Cerita dewasa tante sange - Video Terbaru Hari ini

Cerita dewasa tante sange - Video Terbaru Hari ini

Dengan temen sendiri di mobil seru sekali mainnya. Asoy Abis

389.112 views

Punya istri orang jepang asyik main tiap hari

381.090 views

Mahasiswi kedokteran, muka nerd tp seksi banget

306.982 views

Yang lagi viral, main di kost sendiri

316.331 views

Jilban pinter sepong di mobil pacar

322.572 views

Hentai terbaru, eksekusi temen sekolah baru kenal

309.678 views

Pijat plus-plus, dateng masa ga pake celana dalam

315.098 views

Ngintip kakak sendiri maen sama pacar ampe becek

364.226 views

Seru maen HP, Ga sadar di eksekusi temen sendiri

390.082 views

Dirayu pas pijat, terapis jilbab sepong dan crot di dalem

377.203 views

Mainkan Dan Menangkan Semua Taruhan Togel bersama GOTOGEL

LOGIN

DAFTAR

Mendapat pujianku air mukanya bersinar senang, ganti dia memujiku. Next video. Betul-betul suatu pemandangan yang merangsang sekali. More info Hot Terbaru Lalu tante juga bertanya apakah keadaan kostku bebas, maka kujawab iya. Sampai di daerah dada, dewass menjilat-jilat ujung dadaku, secara bergantian kanan dan kiri.


Hal itu bisa dimiliki oLeh Tante Silvi karena tante Silvi rajin senam aerobic, fitness, dan renang yang diikutinya secara rutin. Cerpen Hot Terbaru Sambil mengocok batang cerita dewasa tante sange dengan tangan kirinya, tangan kanan tanteku memegang payudaranya dan mengeluarkan bunyi-bunyi yang merangsang. Adanya ya di pasar besar. Penisku yang sudah tegang dimasukkan ke dalam liang kemaluan Tante Hollywood bokep yang sudah licin karena air vaginanya. Ternyata dia berjalan jalan dirumah tanpa sehelai benang cerita dewasa tante sange.


Masuklah aku ke dalam warung, lalu menutup warung dengan rangkaian papan-papan. Warung sudah tertutup, kini aku pulang lewat belakang saja. Saat aku dan Tante Cici berpapasan di jalan antara rak-rak dagangan, badanku menubruk tante, tanpa diduga handuk penutup yang ujung handuk dilepit di dadanya terlepas, dan Tante Cici terlihat hanya mengenakan celana dalam merah muda saja.

Tante Cici menjerit sambil secara reflek memelukku. Aku jongkok mengambil handuk tante yang jatuh, saat tanganku mengambil handuk, kini di depanku persis ada pemandangan yang sangat indah, celana dalam merah muda,. Kemudian aku cepat-cepat berdiri sambil membalut tubuh tante dengan handuk yang jatuh tadi. Tapi ketika aku mau melilitkan handuk tanpa kusadari burungku yang sudah bangun sejak tadi menyentuh tante. Gini tidak enaknya jadi janda, malu..

Waktu itu bentuk sarungku sudah berubah, agak kembung, rupanya tante juga memperhatikan. Aku tanpa sadar terus mendesah nikmat, tanpa aku tahu, Tante Cici sudah melepaskan lagi handuk yang kulilitkan tadi, itu aku tahu karena burungku ternyata sudah digosok-gosokan diantara buah dadanya yang tidak terlalu besar itu.

Kadang-kadang juga dia sedot habis buah salak yang dua itu.. Aku kaget, tiba-tiba tante menghentikan kegiatannya, dia pegangi burungku sambil berjalan ke meja dagangan yang agak ke sudut, Tante Cici naik sambil nungging di atas meja membelakangiku, sebongkah pantat terpampang jelas di depanku kini.

Tanpa basa-basi lagi aku tarik celana dalamnya selutut.. Aku jadi tidak percaya kalau Tante Cici sudah punya anak, aku langsung saja mejilat vaginanya, harum, dan ada lendir asin yang begitu banyak keluar dari vaginanya.

Aku lahap rakus vagina tante, aku mainkan lidahku di clitorisnya, sesekali aku masukkan lidahku ke lubang vaginanya. Kemudian Tante Cici membalikkan badannya telentang di atas meja dengan kedua paha ditekuk ke atas. Aku hampir tidak dengar komentar Tante Cici soal burungku, aku melihat pemandangan demikian menantang, vagina dengan sedikit rambut lembut, dibasahi cairan harum asin demikian terlihat mengkilat, aku langsung tancapkan burungku dibibir vaginanya.

