Cerita dewasa kentot - Video Terbaru Hari ini

Cerita dewasa kentot - Video Terbaru Hari ini

Dengan temen sendiri di mobil seru sekali mainnya. Asoy Abis

389.112 views

Punya istri orang jepang asyik main tiap hari

381.090 views

Mahasiswi kedokteran, muka nerd tp seksi banget

306.982 views

Yang lagi viral, main di kost sendiri

316.331 views

Jilban pinter sepong di mobil pacar

322.572 views

Hentai terbaru, eksekusi temen sekolah baru kenal

309.678 views

Pijat plus-plus, dateng masa ga pake celana dalam

315.098 views

Ngintip kakak sendiri maen sama pacar ampe becek

364.226 views

Seru maen HP, Ga sadar di eksekusi temen sendiri

390.082 views

Dirayu pas pijat, terapis jilbab sepong dan crot di dalem

377.203 views

Mainkan Dan Menangkan Semua Taruhan Togel bersama GOTOGEL

LOGIN

DAFTAR

Akupun sudah hampir cerita dewasa kentot. Senin pagi ini ia harus menemui pak benny ketua jurusan fakultas hukum di kampusnya. Santipun mau tak mau mengikuti kemauannya. Cerita Seks Panas — Namaku Wiro, 27 tahun, kulit sawo matang. Saat pulang cerita dewasa kentot kulirik jam menunjukkan pukul Bulu di memeknya pun ia cukur dengan rapi berbentuk garis ke belahan memeknya. Mereka kembali ke lantai atas untuk bekerja, sedangkan aku langsung lepas bokep tempat parkir untuk berangkat mengerjai istri orang he.


Segera ku angkat 1 kakinya dan ku taruh di pundakku. Mas Rudi menatap bibirku yang bergerak-gerak cerita dewasa kentot perbincangan source. Don't have an account? Kita pulang ke kost-anku, Kamu tidur di kost-anku…. Namun rupanya dia tak berhenti juga malah meneruskan kecupannya here sebuah lumatan pada kelopak bibir atasku. Namun pun begitu tak pernah ada saat-saat cerits sedekat cerita dewasa kentot sekarang ini. Adegan di TV tampak semakin hot saja.


Ceritasex — Cerita Dewasa Bergambar Semenjak persetubuhan liarku dengan Indun di acara keberangkatan Ibunya, aktivitas seksual kami semakin intens dan menjadi. Dengan dalih mengantarkan makanan ke rumah Indun yang saat …. Ceritasex — Cerita Sex Selingkuh Sebenarnya ini ceritaku yang baru aja terjadi baru2 ini lebih tepatnya sih bulan Juni 08,Namaku Ariel yah sebut saja begitu, umurku 23 tahun dan saat ….

Ceritasex — kumpulan Cerita Dewasa ini merupakan kejadian nyata yang pernah kualami, Perkenalkan nama saya adalah feri,saya seorang pria dengan umur 21 thn.

Skip to content. Kita semua memanggilnya Ibu maklum sudah umur 40 tahun tapi belum … Read More. Ceritasex — kisah sex Selingkuh Ngentot Istri Orang Bakalan sangat seru dan menantang sekali untuk cerita ini karena siapa saja yang membaca pastinya dia akan ngaceng wakaka untuk itulah simak … Read More. Kulakukan itu karena aku dan … Read More. Kita pulang ke kost-anku, kamu tidur di kost-anku, biarlah mas tidur di sofa sedangkan kamu tidur di ranjang..

Aku tengah berpikir keras atas idenya ini. Kupikir idenya mas Rudi logis. Kami menuju parkiran. Dan Avanza silver miliknya mulai bergerak. Cerita Sex Dewasa Selama perjalanan Alya lebih banyak diam, mungkin perasaannya berkecamuk. Aku yang lebih aktif berbicara dan bertanya apa saja.

