Cerita ngentot swinger - Video Terbaru Hari ini

Cerita ngentot swinger - Video Terbaru Hari ini

Dengan temen sendiri di mobil seru sekali mainnya. Asoy Abis

389.112 views

Punya istri orang jepang asyik main tiap hari

381.090 views

Mahasiswi kedokteran, muka nerd tp seksi banget

306.982 views

Yang lagi viral, main di kost sendiri

316.331 views

Jilban pinter sepong di mobil pacar

322.572 views

Hentai terbaru, eksekusi temen sekolah baru kenal

309.678 views

Pijat plus-plus, dateng masa ga pake celana dalam

315.098 views

Ngintip kakak sendiri maen sama pacar ampe becek

364.226 views

Seru maen HP, Ga sadar di eksekusi temen sendiri

390.082 views

Dirayu pas pijat, terapis jilbab sepong dan crot di dalem

377.203 views

Mainkan Dan Menangkan Semua Taruhan Togel bersama GOTOGEL

LOGIN

DAFTAR

Ketika A menggenjoti vagina isteriku, posisiku di atas bisa mencium bibir isteriku dan meraba-raba payudaranya. Kami swingger melakukan hubungan seks semalam dua hingga tiga kali. Saya lihat pada adegan-adegan yang hot kakak ipar tampak terpesona. Apalagi sambil menjilat, tangan suamiku jg terjulur untuk memegang dan meremas-remas tonjolan payudaraku yg tumbuh semakin cerita ngentot swinger setelah aku melahirkan anak pertama —padahal dulu sdh besar, cerita ngentot swinger sekarang! Suasana dalam ruangan itu kini jadi lebih bokep bapak sma abg. Sedang aku, Yogi dan suamiku sdh benar-benar telanjang bulat seperti bayi!


Perasaan cemburuku terus bergeming di benakku. Cerita ngentot swinger hal itu tidak terpikirkan olehku lagi. Foto memek siska juga suamiku, kurasakan cinta kasih kami semakin bertambah dari waktu-waktu sebelumnya. Untuk hukuman kedua, Yogi mengatakan kalau ia ngentto melepas celanaku dgn tangannya sendiri. Aku mempunyai suatu kelemahan mengenai buah dadaku, aku maksudkan buah dadaku sangat sensitif sekali.


Aku dan Yogi saling berpandangan dan saling tersenyum malu satu sama lain. Di putaran berikutnya, Yogi yg menang. Dan benar saja, untuk yg pertama saja, ia sdh menyuruh suamiku agar melepaskan beha Ratih. Tp bukan cuma melepas biasa, ini harus dgn semesra mungkin. Suamiku mengangguk mengerti, ia lekas menggeser tubuhnya ke belakang tempat duduk Ratih. Ratih terlihat pasrah, ia diam saja saat perlahan suamiku membelai gundukan payudaranya. Bryan meremas dan memencetinya sebentar sebelum melepas kaitnya yg ada di belakang tak lama kemudian.

Begitu beha itu jatuh ke bawah, terlihatlah buah dada Ratih yg berukuran besar, yg sungguh sangat bulat dan padat sekali. Sekarang benda itu berada dalam tangkupan tangan suamiku hingga aku dan Yogi tdk bisa melihat putingnya karena terhalang jari-jari tangan Bryan. Mulutnya sedikit terbuka, sementara matanya terpejam dan erangan kecil terus keluar dari bibirnya yg tipis.

Aku bisa melihat kalau celana dalam Ratih jg sdh benar-benar basah. Suamiku kelihatan kecewa, begitu jg dgn Ratih yg kenikmatannya terputus. Tp memang hukuman harus kembali dilanjutkan. Puting Ratih terlihat sangat tegak saat suamiku melepas pegangan tangannya. Untuk hukuman kedua, Yogi mengatakan kalau ia akan melepas celanaku dgn tangannya sendiri.

