Cerita dewasa tante sex - Video Terbaru Hari ini

Cerita dewasa tante sex - Video Terbaru Hari ini

Dengan temen sendiri di mobil seru sekali mainnya. Asoy Abis

389.112 views

Punya istri orang jepang asyik main tiap hari

381.090 views

Mahasiswi kedokteran, muka nerd tp seksi banget

306.982 views

Yang lagi viral, main di kost sendiri

316.331 views

Jilban pinter sepong di mobil pacar

322.572 views

Hentai terbaru, eksekusi temen sekolah baru kenal

309.678 views

Pijat plus-plus, dateng masa ga pake celana dalam

315.098 views

Ngintip kakak sendiri maen sama pacar ampe becek

364.226 views

Seru maen HP, Ga sadar di eksekusi temen sendiri

390.082 views

Dirayu pas pijat, terapis jilbab sepong dan crot di dalem

377.203 views

Mainkan Dan Menangkan Semua Taruhan Togel bersama GOTOGEL

LOGIN

DAFTAR

Aku mencoba menggoyang penisku di dalam anusnya. Setelah itu Tante Kirana kembali memijitku. Aku menggeser tubuhku sehingga tepat di antara pahanya yang baru saja ia buka. Saat itu aku Hendi nama samaran umurku 19 thn,…. Cerita Dewasa — Setelah membaca web lesbian jepang.


Tante Kirana kemudian cerita dewasa tante sex pinggangku dan membenamkan kepalanya dalam pelukanku. Sementara aku https://barnabydixson.com/bokep/bokep-artis-indo-full.php membaca-baca koran yang ada di meja untuk. Celah paling hot, lebar karena busungan dadanya, menyuguhkan bagian kanan atas buah dada kiri. Dengan senang hati Tante! Lalu kami berdua tertidur di lantai. Ia memegang pagar berjeruji deaasa.


Aku hanya diam menunduk sambil mempermainkan jari-jariku. Sebentar kemudian sambil berdiri di samping sofa, Tante Kirana memijat kedua belah pundakku. Aku hanya terdiam, tidak tahu persis seperti apa perasaanku saat itu.

Setelah beberapa menit, Tante Kirana menghentikan pijitannya. Kemudian dia masuk ke ruang tengah sambil memberi isyarat padaku agar menunggu. Aku tidak tahu persis apa yang dilakukan Tante Kirana setelah itu. Kemudian aku disuruh duduk menyamping dan Tante Kirana duduk di belakangku sambil mulai memijit lagi. Aku hanya mengangguk pelan. Aku diam saja. Bagaimana mungkin aku berkirana membuka kaosku, apalagi perasaanku saat itu sudah tidak karuan.

Seperti kena sihir aku menurut saja dan mengangkat kedua tanganku saat Tante Kirana membuka kaosku. Setelah itu Tante Kirana kembali memijitku. Sekarang tidak lagi hanya pundakku, tapi mulai memijit punggung dan kadang pinggangku. Perasaanku kembali tidak karuan, bukan hanya pijitannya kini, tapi sepasang benda empuk sering menyentuh bahkan kadang menekan punggungku.

Meski seumur-umur aku belum pernah menyentuh payudara, tapi aku bisa tahu bahwa benda empuk yang menekan punggungku itu adalah sepasang payudara Tante Kirana. Beberapa lama aku berada dalam situasi antara merasa nyaman, malu dan gugup sekaligus, sampai akhirnya aku merasakan ada benda halus menelusup bagian depan celanaku.

Aku terbelalak begitu mengetahui yang menelusup itu adalah tangan Tante Kirana. Tante Kirana seperti tidak mempedulikanku, dia malah sudah bergeser ke sampingku dan mulai membuka kancing serta retsluiting celanaku. Sementara itu aku hanya terdiam tanpa tahu harus berbuat apa. Sampai akhirnya aku mulai bisa melihat dan merasakan Tante Kirana mengelus penisku dari luar CD-ku. Aku merasakan sensasi yang luar biasa.

Sesuatu yang baru pertama kali itu aku rasakan. Belum lagi aku sadar sepenuhnya apa yang terjadi, aku mendapati penisku sudah menyembul keluar dan Tante Kirana sudah menggenggamnya sambil sesekali membelai-belainya. Setelah itu aku lebih sering memejamkan mata sambil sekali-kali melirik ke arah penisku yang sudah jadi mainan Tante Kirana.

Tak berapa lama kemudian aku merasakan kenikmatan yang jauh lebih mencengangkan. Kepala penisku seperti masuk ke satu lubang yang hangat. Ketika aku melirik lagi, kudapati kepala penisku sudah masuk ke mulut Tante Kirana, sementara tangannya naik turun mengocok batang penisku. Aku hanya bisa terpejam sambil mendesis-desis keenakan. Beberapa menit kemudian aku merasakan seluruh tubuhku mulai mengejang.

