Cerita ngentot kontol panjang - Video Terbaru Hari ini

Cerita ngentot kontol panjang - Video Terbaru Hari ini

Dengan temen sendiri di mobil seru sekali mainnya. Asoy Abis

389.112 views

Punya istri orang jepang asyik main tiap hari

381.090 views

Mahasiswi kedokteran, muka nerd tp seksi banget

306.982 views

Yang lagi viral, main di kost sendiri

316.331 views

Jilban pinter sepong di mobil pacar

322.572 views

Hentai terbaru, eksekusi temen sekolah baru kenal

309.678 views

Pijat plus-plus, dateng masa ga pake celana dalam

315.098 views

Ngintip kakak sendiri maen sama pacar ampe becek

364.226 views

Seru maen HP, Ga sadar di eksekusi temen sendiri

390.082 views

Dirayu pas pijat, terapis jilbab sepong dan crot di dalem

377.203 views

Mainkan Dan Menangkan Semua Taruhan Togel bersama GOTOGEL

LOGIN

DAFTAR

Dia langsung mengenjot kontolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Nngentot tak malu2 lagi melenguh dan mengerang sebagai tanda dia merasakan cumbuanku. Dengan tidak sabar sambil tetap meladeni ciumannya, aku mulai melepaskan celananya. Arif tidak peduli dengan orgasmeku. Dan kuraih batang kontolnya. Aku mengagumi tubuhnya. Aku mengangkangkan pahaku dengan lebar dan setengah kuangkat cerita ngentot kontol panjang lebih mudah click here memasukkan jariku.


Kedua paha kulingkarkan di badannya agar penisnya tetap menancap learn more here nonokku. Aku semakin melayang. Pada here hari aku bersama temanku, Siska cerita ngentot kontol panjang bersantai-santai Kendra yang sekarang telentang disampingku memejamkan matanya saat tanganku mulai naik turun mengocok batang zakarnya. Kadang kugigit kulit telurnya dngan lembut.


Jari tengahnya terselip di antara kedua bibir luar memekku. Dia mengusap berulang kali. Aku merasa lendir membanjiri memekku. Aku jongkok agar memekku terendam ke dalam air. Kubersihkan celah diantara bibir memekku dengan mengusapkan 2 jariku.

Ketika menengadah kulihat kontolnya telah berada persis didepanku. Kukecup ujung kepala kontolnya. Tubuhnya bergetar menahan nikmat ketika aku menjilati kepala kontolnya.

Dia meraih bahuku karena tak sanggup lagi menahan napsunya. Aku dibuatnya menungging sambil memegang dinding di depanku dan dia menyelipkan kepala kontolnya ke celah di antara bibir memekku.

Dia menarik kon tolnya perlahan-lahan, kemudian mendorongnya kembali perlahan-lahan pula. Bibir luar memekku ikut terdorong bersama kontolnya. Aku terpaksa berjinjit karena kontol itu terasa seolah membelah memekku karena besarnya. Terasa memekku sesak kemasukan kontol besar dan panjang itu. Kedua tangannya dengan erat memegang pinggulku dan dia mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Dia masih mencengkeram pantatku sementara kontolnya masih nancep dimemekku.

Beberapa saat kami diam di tempat dengan kontolnya yang masih menancap di memekku. Kemudian dia membimbingku ke shower, menyalakan air hangat dan kami berpelukan mesra dibawah kucuran air hangat. Setelah selesai aku keluar duluan, sedang dia masih menikmati shower. Selesai dengan rambut yang masih basah dan masih bertelanjang bulat, aku keluar dari kamar mandi. Hari dah mulai gelap.

Aku menyiapkan makan malem sambil tetep bertelanjang bulat. Masakanku tadi siang kuangetin lagi, demikian juga nasinya. Diapun keluar kamar bertelanjang bulat juga, sepertinya dia masih mau sekali lagi. Kami nyantap makanan sambil ngobrolin kenikmatan yang baru kami nikmati. Aku menurut saja. Sambil mengobrol, aku dimanja dengan belaiannya. Diraihnya daguku, dan diciumnya bibirku dengan hangatnya, aku mengimbangi ciumannya.

Dan selanjutnya kurasakan tangannya mulai meremas gemes toketku, kemudian tangannya menelusuri antara dada dan pahaku. Nikmat sekali rasanya, tapi aku sadar bahwa sesuatu yang aku duduki terasa mulai agak mengeras. Ohh, langsung aku bangkit. Aku bersimpuh di depannya dan ternyata kontolnya sudah mulai ngaceng, walau masih belum begitu mengeras.