Setelah apa yg dilakukan Bryann pada Ratih, aku jadi tdk bisa menolak permintaan itu. Maka jadilah aku duduk mengangkang menghadap Yogi, yg perlahan-lahan menyelipkan tangan dan menarik celana tidurku turun dari lingkaran pantat. Sambil melepas, ia tentu saja memanfaatkan kesempatan itu untuk menyentuh ringan belahan memekku yg masih tertutup celana dalam.

Tp karena memang sangat tipis dan jg sdh begitu basah, ia jadi seperti memegangnya secara langsung. Dgn mudah Yogi menjepit bibir memekku dan mengumpulkan jus kemaluanku di satu tempat, lalu diperasnya perlahan hingga aku menggelinjang ringan karena kegelian. Suamiku mengamati semua itu sambil meremas-remas kemaluannya sendiri, sementara di sebelahku, Ratih melakukan hal yg tdk jauh berbeda. Permainan pun kami lanjutkan kembali. Ratih memenangkan putaran kali ini. Dgn tertawa-tawa ia meminta kepada Yogi dan suamiku agar duduk di tempat tidur.

Setelah enam kali jilatan, ia kemudian berhenti dan beralih kepadaku. Akupun tdk dapat membantah. Segera kubuka kakiku dan kubiarkan Yogi dan suamiku menjilatinya bergantian.

Yogi yg pertama mendapat giliran; dgn lincah lidahnya membelai lorong memek dan klitorisku. Saat benda itu sdh semakin basah, tiba giliran suamiku. Jilatannya yg begitu lezat hampir mengantarku menuju puncak kenikmatan. Tp untung Ratih lekas menghentikannya. Terengah-engah penuh nafsu, kami berempat, dua pasang suami istri yg sdh sama-sama ingin dan horny, melanjutkan permainan.

Kali ini giliran suamiku yg menang. Ia menyuruh aku dan Ratih agar bersandar di tepi tempat tidur. Setelah menit, nanti kita ganti posisi. Yogi dgn senang hati melakukannya, dan kami… dgn senang hati menerimanya. Yogi terlihat gemas dan penuh nafsu saat menggeraygi payuadara bulat milik Ratih, sementara suamiku dgn pintarnya menjilati klitorisku, menarik kembali gairahku yg tadi sempat terputus.

Saat aku sdh hampir sampai, mereka berganti posisi; sekarang Yogi yg menjilati klitorisku, sementara Bryann menggarap gundukan payudara Ratih. Kulihat ia memilin dan menggelitik salah satu putingnya, sambil menjilati yg lainnya, sementara di bawah, hidung dan mulut Yogi terus berada dan bermain-main di lorong memekku.

Aku tak tahan, gairahku meledak tak lama kemudian. Cairanku mengalir deras membasahi mulut Yogi. Ratih yg melihatnya jadi kepingin, iapun berniat untuk melepas celana dalamnya, tp suamiku lekas menghentikannya. Aku yg lemas, jelas butuh istirahat.

Yogi sepertinya tahu itu karena ia lekas menghentikan jilatannya. Hanya tangannya yg bergerak untuk memenceti gundukan payudaraku. Seharusnya itu tdk boleh karena itu tdk ada dalam perintah, tp aku terlalu lelah untuk mempermasalahkannya. Lagian, suamiku tampaknya jg tdk keberatan, jadi akupun diam. Malah kunikmati perlakuan Yogi itu untuk mengantar sisa-sisa orgasmeku yg masih sesekali melanda.

Bryan menyuruh Ratih untuk mengambil minum. Ratih menuangkan air dingin dari kulkas untuk kami berempat. Sambil meneguk, kami saling berpandangan, dan saling tersenyum penuh pengertian dgn situasi yg sangat aneh ini.

Sedang aku, Yogi dan suamiku sdh benar-benar telanjang bulat seperti bayi! Aku berkata,. Kalau saja mereka mengajak untuk orgy sekarang, aku tdk akan menolak. Tp Yogi sdh menyahut duluan. Kamipun kembali duduk melingkar, meneruskan permainan. Tanpa disangka, aku yg menang. Segera kuminta Yogi dan suamiku untuk berdiri. Kamu mau? Perempuan itu langsung mengangguk mengiyakan.