Begitu juga aku.. Tanpa kusadari kemaluanku sudah membesar lagi dan kembali aku menghisap buah dadanya. Penisku yang sudah tegang dimasukkan ke dalam liang kemaluan Tante Cindy yang sudah licin karena air vaginanya. Perlahan-lahan batang kemaluanku amblas ke dalam lubang kemaluan tante, dan tante mulai menggoyang-goyangkan pantatnya. Aduh terasa nikmatnya, dan kembali kami berciuman dengan mesranya. Tante hanya tersenyum manis. Terasa penisku semakin mengembang di dalam vagina Tante Cindy, tante semakin mendesis.

Tidak lama kemudian tante menjerit histeris karena orgasme dan mengeluarkan air kemaluannya, penisku masih tegang rasanya. Kemudian aku semakin memperkuat tekanan batangku ke liang tante, sehingga tidak lama setelah itu aku memuncratkan air maniku di dalam vagina Tante Cindy bersamaan dengan keluarnya cairan tante untuk kedua kalinya.

Terasa tubuh ini menjadi lemas, kami tetap berpelukan dan berciuman. Setelah istirahat sebentar, kami mandi bersama saling menyabuni tubuh kami masing-masing, dan kami berjani untuk melakukannya lagi dilain waktu. Setelah peristiwa itu, setiap malam aku selalu terkenang akan vagina Tante Cindy, sehingga rasanya aku ingin tidur bersama Tante Cindy, tetapi bagaimana dengan Om Wahyu.

Rupanya nasib baik masih menemaniku, tiba-tiba saja Om Wahyu dipindahkan tugasnya ke Bandung, dan untuk sementara Tante Cindy tidak dapat ikut karena Om Wahyu tidurnya di mess.

Atas permintaan Tante Cindy, setiap malam aku menemaninya, aku harus sudah ada di rumah Tante Cindy jam 8 malam. Untuk tidur malam, aku disiapkan sebuah kamar kosong, tapi untuk kamuflase saja, sebab setelah pembantunya tidur aku pindah ke kamar Tante Cindy.

Tentunya Tante Cindy sudah siap menyambutku dengan pelukan mesranya, dan kami bercumbu sepanjang malam dengan nikmatnya dan mesranya. Kalau waktu pertama kali aku hanya menghisap kemaluannya, sekarang kami sudah saling menghisap atau gaya Lubang kemaluan Tante Cindy sudah puas kuciumi, bahkan sekarang bukan saja lubang vagina, tetapi juga lubang anus, rasanya nikmat menghisapi lubang-lubang tante. Penisku juga dihisap tante dengan ketatnya dan terasa ngilu ketika lubang kencingku dihisap Tante Cindy, tapi nikmat.

Setelah kami saling menghisap, akhirnya barulah kami saling memasukkan kemaluan kami, dan kali ini tante berada di atasku. Batang kemaluanku yang sudah tegang dan berdiri tegak dimasukkan ke kemaluan tante, aduh nikmatnya. Lalu aku menghisap buah dada tante sambil menggoyang-goyangkan pantatku. Kira-kira sepuluh menit, tante mengeluarkan air maninya sambil menjerit nikmat, namun aku belum mengeluarkan air maniku.

Lalu aku bertukar posisi, sekarang tante di bawah, aku yang di atas. Tapi karena sudah sangat terangsang, kuusap-usap bibir Vagina-nya sampai mengenai clitoris-nya, aku dekati payudaranya yang menantang itu sambil kujilati ujungnya, sesekali kuremas payudara yang satunya. Sehingga rupanya Tante Silvi juga tidak tahan menerima paksaan rangsangan-rangsangan yang kulakukan terhadapnya. Sehingga sesekali terdengar suara erangan dan desisan dari mulutnya yang Sexy.

Aku usap-usapkan kelaminku yang sudah sangat amat tegang di bibir Vagina-nya sebelah atas. Sehingga kemudian dengan terpaksa dia membimbing batang kemaluanku menuju lubang Vagina-nya. Pelan-pelan saya dorong kelaminku agar masuk semua. Lalu Tante Silvi mulai menyuruhku untuk memasukan kelaminku ke liang Vagina-nya lebih dalam dan pelan-pelan.