Kepala kontolnya ku raih, ku belai dan sebelum penuh ngacengnya langsung aku kulum kontolnya. Tapi hanya bisa sesaat, sebab dengan cepatnya kontolnya makin membengkak dan dia mulai menggeliat dan berdesis menahan kenikmatan permainan lidahku dan membuat mulutku semakin penuh.

Rupanya dia makin tak tahan menerima rangsangan lidahku. Maka aku ditarik dan diajak ke kamar. Kakiku ditahannya sambil tersenyum, diteruskan dengan membuka kakiku dan dia langsung menelungkup di antara pahaku. Aku merasakan dia terus membelai jembutku dan bibir memekku. Kadang-kadang dicubit pelan, ditarik-tarik seperti mainan. Aku suka memekku dimainkan berlama-lama, aku terkadang melirik apa yang dilakukannya. Seterusnya dengan dua jarinya membuka bibir memekku, aku makin terangsang dan aku merasakan makin banyak keluar cairan dari memekku.

Dia terus memainkan memekku seolah tak puas-puas memperhatikan memekku, kadang kadang disentuh sedikit itilku, membuat aku penasaran. Tak sadar pinggulku mulai menggeliat, menahan rasa penasaran.

Maka saat aku mengangkat pinggulku, langsung disambut dengan bibirnya. Terasa dia menghisap lubang memekku yang sudah penuh cairan. Lidahnya ikut menari kesana kemari menjelajah seluruh lekuk memekku, dan saat dihisapnya itillku dengan ujung lidahnya, cepat sekali menggelitik ujung itilku, benar benar aku tersentak.

Terkejut kenikmatan, membuat aku tak sadar berteriak.. Benar benar hebat dia merangsangku, dan aku sudah tak tahan lagi. Dia langsung menempatkan tubuhnya makin ke atas dan mengarahkan kontol gedenya ke arah memekku. Aku masih sempat melirik saat dia memegang kontolnya untuk diarahkan dan diselipkan di antara bibir memekku.

Kembali aku berdebar karena berharap. Dan saat kepala kontolnya telah menyentuh di antara bibir memekku, aku menahan nafas untuk menikmatinya. Dan dilepasnya dari pegangan saat kepala kontolnya mulai menyelinap di antara bibir memekku dan menyelusup lubang memekku hingga aku berdebar nikmat. Pelan-pelan ditekannya dan dia mulai mencium bibirku lembut. Kali ini aku lebih dapat menikmatinya.

Makin ke dalam.. Oh, nikmat sekali. Belum semuanya masuk, Dia menarik kembali seolah akan dicabut hingga tak sadar pinggulku naik mencegahnya agar tidak lepas. Setelah dia puas menggodaku, tiba tiba dengan hentakan agak keras, dipercepat gerakan mengenjotnya hingga aku kewalahan.

Dan dengan hentakan keras serta digoyang goyangkan, tangan satunya meremas toketku, bibirnya dahsyat menciumi leherku.

Akhirnya aku mengelepar-gelepar. Dan sampailah aku kepuncak. Cerita Sex Gejolak Nikmat Tak tahan aku berteriak, terus Dia menyerangku dengan dahsyatnya, rasanya tak habis-habisnya aku melewati puncak kenikmatan. Lama sekali. Tak kuat aku meneruskannya. Aku memohon, tak kuat menerima rangsangan lagi, benar benar terkuras tenagaku dengan orgasme berkepanjangan. Akhirnya dia pelan-pelan mengakhiri serangan dahsyatnya.

Aku terkulai lemas sekali, keringatku bercucuran. Hampir pingsan aku menerima kenikmatan yang berkepanjangan. Benar-benar aku tidak menyesal ngentot dengan dia, dia memang benar-benar hebat dan mahir dalam ngentot, dia dapat mengolah tubuhku menuju kenikmatan yang tiada tara.

Lamunanku lepas saat pahanya mulai kembali menjepit kedua pahaku dan dirapatkan, tubuhnya menindihku serta leherku kembali dicumbu. Kupeluk tubuhnya yang besar dan tangannya kembali meremas toketku. Pelan-pelan mulai dienjotkan kontollnya. Kali ini aku ingin lebih menikmati seluruh rangsangan yang terjadi di seluruh bagian tubuhku. Tangannya terus menelusuri permukaan tubuhku. Dadanya merangsang dadaku setiap kali bergeseran mengenai pentilku.

