Anto tunggu sebentar di bawah ya! Sebentar kemudian dia sudah datang dan minta dipanggilkan taksi.

Kupanggilkan taksi, dia naik dan katanya. Aku menggangguk dan tersenyum saja. Setelah taksinya pergi, aku berpikir kalau dia jadi pulang, sementara bill sudah dibayar penuh sampai besok, sayang rasanya. Biar aja kuisi kamarnya sampai besok, toh besok juga libur. Aku lapor ke resepsionis. Tapi tolong beresin dulu kamarnya, saya mau jalan dulu sebentar. Boleh kan? Akhirnya saya keliling-keliling di Kota Bekasi. Nggak ada yang aneh sih. Setelah beberapa lama, capek juga rasanya badanku.

Aku akhirnya masuk ke sebuah panti pijat tradisional. Siapa tahu dapat massage girl yang oke, setelah dipijat nanti gantian kita yang memijatnya. Seperti biasa begitu masuk di ruang depan aku disodori foto-foto close up yang cantiknya mengalahkan artis. Mbak yang jaga mengomentari sambil sekalian promosi. Si A pijatannya bagus dan orangnya supel, Si B agak cerewet tapi cantik, Si C hitam manis dan ramah dan lain-lainnya. Aku sih tidak tertarik dengan promosinya.

Pilihanku biasanya berdasarkan feeling saja. Pada saat lihat-lihat foto, ada wanita yang masuk. Kulihat sekilas, kalau dia massage girl di sini aku pilih dia saja. Kuiyakan dan disuruhnya aku masuk ke kamar VIP, ada AC-nya meskipun berisik dan tidak terlalu dingin. Sambil menunggu di dalam kamar, kuamat-amati sekelilingku. Sebuah kamar berukuran 3 X 2 meter dengan sebuah spring bed untuk satu orang dan sebuah meja kecil yang di atasnya ada cream pijat dan handuk.

Pintunya ditutup dengan korden kain sampai ke lantai. Kulepaskan pakaianku tinggal celana dalam saja. Iseng-iseng kubuka laci meja kecil di sampingku. Tidak lama kemudian gadis pemijat yang kupesan sudah muncul. Kuamati lagi dengan lebih teliti. Kulitnya putih, tinggi untuk ukuran seorang wanita dengan perawakan seimbang. Ia mengenakan celana panjang hitam dan kaus putih.

BH-nya yang berwarna hitam nampak jelas membayang di badannya. Aku berbaring di atas spring bed. Ia mulai memijat jari dan telapak kakiku. Mas kerja di Sensus ya?

Meskipun jawabannya begitu tapi dari nada suaranya dia tidak marah. Akhirnya sambil memijat aku tahu namanya, Wati, berasal dari Palembang. Pijatannya sebenarnya tidak terlalu keras. Sepertinya dia pernah belajar tentang anatomi tubuh manusia sehingga pada titik-titik tertentu terasa agak sakit jika dipijat. Pelan sedikit dong! Kalau dipijat sakit berarti ada bagian yang memang tidak beres.

Kupikir benar juga pendapatnya. Aku sedikit pernah baca tentang pijat refleksi yang membuka simpul syaraf dan melancarkan aliran darah sehingga metabolisme tubuh kembali normal. Ia memijat pahaku. Ada urat yang sedikit ketarik Mas. Memang beberapa hari ini, entah karena kelelahan bekerja atau sebab lain sehingga pada pagi hari saat bangun tidur adik kecilku kondisinya kurang tegang.

Aku tidak terlalu memperhatikan karena pikiran memang lagi fokus untuk menyelesaikan pekerjaan minggu ini.

Tangannya beberapa kali mulai menyenggol kejantananku yang terbungkus celana dalam. Tapi herannya aku sama sekali nggak terangsang. Kucoba untuk menaikkan pantatku dengan harapan tangannya bisa lebih ke depan lagi, tapi ditekannya lagi pantatku. Kali ini tangannya benar-benar meremas adik kecilku. Tapi sekali lagi aku heran, karena nggak bisa terangsang. Tangannya kini memijat pinggangku. Ibu jarinya menekan pantatku bagian samping dan jari lainnya memijat-mijat sekitar kandung kemih.

Beberapa hari pasti tidak dikeluarkan ya Mas? Lagi-lagi tebakannya benar. Aku tidak tahu dia asal tebak atau memang ada ilmunya untuk hal-hal seperti itu. Aku mulai merasa rileks dan mengantuk.