Aku merasakan Tante Kirana melepaskan penisku dari mulutnya, tapi mempercepat kocokan pada batang penisku. Aku hanya menatap kosong ke wajah Tante Kirana, yang aku tahu tangannya tidak berhenti mengelus-elus penisku. Aku terus terbelalak melihat pemandangan seperti itu. Dan Tante Kirana seperti tidak peduli kemudian meluruskan posisi ku, kemudian dia mengangkang duduk di atasku.

Selanjutnya aku merasakan penisku digenggam lagi, kali ini di arahkan ke selangkangan Tante Kirana. Kemudian Tante Kirana bergerak turun naik dengan cepat sambil mendesah-desah. Mulutnya terkadang menciumi dada, leher dan bibirku.

Ada beberapa menit Tante Kirana bergerak naik turun, sampai akhirnya dia mempercepat gerakannya dan mulai menjerit-jerit kecil dengan liarnya. Akupun kembali merasakan kenikmatan yang luar biasa. Tak lama kemudian…. Setelah itu Tante Kirana terkulai, merebahkan kepalanya di dadaku sambil memeluk pundakku. Sejak kejadian itu, aku mengalami syok.

Rasa takut dan bersalah mulai menghantui aku. Sulit membayangkan seandainya Ropik mengetahui kejadian itu. Perubahan besar mulai terjadi pada diriku, aku mulai sering menyendiri dan melamun.

Namun selain rasa takut dan bersalah, ada perasaan lain yang menghinggapi aku. Aku sering terbayang-bayang Tante Kirana dia telanjang bulat di depanku, terutama waktu malam hari, sehingga aku tiap malam susah tidur. Selain seperti ada dorongan keinginan untuk mengulangi lagi apa yang telah Tante Kirana lakukan padaku.

Perubahan pada diriku ternyata dirasakan juga oleh paman dan bibiku dan juga teman-temanku, termasuk Ropik. Tentu saja aku tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya. Situasi seperti itu berlangsung sampai seminggu lebih yang membuat kesehatanku mulai drop akibat tiap malam susah tidur, dan paginya tetap kupaksakan masuk sekolah. Akibat dari itu pula, akhirnya aku memilih mundur dari tim sepakbola sekolahku, karena kondisiku tidak memungkinkan lagi untuk mengikuti latihan-latihan berat.

Kira-kira seminggu setelah kejadian itu, aku berjalan sendirian di trotoar sepulang sekolah. Aku menuju halte yang jaraknya sekitar meter dari sekolahku. Saat asyik berjalan sambil menunduk, aku dikejutkan mobil yang tiba-tiba merapat dan berhenti agak di depanku. Lebih terkejut lagi saat tahu itu mobil itu mobil papanya Ropik. Setelah memperhatikan isi dalam mobil, jantungku berdesir. Tante Kirana yang mengendari mobil itu, dan sendirian.

Sementara aku hanya berdiri tanpa bereaksi apa-apa. Keburu ketahuan temen-temenmu, repot. Di dalam mobil aku hanya diam saja, meskipun aku bisa sedikit melihat Tante Kirana beberapa kali menengok padaku. Enggak tante. Saya lagi pengin sendirian saja. Tante nggak sekalian jemput Ropik? Setelah itu kami lebih banyak diam.

Tante Kirana mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah sampai di sebuah komplek pertokoan Tante Kirana melambatkan mobilnya sambil melihat-lihat mungkin mencari tempat parkir yang kosong. Setelah memarkirkan mobilnya, yang sepertinya mencari tempat yang agak jauh dari pusat pertokoan, Tante Kirana mengajak aku turun. Setelah turun, Tante Kirana langsung menyetop taksi yang kebetulan sedang melintas.

Terlihat dia bercakap-cakap dengan sopir taksi sebentar, kemudian langsung memanggilku supaya ikut naik taksi. Setelah masuk taksi,. Tante Kirana memberi isyarat padaku yang terbengong-bengong supaya diam, kemudian dia menyandarkan kepalanya pada jok taksi dan memejamkan matanya, entah kecapaian atau apa.

Kira-kira 20 menit kemudian taksi memasuki pelataran sebuah hotel di pinggiran kota. Ada kamar nganggur yang habis dipakai tamu kantor tante. Kemudian aku masuk ke hotel, aku memilih langsung mencari petunjuk yang ada di hotel itu daripada tanya ke resepsionis. Dan memang tidak sulit untuk mencari kamar dengan nomor seperti yang tertera di kunci. Singkat cerita aku sudah masuk ke kamar, namun hanya duduk-duduk saja di situ. Kira-kira 15 menit kemudian terdengar ketukan di pintu kamar, ternyata Tante Kirana.