Dan kontolnya dipompakan dengan penuh napsu, bibirnya menjelajah leher dan bibirku. Ohh, luar biasa. Lama kelamaan tubuhku yang semula lemas, mulai terbakar lagi. Aku berusaha menggeliat, tapi tubuhku dipeluk cukup kuat, hanya tanganku yang mulai menggapai apa saja yang kudapat.

Cerita Sex Gejolak Nikmat Dia makin meningkatkan cumbuannya dan memompakan kontolnya makin cepat. Gesekan di dinding memekku makin terasa. Dan kenikmatan makin memuncak. Maka kali ini leherku digigitnya agak kuat dan dimasukkan seluruh batang kontolnya serta digoyang-goyang untuk meningkatkan rangsangan di itilku. Maka jebol lah bendungan, aku mencapai puncak kembali. Kembali aku berteriak sekuatku menikmati ledakan orgasme yang lebih kuat, aku meronta sekenaku.

Gila, batinku, dia benar-benar membuat aku kewalahan. Kugigit pundaknya saat aku dihujani dengan kenikmatan yang bertingkat-tingkat. Sesaat dia menurunkan gerakannya, tapi saat itu dibaliknya tubuhku hingga aku di atas tubuhnya. Dengan melulu berbalut handuk, aku rebah ke lokasi tidur, tengkurap.

Tini mulai dengan memencet telapak kakiku. Ini barangkali urutan yang benar. Cara memijat tubuhku unsur belakang sama laksana pijatan kesatu minggu lalu, kecuali waktu inginkan memijat pantat, Tini mencungkil handukku, aku jadi benar2 bugil sekarang. Wangi sabun mandi terhirup dari tubuhnya saat ia memijat bahuku. Selama telungkup ini, penisku berganti ganti antara tegang dan surut.

Bila hingga pada wilayah sensitif, langsung tegang. Kalau ngobrol basa basi dan serius? Kalau ngobrolnya menjurus, tegang lagi. Depannya Pak? Dengan tenang aku mengembalikan tubuhku yang telanjang bulat. Bayangkan, terlentang telanjang di depan pembantu. Penisku sedang surut. Tini melirik penisku, lagi2 melulu sekilas, sebelum mulai mengurut kakiku. Sekarang aku dengan jelas dapat melihatnya. Bayanganku akan format buah dadanya di balik pakaiannya menciptakan penisku mulai menggeliat. Apalagi saat ia mulai mengurut pahaku.

Batang tersebut sudah tegak berdiri. Cara mengurut paha masih sama, sesekali menyentuh buah pelir. Bedanya, Tini lebih tidak jarang memandangi kelaminku yang sudah dalam situasi siap tempur. Kenapa Tin? Aku mulai iseng bertanya. Ah engga katanya tidak banyak gugup.? Cepet bangunnya hi.. Iya dong. Kan masih sip kata kamu? Ada bedanya lagi. Kalau minggu kemudian sehabis dari paha dia terus mengurut dadaku, kali ini dia langsung mengerjakan penisku, tanpa kuminta!

Apakah ini tanda2 dia akan mau kusetubuhi? Jangan bercita-cita dulu, mengingat kesetiaannya untuk isteriku. Cara mengurut penisku masih sama, pencet dan urut, melulu tanpa kocokan. Jadi aku lupa mendaki? Benar2 masih sip, Pak? Mau jajaki sipnya? Wajahnya tidak banyak berubah. Jangan dong Pak, tersebut kan kepunyaan Ibu. Masa sih sama pembantu? Engga apa apa asal engga terdapat yang tahu aja? Tini diam saja. Dia beralih ke dadaku. Antara 2 kancing baju di dadanya ada celah tersingkap yang menampakkan daging dada putih yang separuh terhimpit itu.

Aku dapat bertahan engga nih. Apakah aku bakal melanggar janjiku? Seperti minggu lalu pun tangan kiriku mulai nakal. Ku usap usap pantatnya yang padat dan menonjol itu. Seperti minggu kemudian juga, Tini mengelak dengan sopan. Tapi kali ini tanganku bandel, terus saja pulang ke situ walau dihindari berkali kali.

Lama2 Tini membiarkannya, bahkan saat tanganku tak melulu mengusap namun mulai meremas remas pantat itu, Tini tak berreaksi, masih asyik mengurut. Tini masih saja asyik mengurut walaupun tanganku sekarang sudah menerobos gaunnya mengelus elus pahanya. Tapi tersebut tak lama, Tini mengolah posisi berdirinya dan meraih tangan nakalku karena berkeinginan mengurutnya, sambil unik nafas panjang.

