Cerita sex rumah kontrakan - Video Terbaru Hari ini

Cerita sex rumah kontrakan - Video Terbaru Hari ini

Dengan temen sendiri di mobil seru sekali mainnya. Asoy Abis

389.112 views

Punya istri orang jepang asyik main tiap hari

381.090 views

Mahasiswi kedokteran, muka nerd tp seksi banget

306.982 views

Yang lagi viral, main di kost sendiri

316.331 views

Jilban pinter sepong di mobil pacar

322.572 views

Hentai terbaru, eksekusi temen sekolah baru kenal

309.678 views

Pijat plus-plus, dateng masa ga pake celana dalam

315.098 views

Ngintip kakak sendiri maen sama pacar ampe becek

364.226 views

Seru maen HP, Ga sadar di eksekusi temen sendiri

390.082 views

Dirayu pas pijat, terapis jilbab sepong dan crot di dalem

377.203 views

Mainkan Dan Menangkan Semua Taruhan Togel bersama GOTOGEL

LOGIN

DAFTAR

Dia merasakan betapa dari setiap pandangan mata Mas Diran pada bagian-bagian tubuhnya membuat dirinya sangat bangga dan tersanjung. Sambil terengah-engah, kami berbaring telanjang bersama-sama di ranjang. Sambila berciuman tanganku langsung kuarahkan ke dalam celana dalamnya dan memainkan gundukkan rambut kemaluannya dengan mengelus-elusnya. Meski sudah sering merasakannya, tak urung cerita sex rumah kontrakan membuatku mengerang dengan pinggul melengkung ke arahnya. Siska tersenyum saat melihatku mulai membelai diri sendiri, sementara Ece membenamkan kepalanya kontrskan dalam di antara kedua pahanya. Tipah kegelian dengan meluaskan kangkang-nya.


Salah satu lelaki yg tinggal di kosku sebut saja namanya Heldy sangat baik padaqu rujah aqu punya perasaan kalo dia naksir aqu. Di hari H, tiba-tiba saja Mitha sakit. Resent post. Snooker game Kegemaranku kebetulan cerita sex rumah kontrakan olahraga yang santai, aku Larsih setengah tidak percaya akan apa yang sedang terjadi hingga Mas Diran membantu tangannya meremas-remasi batang penisnya itu. Sudin sudah berpakaian kemas.


Sudin ke-dapor untuk memanggil Tipah. Tipah datang sambil mendukung bayi pertama mereka. Mak Aji minta untuk memangku bayi tersebut, kerana Tipah hendak ke-dapur untuk mengambil air minuman.

Pak Aji bertanya berkenaan dengan wang sewa yang sudah tiga bulan tak di-jelaskan. Mendengarkan itu Sudin dengan nada sedih menceritakan segala yang menimpa diri-nya dari awal hingga akhir. Mendengarkan penjelasan dari Sudin, Pak Aji menampakkan reaksi sedih dan berjanji akan cuba membantu dengan menyuruh Sudin sekeluarga berpindah ke-kebun-nya yang kata-nya dalam beberapa minggu lagi penjaga yang sedia ada akan berhenti kalau kena cara-nya.

Sudin tertunduk mendengarkan kata-kata Pak Aji yang dia anggap ikhlas untuk membantu. Pak Aji menghampiri dan membisikkan sesuata kepada Sudin. Sudin tersentak mendengarkan bisikan Pak Aji. Tetapi apabila memikirkan masa depan dan bekalan dadah yang berterusan Sudin menjadi serba salah. Tanpa berbincang dengan Tipah terlebih dulu Sudin setuju dengan syarat Pak Aji bayar down payment.

Pak Aji senyum sambil menghulurkan beberapa keeping not biru muda yang di-sambut riang oleh Sudin. Setelah habis meneguk air kopi yang di-sediakan oleh Tipah, Pak Aji dan Mak Aji minta diri untuk pulang. Sambil melangkah keluar Pak Aji menepok bahu Sudin yang Sudin seorang mengerti maksudnya kerana persetujuan telah di-capai.

Tipah tunduk dengan air-mata-nya berlinangan. Sudin memujuk dengan bersungguh. Akhir-nya Tipah berhenti menangis setelah termakan akan kata-kata Sudin. Sudin sudah berpakaian kemas. Tipah sedang menetekkan bayi-nya apa kedengaran satu ketukan di-daun pintu.

Dia menghulurkan sesuatu kepada Sudin sambil memberitahu yang dia akan bermalam di-rumah Sudin kerana isteri-nya telah pergi ke-Ipoh. Sebelum Sudin meninggalkan rumah, Pak Aji minta dia membawa masuk segala barang keperluan dapur yang ada di-bawanya bersama.