Aku mendatangi Yogi, sementara Ratih mendatangi suamiku. Perlahan-lahan kami mulai menjilati kemaluan mereka secara bersama-sama.

K0ntol Yogi terasa membesar penuh di dalam mulutku, warnanya jadi berubah merah kecoklatan, pembuluh darah yg melingkar-lingkar di batangnya terlihat lebih jelas dari yg pernah kulihat. Yg kupikirkan sekarang adalah; betapa aku ingin kemaluan itu masuk ke dalam memekku, menyetubuhiku, memuaskanku. Tp otak di belakang kepalaku melarang, aku terus mendengar,. Tunggu saat yg tepat! Kulirik sebelah, sepertinya Ratih jg merasakan hal yg sama; sambil menjilat, ia jg meremas-remas payudaranya, bahkan tak jarang mengelus dan menusuk-nusuk lubang memeknya.

Ia masturbasi! Keadaan yg sama kulihat pada diri Yogi dan suamiku. Jilatan kami rupanya begitu nikmat hingga membuat mereka hampir orgasme. Kami semua begitu dekat, begitu nyata. Tp aku lekas menarik semua orang kembali ke dalam permainan.

Putaran berikutnya, Ratih menang. Tanpa bisa dicegah, iapun segera memintacoitus. Tp tentu saja dgn caranya sendiri. Jack Merah berarti memek. Pria dan wanita dgn warna yg cocok bermain bersama selama 1 menit, dan kita akan terus mengulanginya sampai semua orang mendapatkan orgasmenya. Sebagai pemilih pertama, aku mendapat warna hitam.

Tdk apa-apa, karena aku jg suka anal seks. Yg jadi pertanyaan adalah; k0ntol siapa yg akan menembus pantatku? Suamiku menarik kartunya; warnanya hitam. Dialah yg menjadi partnerku. Aku sedikit kecewa karena sempat berharap Yogi lah yg akan menyetubuhiku. Tp tdk apalah, toh masih ada kesempatan kedua. Yogi dan Ratih menatap tak berkedip saat Bryann bergeser untuk menempatkan diri di belakang tubuhku yg kini sdh menungging pasrah.

K0ntolnya yg panjang dan besar perlahan-lahan meluncur ke dalam lubang pantatku. Kami mulai bercinta. Di sebelah, hanya berjarak sejengkal, kulihat Yogi mulai berbaring telentang di tempat tidur dgn Ratih duduk mengangkang di atas pangkuannya, dan perlahan, wanita itu bergerak naik turun saat k0ntol besar sang suami sdh menancap lembut di dalam liang kemaluannya.

Kulihat suamiku menatap payudara Ratih yg bergoyang-goyang indah saat wanita mulai menggenjot tubuh sintalnya. Satu menit berlalu begitu cepat. Suamiku segera menghentikan gerakannya, begitu jg dgn Ratih. Dari kami berempat, belum ada yg orgasme, maka kami pun memilih kartu lagi.

Kali ini Ratih dan suamiku menarik warna merah, sementara Yogi dan aku warna hitam. Aku tersenyum gembira. Lekas aku memposisikan diri, menungging seperti tadi.

Lubang pantatku terasa penuh kembali, tp kali ini oleh k0ntol besar Yogi. Di sebelah, suamiku jg mulai menyetubuhi Ratih. Ia tindih tubuh perempuan cantik itu dan sambil meremas-remas gundukan payudara Ratih, ia genjot lorong memeknya yg hangat dan kencang. Aku merasa sangat nikmat, tp aku tdk mungkin orgasme dari doggie style. Aku harus ditusuk di kemaluan kalau ingin menjemput rasa nikmat itu. Dan itulah yg dialami oleh Ratih, ditusuk dua kali di memek dalam waktu yg hampir bersamaan -meski dgn k0ntol yg berbeda- membuat dia melayg begitu cepat, dan akhirnya menjerit pelan tak lama kemudian.

Wanita itu orgasme! Begitu jg dgn Yogi; merasakan jepitan anusku yg begitu sempit dan ketat membuat dia mendengus-dengus liar. Bisa kurasakan ia mempercepat tusukannya di dalam pantatku, dan akhirnya meledak dgn kejang-kejang kecil saat cairan spermanya menyembur keluar, memenuhi lubang belakangku.