Entah apa makna tarikan nafasnya itu, sebab memang sesak atau mulai terangsang? Tanganku mulai diurut. Ini berarti kesempatanku bikin menjamah wilayah dada. Pada peluang dia mengurut lengan atasku, telapak tanganku menyentuh bukit dadanya.

Tak terdapat reaksi. Aku kian nekat. Tangan kananku yang sejak tadi nganggur, sekarang ikut menjamah dada sintal itu. Paak Katanya pelan seraya menyingkirkan tanganku. Okelah, untuk sedangkan aku nurut. Tak lama, aku telah tak tahan guna tak meremasi buah dada itu. Kudengar nafasnya tidak banyak meningkat temponya.

Entah sebab capek memijat atau mulai terangsang dampak remasanku pada dadanya. Yang urgen : Dia tak menyingkirkan tanganku lagi. Aku kian nakal. Kancing sangat atas kulepas, kemudian jariku menyusup. Benar2 daging padat. Merasa tidak cukup leluasa, satu lagi kancingnya kulepas.

Kini telapak tanganku sukses menyusup jauh hingga ke dalam BHnya, Ah putting dadanya telah mengeras! Tini Menarik telapak tanganku dari dadanya. Bapak kok badung sih Katanya, dan.. Aku sudah paling paham bakal sinyal ini. Berarti aku bakal mendapatkannya, lupakan janjiku. Kupeluk tubuhnya erat2 kemudian kuangkat seraya aku bangkit dan turun dari lokasi tidur.

Kubuka kancing blousenya lagi sampai-sampai BH tersebut tampak seluruhnya. Buah dada sintal tersebut terlihat naik turun cocok irama nafasnya yang mulai memburu.

Kucium belahan dadanya, kemudian bergeser ke kanan ke dada kirinya. Bukan main dada perempuan muda ini. Bulat, padat, besar, putih. Kuturunkan tali Bhnya sampai-sampai putting tegang tersebut terbuka, dan langsung kusergap dengan mulutku. Tak terdapat penolakan. Aku pindah ke dada kanan, kulum juga. Kupelorotkan roknya sampai jatuh ke lantai. Kulepaskan kaitan BHnya sampai-sampai jatuh juga. Dengan perlahan kurebahkan Tini ke kasur, dada besar tersebut berguncang indah.

Kembali aku menciumi, menjilati dan mengulumi kedua buah dadanya. Tini tak malu2 lagi melenguh dan mengerang sebagai tanda dia merasakan cumbuanku. Tanganku mengusapi pahanya yang licin, kemudian berhenti di pinggangnya dan mulai Menarik CDnya Jangan Pak. Kata Tini terengah sambil menangkal melorotnya CD. Wah engga dapat dong aku udah hingga pada point noreturn, mesti berlanjut hingga hubungan kelamin.

Engga apa apa Tin ya. Bapak pengin. Badan anda bagus bener? Waktu aku membuka Cdnya tadi, jelas kelihatan terdapat cairan jernih yang lengket, mengindikasikan bahwa dia telah terangsang. Aku melanjutkan menarik CDnya sampai lepas sama sekali. Tini tak menangkal lagi. Benar, Tini punya bulu kelamin yang lebat. Kini dua2nya telah polos, dan dua2nya telah terangsang, tunggu apa lagi. Kubuka pahanya lebar lebar.

Kuletakkan lututku salah satu kedua pahanya. Mengerti kemauanku, dia kemudian duduk di pinggir ranjang dengan kedua kaki mengangkang.

DIbukanya sendiri baju kaosnya, sedangkan aku berlutut meraih batang penisnya, sehingga sekarang kami sama-sama bugil. Agak lama aku mencumbu kemaluannya, Kevin mohon gantian, dia hendak mengerjai vaginaku. Kevin tersenyum lebar. Kevin tersenyum lalu menarik tubuhku. Ternyata Kevin pintar sekali bercumbu. Birahiku naik semakin tinggi dalam masa-masa yang paling singkat. Terasa vaginaku semakin berdenyut-denyut, lendirku makin membanjir, tidak sabar menanti terobosan batang kemaluan Kevin yang besar.

Berbeda dengan suamiku, Kevin nampaknya lebih sabar. Dia tidak segera memasukkan batang penisnya, tetapi terus menciumi sekujur tubuhku. Kemudian dia membalikkan tubuhku sehingga tubuhku dalam posisi menungging.