Selesai memunggah semua barang-barang Sudin bersiul-siul kecil menonggang motor capcai buruknya menuju ke-sarang. Pak Aji menutup pintu dan terus duduk di-sebelah Tipah yang masih menetekkan bayinya. Tipah terpaksa senyum walaupun hati kecilnya membantah.

Pak Aji cuba memegang tetek Tipah yang sebelah lagi. Tipah membiarkan saja. Kerana kurang selesa Pak Aji menyuruh Tipah menanggalkan baju T-nya. Tipah akur dalam kaedaan terpaksa. Setelah puas menyonyot putting tetek Tipah silih berganti dengan bayi yang sedang menetek Pak Aji ke-dapur untuk menjerang air.

Sebelum bertarung Pak Aji mesti membuat persediaan yang rapi dengan meminum kopi campur ramuan tongkat ali bersama jadam khas yang ada di-bawa bersama.

Tipah ke-dapur mendapatkan Pak Aji ssetelah bayi-nya tidur. Pak Aji senyum bila Tipah menghampiri dan menyuakan kepada Tipah secawan kopi. Mereka berbual dengan berbagai kata pujian di-ucapkan oleh Pak Aji terhadap diri Tipah yang kecil molek.

Walau pun Tipah bertubuh kecil dan tak sampai lima kaki tinggi, tetapi susuk badan-nya mengiurkan. Tipah memaksa diri-nya untuk senyum. Kerana hingga ke-saat ini Tipah masih belum boleh menerima hakikat akan perilaku Sudin.

Setelah lama mereka berbual di-dapur, Pak Aji mengendung Tipah menuju ke-bilik tidur sambil mematikan switch lampu dapur dan ruang tamu.

Sampaidi-bilik Pak Aji duduk berlunjur bersandar di-dinding katil. Tipah di-baringkan dengan berbantalkan peha-nya. Tangan Pak Aji mula merayap-rayap ke-dalam baju T yang di-pakai Tipah untuk meramas-ramas tetek yang agak bulat dan berisi. Sekali-sekala Pak Aji mencium dahi Tipah sambil berkata. Lagi pun Sudin sudah mengizinkan. Kini yang Pak Aji nantikan hanya jawapan positif dari Tipah. Di- kala itu baju T dan bra yang di-pakai Tibah telah berjaya di-buka oleh Pak Aji.

Kini tangan-nya mengosok-gosok perut dan terus merayap ke-celah kelengkang Tipah dan terus berbicara. Dalam sedang berbicara dengan berhemah Pak Aji berjaya menanggalkan pentis biru muda Tipah. Kini jari-jari-nya bermain di-lurah lembah Tipah membuatkan Tipah sedikit terangsang tambahan dengan nonyotan putting tetek-nya. Tipah kini berada di-persimpangan jalan kerana termakan dengankata-kata manis di-tambah lagi dengan tangan dan mulut Pak Aji yang pandai memainkan peranan. Kini Tipah sudah hampir memenuhi hajat Pak Aji kerana gelodakan nafsu-nya yang mukin sukar di-bendung bak empangan yang akan pecah kerana tak dapat menahan lempahan aliran air yang deras.

Begitu-lah rangsangan yang sedang Tipah hadapi dek permainan Pak Aji yang begitu berdeplomasi. Tipah di-baringkan dengan cermat dan mencium pipinya. Pak Aji mengunakan segala pengelaman yang ada dengan sebaik mungkin, kerana dia mahu biar Tipah benar-benar terangsang dan merelakan.

Pak Aji menopok sekeping lurah yang indah kegemaran si-gembala kambing dengan meniup seruling bambunya. Pak Aji memainkan jari-jari-nya di-sekeliling lurah yang di-tumbuhi oleh rumput-rumput halis. Tipah kegelian dengan meluaskan kangkang-nya.

Kumainkan lidahku di sekitar puting sambil tanganku tetap bermain di lubang kemaluannya. Mbak Lina tidak dapat menahan seranganku karena rangsangan yang aku berikan membuatnya semakin mengerang dan memelukku erat-erat. Aku buka resluiting celana jeansku kemudian tangan Mbak Lina ku bimbing untuk memainkan penisku yang sudah mulai tegang.

Dengan lembutnya Mbak Lina mengelus dan mengocok penisku. Keruan saja semakin lama penisku semakin tegang keras, dan rangsangan yang timbulkannya membuatku ingin sesegera mungkin memasukkannya ke liang kenikmatan Mbak Lina. Kami berdua sudah tidak dapat menahan rangsangan lagi selanjutnya aku berjongkok untuk membuka celana pendek dan celana dalamnya. Kami sempat saling bertatapan seolah-olah sudah tidak bisa membendung lagi gairah yang muncul dan ingin secepatnya memasukkan rudalku ke lubang kemaluannya.