Dia langsung masuk dan duduk di pinggir ranjang. Orang-orang dan keluargaku bisa tahu apa yang sudah terjadi.. Akhirnya Tante Kirana cerita panjang lebar tentang rumah tangganya. Tentang suaminya yang sibuk mengejar karir, sehingga hampir tiap hari pulang malam, dan jarang libur. Tentang kehidupan seksualnya sebagai akibat dari kesibukan suaminya, serta beratnya menahan hasrat biologisnya akibat dari semua itu.

Entah kenapa, tante nggak sanggup lagi menahan dorongan birahi waktu kamu ke rumah minggu kemarin. Terserah kamu mau menganggap tante kayak apa, yang penting kamu sudah tahu masalah tante. Aku hampiri Tante Kirana, aku elus-elus kepalanya. Hilang sudah perasaan sungkanku padanya. Tante Kirana kemudian memeluk pinggangku dan membenamkan kepalanya dalam pelukanku.

Setelah beberapa lama, aku duduk di samping Tante Kirana. Kuusap-usap dan sibakkan rambutnya. Kusap pipinya dari airmata yang masih mengalir. Pelahan kucium keningnya. Kemudian, entah siapa yang mulai tiba-tiba bibir kami sudah saling bertemu. Ternyata, kalau tidak sedang merasa sungkan atau takut, aku cukup lancar juga mengikuti naluri kelelakianku.

Cukup lama kami berciuman bibir, dan makin lama makin liar. Aku mulai mengusap punggung Tante Kirana yang masih memakai baju lengkap, dan kadang turun untuk meremas pantatnya. Tante Kirana pun melakukan hal yang sama padaku. Tante Kirana sepertinya kurang puas bercumbu dengan pakaian lengkap.

Tangannya mulai membuka kancing baju seragam SMU-ku, kemudian dilepasnya berikut kaos dalam ku. Kemudian dia melepaskan pelukanku dan berdiri. Pelan-pelan dia membuka pakain luarnya, sampai hanya memakai CD dan BH. Meskipun aku sudah melihat Tante Kirana telanjang, tapi pemandangan yang sekarang ada di depanku jauh membuat nafsuku bergejolak, meskipun masih tertutup CD dan BH. Aku langsung berdiri, kupeluk dan kudorong ke arah dinding, sampai kepala Tante Kirana membentur dinding, meski tidak begitu keras.

Aku semakin liar saja. Kupagut lagi bibir Tante Kirana, sambil tanganku meremas-remas buah dadanya yang masih memakai BH. Tante Kirana tidak mau kalah, bahkan tangannya sudah mulai melepaskan melorotkan celana luar dan dalamku. Kemudian, diteruskannya dengan menginjaknya agar bisa melorot sempurna. Aku bantu upaya Tante Kirana itu dengan mengangkat kakiku bergantian, sehingga akhirnya aku sudah telanjang bulat.

Setelah itu Tante Kirana membantuku membuka pengait BH-nya yang ada di belakang. Rupanya dia tahu aku kesulitan untuk membuka BH-nya. Sekarang aku leluasa meremas-remas kedua buah dada Tante Kirana yang cukup besar itu, sedang Tante Kirana mulai mengelus dan kadang mengocok penisku yang sudah sangat tegang.

Kemudian tante setengah menjambak Tante Kirana mendorong kepalaku di arahkan ke buah dadanya yang sebelah kiri. Kini puting susu itu sudah ada di dalam mulutku, kuisap-isap dan jilati mengikuti naluriku. Beberapa kali aku isap puting susu Tante Kirana bergantian, mengikuti sebelah mana yang dia maui. Setelah puas buah dadanya aku mainkan, Tante Kirana mendorong tubuhku pelan ke belakang.

Kemudian dia berputar, berjalan mundur sambil menarikku ke arah ranjang. Sampai di pinggir ranjang, Tante Kirana sengaja menjatuhkan dirinya sehingga sekarang dia telentang dengan aku menindih di atasnya, sementara kakinya dan kakiku masih menginjak lantai.

Setelah itu, dia berusaha melorotkan CD-nya, yang kemudian aku bantu sehingga Tante Kirana kini untuk kedua kalinya telanjang bulat di depanku. Usai melepas CD-nya aku masih berdiri memelototi pemandangan di depanku. Seks non penetrasi Jangan beranggapan seks koital, dengan melakukan penetrasi adalah segalanya.

Seks tanpa penetrasi bahkan kadang mendatangkan keintiman Ketika sang malam melengkapi perhiasan jubah langit dengan permata bintang-bintang, di lembah itu aku duduk sambil memandang tahta awan-gemawan yang Seperti sore-sore sebelumnya, duduk terpaku menatap mentari saat-saat akhir menjelang malam. Warna jingga yang menerawang jatuh ke pangkuan senja yang Hai para pembaca,saya akan menceritakan cerita yg benar terjadi.

Older posts.