Lemas keenakan, Yogi rebah di atas tubuhku. Ia memelukku begitu erat sambil menciumi pipi dan leherku, sementara tangannya melingkar di gundukan payudaraku yg menggantung indah dan meremas-remasnya pelan.

Di sebelah, suamiku menyusul tak alam kemudian. Ia menyemburkan spermanya yg kental di dalam lorong memek Ratih. Kenapa aku ditinggal? Tak tahukah mereka kalau nafsuku belum terpenuhi, dan memekku masih ingin lebih…. Ia berusaha menjilat dan menghisapnya untuk kembali membangunkan benda itu.

Yogi ikut bergabung dgn meraba-raba lorong memekku. Dia mengusap klitorisku dgn lembut sambil membelai bibir memekku berkali-kali. Memang terasa nikmat, tp masih kurang. Melihat usahanya yg tdk begitu membawa hasil, Yogi ganti meletakkan mulutnya di atas gundukan memekku dan mulai menghisapnya rakus. Di sisi lain tempat tidur, kulihat suamiku sdh keras lagi, Ratih berhasil membangunkannya. Segera kutarik dia dan kuminta agar segera memasukiku. Rasanya seperti mendapat segelas air setelah berhari-hari kehausan saat k0ntol besar suamiku kembali bergerak keluar-masuk di lorong memekku.

Yogi yg melihatnya, setelah mengecup pelan pipiku, pergi meninggalkanku; ia beralih kepada istrinya sendiri yg kini jg mulai kepingin lagi. Kini kami bermain dgn pasangan sah masing-masing. Tak lama, akupun orgasme. Cairanku membanjir membasahi sprei kamar hotel. Di sebelah, Ratih jg mengerang keras saat menjemput orgasmenya yg kedua.

Sementara Yogi dan suamiku, yg belum sama-sama keluar, bertukar pandang penuh arti. Dan seperti sdh bisa ditebak, mereka pun saling menukar pasangan; aku kembali disetubuhi oleh Yogi, sementara suamiku kembali menindih tubuh molek Ratih.

Kalau Mas nggak keberatan, Mbak Res diajak sekalian. Aku tersinggung juga waktu itu. Tapi setelah kupikir-pikir, apa salahnya? Akhirnya aku pamit. Cerita Sex Main sebentar untuk memanggil isteriku yang tinggal sendirian di rumah. Apa enaknya nonton gituan kok sama tetangga..? Akhirnya aku malu juga sama isteriku, kuputuskan untuk tidak kembali lagi ke rumah Agus. Mendingan langsung tidur saja supaya besok cepat bangun.

Paginya aku tidak bertemu Agus, karena sudah lebih dahulu berangkat. Di teras rumahnya aku hanya melihat isterinya sedang minum teh. Ketika aku lewat, dia menanyaiku tentang yang tadi malam.

Aku bilang Resty tidak mau kuajak sehingga aku langsung saja tidur. Mataku jelalatan menatapinya. Tapi ah.. Tapi dasar memang pikiranku sudah. Seperti biasanya kalau sudah begini aku langsung menarik isteriku ke tempat tidur. Mungkin karena sudah biasa Resty tidak banyak protes. Yang luar biasa adalah pagi ini aku benar-benar gila.

Aku bergulat dengan isteriku seperti kesetanan. Kemaluan Resty kujilati sampai tuntas, bahkan kusedot sampai isteriku menjerit. Edan, kok aku sampai segila ini ya, padahal hari masih pagi. Tapi hal itu tidak terpikirkan olehku lagi. Isteriku sampai terengah-engah menikmati apa yang. Resty langsung memegang kemaluanku dan mengulumnya, entah kenikmatan apa yang kurasakan saat itu.

Sungguh, tidak dapat kuceritakan. Akhirnya aku mendekatkan kemaluanku ke lubang kemaluan Resty. Dan tempat tidur kami pun ikut bergoyang. Cerita Sex Main karena malu mengatakan bahwa sebenarnya Rini lah yang menaikkan tensiku pagi ini.

