Cerita sex istri konglomerat - Video Terbaru Hari ini

Cerita sex istri konglomerat - Video Terbaru Hari ini

Dengan temen sendiri di mobil seru sekali mainnya. Asoy Abis

389.112 views

Punya istri orang jepang asyik main tiap hari

381.090 views

Mahasiswi kedokteran, muka nerd tp seksi banget

306.982 views

Yang lagi viral, main di kost sendiri

316.331 views

Jilban pinter sepong di mobil pacar

322.572 views

Hentai terbaru, eksekusi temen sekolah baru kenal

309.678 views

Pijat plus-plus, dateng masa ga pake celana dalam

315.098 views

Ngintip kakak sendiri maen sama pacar ampe becek

364.226 views

Seru maen HP, Ga sadar di eksekusi temen sendiri

390.082 views

Dirayu pas pijat, terapis jilbab sepong dan crot di dalem

377.203 views

Mainkan Dan Menangkan Semua Taruhan Togel bersama GOTOGEL

LOGIN

DAFTAR

Mantan pacarku tersayang 2 Perselingkuhan 19 Jam - 5 Cerita sex istri konglomerat sedikit-sedikit Shanti membiarkan jari-jariku nyelusup makin meremas toketnya itu. Sementara itu. Tanganku mulai kupermainkan agak nakal sedikit, sambil berharap ngeliat reaksi Shanti. Pak Marlon ini telah dipercaya menjadi supir pribadi suamiku selama hampir https://barnabydixson.com/bokep/massage-el-paso.php tahun. Dosaku terhadap Angga


Dengan manjanya, dia minta dipakaikannya olehku. Pertukaran source puncak - Another story 1 Istri-istri kami Tukar guling Tapi, penis siapa.? Kumainkan lidahku di sekeliling kepala penis itu dan kemudian mengarah ke batang. Istri untuk membayar hutang 5


Mantan pacarku tersayang 2 Mantan pacarku tersayang 3 Love before Y2K 1 Love before Y2K 2 Love before Y2K 3 Love before Y2K 4 Mosaik perselingkuhan para istri 1 Mosaik perselingkuhan para istri 2 Mosaik perselingkuhan para istri 3 Mosaik perselingkuhan para istri 4 Mosaik perselingkuhan para istri 5 Mosaik perselingkuhan para istri 6 Perselingkuhan 19 Jam - 1 Perselingkuhan 19 Jam - 2 Perselingkuhan 19 Jam - 3 Perselingkuhan 19 Jam - 4 Perselingkuhan 19 Jam - 5 Perselingkuhan 19 Jam - 6 Perselingkuhan 19 Jam - 7 Perselingkuhan 19 Jam - 8 Perselingkuhan 19 Jam - 9 Perselingkuhan 19 Jam - 10 Perselingkuhan ibuku 1 Perselingkuhan ibuku 2 Perselingkuhan ibuku 3 Perselingkuhan ibuku 4 Perselingkuhan ibuku 5 Boss wedding 1 Boss wedding 2 Boss wedding 3 Boss wedding 4 Mencoba tukar pasangan Orgasme dengan bertukar pasangan 1 Orgasme dengan bertukar pasangan 2 Orgasme dengan bertukar pasangan 3 Orgasme dengan bertukar pasangan 4 Orgasme dengan bertukar pasangan 5 Orgasme dengan bertukar pasangan 6 Orgasme dengan bertukar pasangan 7 Orgasme dengan bertukar pasangan 8 Orgasme dengan bertukar pasangan 9 Orgasme dengan bertukar pasangan 10 Selingkuh dengan ketua RT 1 Selingkuh dengan ketua RT 2 Selingkuh dengan ketua RT 3 Aku, temanku dan istriku The enduro racer Tukar guling Tukar pacar Tukar pasangan 1 Tukar pasangan 2 Nanik selingkuhku karena suamiku Pagar makan tanaman 1 Pagar makan tanaman 2 Rony yang sejak tadi menunggu di mobil, segera berdiri dan membukakan pintu belakang mobil untukku.

Lalu aku bilang kalau aku ingin duduk di depan. Dengan cepat ia menutup pintu belakang, kemudian membuka pintu depan. Ketika itu, lengannya secara tidak sengaja menyerempet payudaraku, Ups.. Kulihat Rony jadi salah tingkah. Aku tersenyum kepadanya. Kulihat ia memperhatikan bagian bawah tubuhku, ketika aku memasukkan kakiku jenjang dan mulus itu, dan pantatku ke dalam mobil dan mendudukkan pantatku di jok.

Setelah menutup pintu, ia berlari kecil melalui depan mobil ke arah pintu pengemudi. Dari dalam mobil, kulihat bagian atas celana Rony yang menggembung. Di dalam mobil, kamipun kembali ngobrol. Agar lebih akrab, kularang ia memanggilku dengan sebutan nyonya, panggil saja Lia. Makin lama obrolan kami terasa makin akrab, kadang aku tertawa, mendengar obrolan-obrolan lucu yang menyerempet-nyerempet, dan dengan gemas kucubit lengan Rony yang berisi itu.

Kadang kuperhatikan tangannya yang hitam dan kekar itu memegang kemudi. Sungguh macho. Suatu ketika, Rony membanting stir ke kanan secara tiba-tiba, ternyata, karena keasyikan ngobrol, Rony tidak memperhatikan sepeda motor yang ada di depannya. Ketika itu, tubuhku jatuh ke arah kanan, dan secara refleks, tanganku jatuh tepat di bagian kemaluan Rony. Ketika mobil kembali stabil, tak kulepas telapak tanganku di atas celananya itu. Kutatap wajah Rony yang terlihat grogi, salah tingkah, dan memerah.