Kevin menyelipkan tangan kirinya ke bawah tubuhku, tubuh kami berimpitan dengan posisi aku membelakangi Kevin, kemudian diremas-remasnya buah dadaku. Lidahnya terus menjilat-jilat tengkuk, telinga, dan sesekali pipiku. Sementara tersebut tangan kanannya mengusap-usap vaginaku dari belakang. Terasa Jari jarinya mulai memainkan lobang memeku yang mulai terbuka siap menyambutnya. Aku tidak dapat bereaksi apapun lagi. Kubiarkan saja apapun yang dilaksanakan Kevin, sampai terasa tangan kanannya bergerak mengusung sebelah pahaku.

Mataku terpejam rapat, seakan mustahil lagi membuka. Terasa nafas Kevin semakin memburu, sedangkan ujung lidahnya menggelitiki lubang telingaku. Tangan Kirinya terus meremasi toketku sedangkan yang kanan mengusung sebelah pahaku semakin tinggi. Lalu…, terasa suatu benda tumpul menyeruak masuk ke liang vaginaku dari arah belakang. Oh, my God, dia sudah memasukkan rudalnya…!!! Sejenak aku tidak bisa bereaksi sama sekali, melainkan melulu menggigit bibir kuat-kuat.

Kunikmati inci demi inci batang kemaluan Kevin menginjak liang vaginaku. Terasa penuh, nikmat luar biasa. Tubuhku langsung menggerinjal-gerinjal, sedangkan Kevin mulai memaju mundurkan tongkat wasiatnya. Mulutku mulai merintih-rintih tak terkendali.

Kevin tidak menjawab, tetapi terus memaju mundurkan rudalnya. Gerakannya cepat dan kuat, bahkan ingin kasar. Tentu saja aku semakin menjerit-jerit dibuatnya. Batang penisnya yang besar tersebut seperti berkeinginan membongkar liang vaginaku hingga ke dasar. Aku semakin erotis. Kevin terus menggecak-gecak. Tenaganya powerful sekali, lagipula dengan batang penis yang spektakuler keras dan kaku.

Walaupun kami bersetubuh dengan posisi menyamping, nampaknya Kevin sama sekali tidak kendala menyodokkan batang kemaluannya pada vaginaku. Orgasmeku cepat sekali terasa bakal meledak. Ibu inginkan keluaaar!! Pada detik-detik terakhir, tangan kananku meraih pantat Kevin, kuremas bongkahan pantatnya, sedangkan paha kananku mengusung lurus tinggi-tinggi.

Terasa vaginaku berdenyut-denyut kencang sekali. Aku orgasme! Sesaat aku laksana melayang, tidak ingat apa-apa kecuali nikmat yang tidak terkatakan. Mungkin telah ada lima tahun aku tak merasakan kesenangan seperti ini. Kevin mengecup-ngecup pipi serta daun telingaku. Sejenak dia tidak mempedulikan aku menata nafas, sebelum lantas dia memintaku menungging.

Aku baru sadar bahwa ternyata dia belum menjangkau orgasme. Kuturuti permintaan Kevin. Dengan agak lunglai dampak orgasme yang luar biasa, kuatur posisi tubuhku sampai menungging. Kevin mengekor gerakanku, batang kemaluannya yang besar dan panjang tersebut tetap menancap dalam vaginaku. Lalu perlahan terasa dia mulai membuai pinggulnya. Ternyata dia spektakuler sabar. Dia memaju mundurkan gerak pinggulnya satu-dua secara teratur, seolah-olah kami baru saja mengawali permainan, sebenarnya tentu perjalanan birahinya sudah lumayan tinggi tadi.

Aku merasakan gerakan maju-mundur penis Kevin dengan diam. Kepalaku tertunduk, kuatur pulang nafasku. Tidak berapa lama, vaginaku mulai terasa enak kembali. Kuangkat kepalaku, menoleh ke belakang. Kevin segera menunduk, dikecupnya pipiku. Kamu hebat banget.. Aku tersenyum, kupalingkan mukaku lebih ke belakang. Kevin mengerti, diciumnya bibirku. Lalu dia menggenjot lebih cepat. Dia seperti memahami bahwa aku mulai keasyikan lagi.

Maka kugoyang-goyang pinggulku perlahan, ke kiri dan ke kanan. Kevin melenguh. Dan semakin kuat kencang dan cepat sodokanya ke memekku ini. Batang kemaluannya yang spektakuler keras menghunjam-hunjam vaginaku.