Oh iya, baru kusadari ternyata jendela kamar kami saling berhadapan. Gila kamu. Kita berempat aja, sekedar refresing ajalah Mas, kan Mas belum pernah mencobanya..? Rasanya saat itu sangat aneh bagiku. Tentu saja saya merasa cemburu melihat isteriku tercinta bercumbu dengan pria lain dalam keadaan telanjang, tetapi aku juga sangat menikmati tubuh telanjang isteri A. Aku merasakan seperti pengantin baru lagi. Ketika kami sedang sangat bergairah bercumbu, A bertanya apakah penis bisa dimasukkan ke dalam vagina isteriku.

Aku menjawab, kondom sudah siap? Ternyata kondom kami masih ada di dalam tas di dalam mobil masing-masing, batallah kami merasakan vagina isteri pasangan seks swinger masing-masing untuk sementara. Mosok kami harus keluar dari vila kami di dalam keadaan terangsang. Akhirnya kami sepakat untuk mengeluarkan sperma di luar. A memutuskan untuk mengeluarkan seluruh spermanya di mulut isteriku ketika isteriku sedang mengulum penisnya.

Aku mengeluarkan seluruh spermaku di dada isteri A yang memang menurutku lebih montok ketimbang payudara isteriku. Setelah itu kami masih mencumbu pasangan kami masing-masing selama sekitar 5 menitan. Ketika A ingin mengelap spermanya di muka isteriku, aku melarangnya.

Setelah itu isteriku mendatangiku dan aku lepas isteri A ke pasangan sahnya. Aku membersihkan muka isteriku dari sperma A dengan menggunakan tisu secara mesra, A juga demikian membersihkan spermaku dari payudara isterinya yang montok. Aku sering melihat muka isteriku blepotan spermaku, baru kali ini aku melihat isteriku belepotan sperma pria lain.

Ini menimbulkan sensasi aneh, aku cemburu tapi sekaligus bergairah dan senang. Setelah itu kami berempat membersihkan diri di kamar mandi bersamaan. Sesekali aku menggosok tubuh isteri A, begitu pula A sesekali menggosok tubuh isteriku. Aku melihat bahwa A benar-benar suka dengan isteriku. Setelah itu kami saling mengeringkan diri, aku mengeringkan tubuh isteri A, isteri A mengeringkan tubuhku, isteriku mengeringkan tubuh A, dan A mengeringkan tubuh isteriku.

Setelah tubuh kami kering kami berempat kembali berkumpul di ruang TV bertelanjang dengan pasangan resmi masing-masing sambil menikmati makan malam yang tadi kami beli. Kami berempat seperti sudah terbiasa saling melihat tubuh telanjang kami. Aku diam-diam memperhatikan sekalipun sesekali A mengelus-elus kepala isterinya tetapi matanya melihat ke isteriku. Aku sesekali membuatnya cemburu dengan menciumi isteriku dan meraba payudaranya sambil menerima suapan dari isteriku.

Setelah makan malam aku dan A mengenakan pakaian untuk mengambil tas yang berisi kondom di mobil kami masing-masing. Setelah kami masuk ke dalam, aku dan A kembali bertelanjang dan memeluk isteri sah kami masing-masing. Setelah berbicara agak lama A bertanya apakah malam ini kami tidur bersama pasangan resmi masing-masing atau bertukar? Aku melihat penis A sudah kembali tegang walau belum penuh. Aku mengusulkan nanti malam kami bertukar pasangan karena aku masih ingin merasakan tubuh isteri A.

Aku menegaskan bahwa untuk bersenggama wajib hukumnya mengenakan kondom. Kami berempat menyetujui. A kemudian melepas isterinya dan menuju isteriku untuk langsung mengajak isteriku masuk kamarnya. Ia menggandeng tangan isteriku dengan mesra dan setengah menyeret isteriku masuk ke kamar. Rupanya ia sudah tidak sabar ingin menikmati tubuh dan vagina isteriku.