Tiba-tiba, muncul keberanianku untuk mengelus-ngelus terpedo Rony yang makin lama membengkak itu. Setelah beberapa lama kuelus, tanpa bicara, kuberanikan diri untuk membuka relsliting celananya, kusikap celananya. Tampak terpedo Rony yang begitu ketat dibungkus oleh celana dalamnya, dengan kepala terpedo yang menyembul ke atas CD, seakan berusaha keluar dari sesaknya bungkusan CD itu. Kuselipkan tanganku ke dalam CD-nya.

Untuk beberapa saat kuelus-elus penis Rony yang besar itu. Segera kutundukkan kepalaku ke arah penis Rony, dan kusibakkan CD-nya. Tampak penis Rony yang hitam, besar dan panjang itu dan kelilingi oleh rambut yang lebat dan keriting.

Seperti di film BF, kujulurkan lidahku ke kepala penis Rony. Kujilat-jilat kepala penis yang menyerupai topi Pak tani itu. Kumainkan lidahku di sekeliling kepala penis itu dan kemudian mengarah ke batang. Kukecup-kecup batang penis yang panjangnya kira-kira 2 telapak tanganku itu.

Segera kumasukkan kepala penis itu ke dalam rongga mulutku. Kusedot-sedot penis itu dengan nafsuku yang sudah meletup-letup. Itulah yang kurasakan saat itu, aku dahaga akan seks. Terus kusedot-sedot penis itu, sembari kumainkan lidahku dan mulai kukocok batang penis dengan menggunakan tanganku.

Tiba-tiba aku berfikir, Hei..! Setelah beberapa saat, kulepas penis Rony dari mulutku, dan aku kembali duduk tegak, sementara tanganku masih mengocok penis itu. Gimana Ron, Enak? Enak Lin, Enak banget..! Setelah beberapa lama membicarakan apa yang telah kami alami tadi, aku berinisiatif mengajaknya ke kamar apartemenku yang belum laku tersewa. Sebelum memasuki gerbang apartemen yang di jaga satpam, Rony menutup kembali bagian atas celananya yang terbuka tadi. Setelah tiba di depan pintu apartemen, kubuka pintu apartemen, dan kusuruh Rony untuk menutupnya, sementara aku langsung menuju ke kamar dan menyalakan AC Split.

Setelah itu, aku berbalik, dan ternyata, Rony yang telah melepaskan seluruh bajunya langsung merangkulku dan menjatuhkan tubuh kami berdua di Kasur.

Di ciuminya mukaku, dari pipi, kemudian ke bibirku. Sementara tangan kirinya memegangi kepalaku, tangan kanannya beraksi berusaha melepas celanaku dengan susah payah.

Kusadari kesulitannya membuka celanaku, kemudian kudorong tubuhnya ke arah kanan, dan aku berdiri sambil melepas baju dan celanaku. Sambil kulihat Rony yang tanpa berkedip melihatku melepas bajuku dengan pelan-pelan sekali, sehingga tampak kemolekan tubuhku yang putih dan masih kencang ini.

Kulihat tubuh Rony yang atletis, dengan bulu-bulu kecil dan kriting di dadanya, bentuk badannya yang berbentu huruf V, dan bagian kemaluannya yang besar itu, menjuntai, menantang, hitam legam, berbeda dengan tubuhku yang putih mulus, tanpa ada suatu cacatpun.

Setelah semuanya lepas dari tubuhku, segera kujatuhkan tubuhku di atas tubuh Rony. Kukecup bibirnya yang basah, dan kumainkan lidahku seperti tadi ia memainkan lidahnya. Rony tampak menikmati kegelian permainan tanganku di putingnya. Lalu, kepalaku turun ke putingnya, kujilat putingnya, kuisap dan kadang kugigit kecil puting Rony yang berwarna hitam gelap itu. Rony sekali lagi menikmati permainanku, tangannya mengusap-usap kepalaku dengan gemas.

Setelah beberapa saat, di dorongnya tubuhku ke arah kiri, gantian sekarang, putingku yang merah kecoklat-coklatan di isapnya dengan ganas. Selama beberapa menit, kunikmati permainannya yang ganas di payudaraku. Kemudian, tangannya yang tadi memegang payudaraku, tiba-tiba beralih mengusap-usap selangkanganku. Oh, usapan lembut itu, sudah lama tak kurasakan dari seorang lelaki. Biasanya suamiku dulu , sebelum menancapkan batangnya, ia mengelus-elus vaginaku dengan lembut, sama seperti yang kurasakan saat ini.

Elusan itu lama-lama semakin cepat, memainkan clitoris di selangkanganku. Nafasku terus memburu, mengikuti gerakan jari-jemari Rony yang terus memainkan clitorisku dengan tempo yang makin cepat, sementara mulut Rony belum lepas dari payudaraku yang semakin menegang dan keras.

Kucoba kutahan cairan itu keluar. Tapi tak bisa kebendung kenikmatan yang telah meletup-letup itu dan aahhgg.. Kenikamatan orgasme. Lidahnya menjilat-jilat vaginaku sambil sesekali menyedot-nyedotnya. Sambil kurasakan kenikmatan tiada tara itu, pikiranku melayang.. Selagi pikiranku melanglang buana, tiba-tiba Rony menimpa tubuhku, dan menciumi mukaku dengan lembut.

Bagaimana Lia, puas..? Ron, kamu belum..? Aku mengerti maksudnya. Kunaikan kakiku, merangkul pinggangnya.