So wow Man… baru masuk kepalanya saja aku sudah tidak tahan, lalu Tante Silvi mulai menarik pantatku ke bawah, supaya batang kelaminku yang perkasa ini bisa masuk lebih dalam. Bagian dalam Vagina-nya sudah terasa agak licin dan basah, tapi masih agak seret, mungkin karena sudah lama tidak dipergunakan. Saat itu rasanya memang benar-benar luar biasa walaupun kelaminku agak sedikit terasa ngilu, tapi nikmatnya luar biasa.

Lalu terdengar suara erangan Tante Silvi. Lalu Tante Silvi mulai menyuruhku untuk menggerakkan kemaluanku di dalam Vagina-nya, yang membuatku semakin gila. Dia sendiri pun mengerang-ngerang dan mendesah tak karuan. Beberapa menit kami begitu hingga suatu saat, seperti ada sesuatu yang membuat liang Vagina-nya bertambah licin, dan makin lama Tante Silvi terlihat seperti sedang menahan sesuatu yang membuat dia berteriak dan mengerang dengan sejadi-jadinya karena tidak kuasa menahannya.

Lalu tiba-tiba kejantanan-ku terasa seperti disedot oleh liang senggama Tante Silvi. Tiba-tiba dinding-dinding Vagina-nya terasa seperti menjepit dengan kuat sekali, bisa-bisa kalau begini terus aku bisa ngecrott cepet nih,.

Saat itu juga makin basahlah di dalam Vagina Tante Silvi , tubuhnya mengejang kuat seperti kesetrum, ia benar-benar menggelinjang hebat, membuat gerakannya semakin tak karuan.

Dan akhirnya Tante Silvi terkulai lemas, tapi kelaminku masih tetap tertancap dengan mantap. Tangan kananku meremas payudaranya yang sebelah kanan, sambil sesekali kupilin-pilin ujungnya dan kuusap-usap dengan ujung jari telunjukku. Sedang payudara kirinya kuhisap sambil menyapu ujungnya dengan lidahku,.

Aku memintanya untuk berganti posisi dengan doggy style. Aku mencoba untuk menusukkan kelaminku ke dalam liang Vagina-nya, pelan tapi pasti. Kepala Tante Silvi agak menengok ke belakang dan matanya melihat mataku dengan sayu, sambil dia gigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit yang timbul. Sedikit demi sedikit aku coba untuk menekannya lebih dalam. Kelaminku terlihat sudah tertelan semuanya di dalam Vagina Tante Silvi , lalu aku mulai menggerakkan kelaminku perlahan-lahan sambil menggenggam buah pantatnya yang bulat.

Dengan gaya seperti ini, desahan dan erangannya lebih keras, tidak seperti gaya konvensional yang tadi. Aku terus menggerakkan pinggulku dengan tangan kananku yang kini meremas payudaranya, sedangkan tangan kiri kupergunakan untuk menarik rambutnya agar terlihat lebih merangsang dan Sexy,.

Beberapa menit berlalu, kemudian Tante Silvi merasa akan orgasme lagi sambil mengerang dengan sangat keras sehingga tubuhnya mengejang-ngejang dengan sangat hebat, dan tangannya mengenggam bantalan sofa dengan sangat erat. Beberapa detik kemudian bagian depan tubuhnya jatuh terkulai lemas menempel pada sofa itu.

Saat itu lututnya terus menyangga pantatnya agar tetap di atas, dan aku merasa kelaminku mulai berdenyut-denyut dan aku memberitahukan hal tersebut padanya, tapi dia tidak menjawab sepatah kata pun. Yang keluar dari mulutnya hanya desahan dan erangan kecil, sehingga aku tidak berhenti menggerakkan pinggulku terus. Aku merasakan tubuhku agak mengejang seperti ada sesuatu yang tertahan, sepertinya semua tulang-tulangku akan lepas dari tubuhku, tanganku menggenggam buah pantat Tante Silvi dengan erat, yang kemudian diikuti oleh keluarnya cairan maniku di dalam liang Vagina Tante Silvi.

Tubuhku terasa sangat lemas sekali. Setelah kami berdua merasa agak tenang, aku melepaskan kelaminku dari liang nikmat milik Tante Silvi.