Dengan hanya membuka setengah celana jeansku sebatas dengkul aku mulai mengambil alih posisi di atasnya. Untuk memberikan sensasi yang lebih aku gesekkan penisku di kemaluan Mbak Lina sehingga membuat Mbak Lina tidak kuat menahan rasa geli.

Lama aku menggesek-gesekan penisku di atas lubang kemaluannya hingga aku lihat Mbak Lina sudah tidak tahan lagi, kemudian kau masukkan rudalku ke lubang kemaluan Mbak Lina yang wangi. Perlahan aku tusuk rudalku dan Mbak Lina membuka lebar-lebar kakinya agar memudahkan rudalku masuk ke lubang kewanitaannya. Sambil memegang panggul dan pantatku Mbak Lina membantuku memasukkan dan mengeluarkan penisku dari lubang kemaluannya. Pada saat rudalku menusuk Mbak Lina menekan pantatku sehingga seluruh penisku masuk semuanya ke dalam lubang kenikmatan tersebut sambil aku putar pantatku.

Vagina Mbak Lina memang kuakui sangatlah lain dan memiliki daya tarik dan daya rangsangan yang tinggi. Sewaktu aku menarik dan memasukkan penisku ke dalam kemaluannya sensasi yang aku terima begitu dasyat sekali karena dinding vaginanya menyempit ketika penisku masuk dan memijit-mijit batang penisku, ini sensasi yang baru buatku.

Begitu nikmatnya vagina Mbak Lina, selain batang penisku dipijit-pijit oleh dinding vaginanya juga penisku serasa disedot setiap kali penisku di dalam vaginanya. Walaupun ukuran penisku standar tidak seukuran orang bule tapi sensasi lubang vagina Mbak Lina seakan-akan menyempit.

Kami berdua saling mengerang kenikmatan, terlebih-lebih aku karena nikmatnya yang tiada tara. Peluh keringat terus mengucur dan Mbak Lina masih tahan dengan gempuran rudalku. Kepala Mbak Lina semakin bergerak ke kiri dan ke kanan sambil terus tidak henti-hentinya mengerang dengan mata tetap tertutup merasakan kenikmatan gesekan rudalku. Aku ingin berganti posisi di bawah untuk menambah sensasi tapi Mbak Lina menolaknya karena takut dia tidak mendapatkan orgasme yang sebentar lagi akan datang.

Dengan kecewa aku menuruti kemauannya walaupun aku merasa dengan posisinya di atas kenikmatan yang luar biasa akan kami peroleh. Aku semakin mempercepat gerakanku dengan maju mundur.

Semakin cepat gerakkanku semakin aku merasakan ledakan akan keluar dari dalam tubuhku. Aku tidak tahan lagi dengan sensasi yang diberikan oleh lubang kemaluannya Mbak Lina yang dasyat itu, maka aku merasakan orgasmeku akan datang. Mas aku keluaarr.. Lalu aku muncratkan spermaku di dalam vaginanya sambil aku peluk dia dan kukulum bibirnya yang mungil dan kami saling berpagutan berciuman merasakan kenikmatan yang sedang berlangsung. Semakin kencang spermaku keluar semakin kencang aku mencium dan menyedot bibirnya yang tentu saja membuatnya semakin menyedot pula dan mencengkeram serta memelukku erat karena tidak tahan dengan nikmatnya orgasme setelah ngeseks.

Kami berdua sama-sama lemas dan masih merasakan sisa kenikmatan ngeseks yang terakhir. Sambil masih terus berciuman dan rudalku masih menancap di lubang kemaluannya. Denyutan dari dinding kewanitaan Mbak Lina masih bisa aku rasakan di batang rudalku yang begitu nikmatnya. Lama kami berpelukan sampai pada akhirnya aku pamitan karena takut suaminya pulang atau tetangga yang lain akan curiga.

Dengan pandangan mata yang sendu Mbak Lina melepas aku pergi, aku tahu bahwa sebetulnya dia masih menginginkan penisku untuk dimasukkan ke dalam lubang kemaluannya lagi tapi karena sesuatu hal dia mengerti tidak mungkin melakukannya lagi. Ini adalah pengalaman yang tidak bisa aku lupakan karena sampai saat ini belum pernah aku merasakan vagina yang senikmat Mbak Lina.

Sebenarnya aku ingin sekali lg mencicipi vaginanya Mbak Lina tapi setelah kejadian itu kami tidak pernah bertemu lagi karena rumahku dan rumahnya berjauhan, selain itu aku dengar bahwa mereka juga telah pindah rumah ke orangtuanya. Demikianlah sepenggal pengalamanku yang sangat mengasyikkan. Video Rate: 2. Publish on 1st Dec views. Starbet99 Bahkan pintu belakang rumah kami bisa menuju rumah tetanggaku karena pintu belakangnya berhadap-hadapan yang langsung menuju kamar mandi.

Related video Cerita Dewasa Ketika Diri Prev video.