Termasuk mengenai kampusnya, juga tentang keadaan di Padang. Tak lupa pula aku bercerita mengenai kesedihan dan terpukulnya aku saat dia di jodohkan dan menikah 2 tahun yang lalu. Lebih kurang 1 jam kemudian kami sampai di kost-an aku. Letaknya terpisah dengan penghuni lainnya, sehingga mempunyai keprivacian yang tinggi dan bisa lebih leluasa. Meskipun pemilik kost-an ini tak pernah menyatakan perihal kebebasan ini namun aku masih menjaga agar tak dipandang sebagai orang yang seenaknya.

Alya telah selesai bebersih dan mencuci mukanya dikamar mandi yang ada dalam kamarku. Aku meminjamkannya kaos lengan panjang biru mudaku berikut celana training warna biru tua, karena Alya dapat kupastikan tak mempunyai pakaian ganti untuk tidur.

Aku menyadari Alya takkan mungkin tidur dengan pakaian yang dikenakannya saat kami pergi nonton tadi. Aku mulai duduk rebahan di sofa sambil mendengarkannya bercerita mengenai kuliahnya, hambatan-hambatan yang di alaminya saat di kampus.

Tak lupa Alya menceritakan putra pertamanya yang kini semakin nakal yang diasuh suami dan orangtuanya di Padang. Alya ke kamarlah, istirahat saja. Sepertinya kamu cape.. Alya berhenti, namun aku melangkah terus melewati dirinya, lalu setiba di pinggir ranjang ku ulurkan tangan untuk menjangkau sebuah bantal.

Aku kembali ke sofa. Alya tersenyum saat aku melewati dirinya melangkah menuju sofa. Selanjutnya akupun melangkah memasuki kamar dan menutupkan pintu kamar namun masih menyisakan sedikit celah. Terlihat masku ini membaringkan dirinya diatas sofa, seperti mencoba untuk memejamkan kelopak matanya yang mulai terasa berat. Akupun berbaring di atas ranjang, pikiranku menerawang, timbul rasa bersalah sekaligus kasian karena membiarkannya tidur di sofa itu.

Ada juga rasa kuatir saat itu. Mas Rudi kaget melihat sosok yang berada di pinggirnya. Namun akhirnya lega setelah menyadari sosok itu adalah diriku. Seperti tak yakin dia bangkit dari rebahannya. Mas Rudi menatapku lama seperti tak yakin akan ucapanku. Biarlah dia berpikir apasaja, yang jelas aku hanya kasian padanya dan faktanya memang demikian, bukan karena ada maksud lain yang tersirat. Mas Rudi tak bertanya lagi, dilangkahkannya kakinya menuju kamar dan membaringkan tubuhnya diatas ranjangnya ini pada sisi seberangnya, sisi yang tak menempel pada dinding kamar.

Aku ini perempuan yang punya anak dan suami lho. Lalu diapun berbaring pada sisi lain ranjang ini, disisi kiriku. Dia bergerak tidur memunggungi aku. Saat demikian kembali melintas di pikiranku saat-saat kami bersama dulu..

Mengenai perjalanan percintaan kami, hingga dia menikah, lalu kami bertemu kembali. Kemesraan masa-masa kami berpacaran kembali terbayang di benakku. Namun pun begitu tak pernah ada saat-saat yang sedekat seperti sekarang ini. Pikiran dan hatiku berperang riuh. Aku membulatkan tekad. Aku menggeser tubuhku mendekati Alya yang masih berbaring membelakangiku. Berusaha mencandainya, meniup-niup tengkuknya yang dihiasi bulu-bulu halus,. Aku beralih pada bagian yang tak tertutupi telapak tangannya, meniup kembali.

Alya bereaksi dan mengibaskan tangan kanannya, menemukan bahuku yang berada di belakangnya. Dia menolakkan bahuku dengan tangannya. Sepertinya Alya sedikit gusar namun aku tak hiraukan. Aku mengangkat sebelah kakiku dan mengarahkan pada betisnya, menggosokkan telapak kaki kananku pada betis sisi dalamnya. Wanita muda ini membalikkan tubuhnya.

Di ambilnya bantal pemisah yang berada diantara kami tadi, dan merubah posisi tidurnya sehingga kami kini berbaring berhadap-hadapan. Wajahnya kembali meramah. Akhirnya kami berbincang-bincang. Sempat diterangkannya mengenai ketaknyamanan dirinya terhadap suaminya, yang dinilainya amat protektif.