Isterikupun demikian. Aku berdiam agak lama sambil menikmati saat-saat mereka mengharapkan jawabanku. Lalu aku berkata, mosok kamu meniduri isteriku tanpa tanda ijin. A mengerti, ia melepas cincin pernikahannya dan memberikan kepadaku. Isteri A juga melepas cincin pernikahannya dan menyerahkan cincin tersebut ke isteriku dan mengatakan bahwa selama isteriku mengenakan cincin tersebut, tubuh A halal untuk isteriku.

Setelah ritual nyeleneh tersebut A bergegas menyeret tangan isteriku ke dalam kamarnya, aku sempet berkata pintu jangan dikunci ya. A dan isteriku masuk kamar sambil setengah membanting pintu kamar bulan madu mereka. Aku dan isteri A tidak terburu-buru masuk kamar. Kami masih bercumbu di ruang tengah. Akhirnya kami mematikan TV dan ruang tengah lalu masuk kamar. Aku bercinta hingga 3 kali dengan isteri A malam itu.

Benar-benar seperti bulan madu yang kedua. Baru malam itu aku bisa menikmati vagina yang bukan milik isteriku setelah 5 tahun pernikahan kami, sekalipun harus mengenakan kondom. Aku merasakan sensasi yang luar biasa, apalagi mengingat isterikupun sedang melayani A di kamar sebelah. Aku dan isteri A tertidur pulas setelah bercinta. Sekitar pukul 3 pagi aku terbangun ingin pipis, aku keluar kamar.

Setelah pipis aku penasaran dan sediki merasa cemburu, bagaimana keadaan isteriku tercinta dengan A? Setelah menyalakan lampu ruang TV, pelan-pelan aku membuka pintu kamar mereka. Di dalam kamar sangat gelap. Aku membiarkan pintu terbuka sehingga lampu dari ruang TV bisa menyinari kamar A dan isteriku.

Aku melihat A dan isteriku tidur telanjang, isteriku di sisi kanan ranjang menghadap kanan dan A tertidur dengan memeluk isteriku dari belakang. Pelan-pelan aku mendekati isteriku, aku melihat wajah isteriku sangat cantik malam itu. Tiba-tiba aku menginjak benda basah, aku lihat ternyata ada 4 kondom berserakan.

Rupanya mereka bercinta dan mengganti kondom tidak dibuang ke tempat sampah. Aku mencium wajah cantik isteriku dan mengelus rambutnya yang sedang tertidur pulas, walah ternyata bau sperma. Iseng aku mencium selangkangan isteriku rupanya bau sperma yang khas tercium di sekitar perut. Aku merasa lega karena vagina isteriku masih suci tidak kemasukan sperma pria lain. Kalo kemasukan penis pria lain gak papa kan aku juga menikmati vagina isteri A malam itu.

Kemudian aku keluar kamar menutup pintu, mematikan lampu ruang TV, masuk kamar di mana isteri A tertidur, menutup pintu. Aku melihat isteri A tertidur pulas. Aku memandang wajah cantik isteri A dan payudara besar yang secara sah adalah milik A dan sekarang sedang aku nikmati.

Pagi itu saya bangun sekitar pukul 6. Aku melihat isteri A tertidur di sebelahku. Aku mengelus kepalanya, ternyata wanita cantik itu terbangun. Aku mendekatkan wajahku ke wajah isteri A dan menciumnya. Ternyata ciuman selamat pagi itu membangkitkan gairah seks kami. Aku langsung menyambar sebungkus kondom, merobek, dan meminta isteri A memasang ke penisku. Isteri A memasukkan kondom ke penisku dengan penuh kasih sayang seolah-olah saya adalah suaminya, aku jadi merasa sayang dengan wanita cantik ini.

Aku tidak buang2x waktu, aku langsung menggarap vagina isteri A pagi itu. Ketika kami sedang asyik bercinta tiba-tiba isteriku membuka pintu kamar dan masuk kamar bersama A dengan bergandengan tangan mesra. Aku semula merasa canggung, tetapi isteriku dan A bersikap biasa saja melihat persetubuhan kami.

Selesai kami bercinta aku dan isteri A berbaring bersisian. Kami merasa lelah.