Mas Rudi menatap bibirku yang bergerak-gerak menanggapi perbincangan ini. Dalam kondisi saling bertatapan begitu, mas Rudi memajukan wajahnya lebih dekat, berusaha mengecup bibirku.

Aku memalingkan wajah dan menolakkan wajahnya dengan kedua telapak tanganku.. Mas Rudi meraih jemariku yang berada di wajahnya, dan menggenggamnya. Aku tak membiarkannya dan berusaha memberontak melepaskan tanganku seraya menggerakkan tubuhku lebih mundur lagi.

Walapun rasa sayangku tak pernah pudar, namun hal ini tak boleh kubiarkan. Aku adalah seorang ibu yang bersuami. Sepertinya keberuntungan tak memihakku. Ranjang di kamarnya ini tidaklah besar dan guling pun telah terusir ke lantai, sehingga gerakan mundur tubuhku terhenti karena punggungku telah menempel pada dinding kamar, karena aku memang berada disisi ranjang dekat dinding.

Mas Rudi makin mendekat, hingga akhirnya berhasil melabuhkan kecupannya di bibirku. Aku melotot seakan-akan marah sambil masih mendorong. Ini dosa lho! Aku menggumam dengan suara tak jelas menyuarakan kejengkelanku karena keberhasilannya mengecupku. Namun rupanya dia tak berhenti juga malah meneruskan kecupannya dengan sebuah lumatan pada kelopak bibir atasku. Aku tak mampu menghindar ataupun menolaknya lagi.

Cerita Sex Dewasa Telapak tangan kananku mencoba merayap, merabai bulatan membusung dada kirinya yang ranum. Sontak Alya merespon! Mengimbangiku kuluman bibirku seraya meraih kepalaku. Sekaligus gerakan ini mendorong tubuh wanita yang pernah menjadi kekasihku ini untuk rebah.

Telapak tangan kanan Alya turun ke arah pahaku saat tubuhnya terlentang. Lidah kami saling berbelit di kedalaman mulutnya yang basah. Tak kurasakan lagi percobaannya untuk menghindar ataupun menolakku lagi.. Telapak tangan kiriku mengelus bahunya sementara yang satunya kini mencoba menyelusup kedalam melalui bagian bawah kaosnya. Alya bereaksi berusaha menahan dan mendorong tubuhku dengan tangan kirinya. Aku bersikeras dan sedikit memaksa meneruskan gerakanku hingga berhasil meraih bukit dadanya yang masih terbalut.

Sambil mengulum lidahnya, tanganku berusaha menyibakkan kaosnya karena merasa kurang leluasa, dilanjutkan menyentuh langsung di permukaan kulit bulatan membusung dadanya yang masih terbungkus bahan lembut. Alya seakan tersedak…, napasnya seakan tercekat..

Aku mendorong kembali, membaringkan dia sehingga terlentang diatas sprey berdasar putih bercorak MU ini. Tanganku mendorong bahan tipis berwarna hitam yang menutupi bukit lembut dadanya ke atas.

Dia tak sedikitpun berusaha melarang dan sesekali hanya memegang dan meremas gelisah pergelangan tanganku. Pegangannya tak sekuat seperti sebelumnya. Alya lebih banyak diam sambil mendengus.. Sepertinya gairah birahi telah membakar tubuhnya. Bahkan saat aku berusaha menyingsatkan kaosnya untuk dilepaskan, dia menuruti malah seakan membantu prosesnya dengan mengangkat kedua lengannya.

Dibalikkannya tubuhnya membelakangiku agar aku dengan mudah melepas kait bh-nya. Aku taruh Bh-nya di ranjang itu juga. Sekilas sempat ku lihat ada bekas jahitan di perutnya saat ketelanjangan tubuhnya menghampiri tatapanku. Aku ciumi dan gigit sedikit bahu telanjangnya dari belakang. Terasa tubuhnya yang hangat berkeringat itu bergidik sesaat. Kembali aku putar tubuhnya dan telentangkan menghadapku,. Alya berkata lirih.

Kembali aku ciumi bukit membusung dada kanannya di selingi gigitan lembut. Kedua tangannya hanya terkulai diatas kasur dan sesekali menggenggam resah pergelangan tanganku. Alya hanya diam mulai memejamkan mata. Terdengar lirih suaranya seakan-akan terisak dengan bolamata berkaca-kaca.. Aku tak mau memikirkan hal itu dan melanjutkan. Remasan tanganku singgah bergantian pada bagian kiri dan kanan bukit dadanya yang membusung.

Tak ketinggalan pula ku rabai dan usap bahunya yang basah oleh keringat. Hanya gumam, dengus dan rintihan yang terdengar di dalam kamar di malam yang senyap ini. Aku tahu diapun telah sangat bergairah.. Saat berbaring menyamping disisi kanannya Alya, aku menggerakkan tangan kiriku kebawah menyusuri perut yang juga basah, terus makin ke bawah dan menemukan karet celana trainingnya.

Sementara itu tangan kananku meraih wajahnya, melabuhkan lumatan demi lumatan menggeluti bibir basahnya yang lembut. Alya mengimbangi lumatanku dengan tak kalah bergairahnya. Kami bergumul dengan panasnya, bergerak kesana kemari dengan gelisah, menimbulkan keringat yang memercik dari setiap pori-pori.

Posisi ini membuatku pegal dan akhirnya aku menyudahi ciuman kami. Setelah mendapatkan posisi yang nyaman, aku menggerakkan tangan kananku turun menyelinap ke balik trainingnya. Masih diluar segitiga carik tipis di pertemuan pahanya, merabai gundukan lunak diantara pertemuan paha tersebut. Lirih suaranya terdengar berucap dalam bahasa Minang, seraya bangkit lalu duduk.

Aku juga bangkit mengikuti tubuhnya. Kami berdampingan. Alya meraih dan memeluk pinggangku. Aku kaget dan menghentikan aktifitas serta memeluk pinggangnya. Aku tatap matanya dalam-dalam dan bertanya,. Dia diam tak bersuara. Aku tak menjawab, tetap menatap matanya dalam-dalam. Kembali aku lalu menciumi bibirnya dan merebahkan tubuhnya di kasur seraya berbaring di sisinya. Dan tangan kananku kembali membelai dadanya yang membusung. Tubuhnya menggeliat kegelian tanpa berusaha melarang ataupun menolak.

Sekilas terbersit di wajahnya sebuah kemuraman dengan bolamata yang berkaca-kaca. Alya hanya diam tak berusaha membalas ciumanku. Alya menhisap-hisap lidahku seraya menggerumas gemas rambut kepalaku dengan jemarinya. Aku ciumi pertemuan lengan dengan bahu kanannya. Alya mendengus dan membalikkan kepalanya kekiri dan kekanan, matanya terpejam menutup rapat, seperti memendam sesuatu yang tak ingin aku ketahui.

Tangan kananku yang kini telah turun kini kembali berada didalam celana training tersebut, menggusur celana tersebut hingga lutut, lalu bergerak merayap langsung masuk ke balik kain tipis penutup pertemuan pahanya.

Merasakan kebasahan hangat menyambut rabaan jari tengah tanganku. Kedua kakinya masih tertutup rapat,. Aku semakin bersemangat. Membuat dia mendesis kegelian.

Aku gosokkan terus jariku pada lepitan basah itu. Akupun menjilatinya dari bawah ke atas. Badannya bergetar dengan sangat hebat menerima perlakuanku.

Aku sendiri masih menjilati bagian luarnya saja. Tanpa lama, Akupun membuka belahan memeknya dengan 2 jariku, Itilnya sendiri terlihat di depan mataku. Tanpa lama, Langsung ku jilat dengan pelan. Ia sendiri mendesah nikmat sambil meremas kedua Toketnya yang besar.

Akupun tangsung mengarahkan kontolku ke lobang memeknya. Memeknya sendiri masih sangat sempit walau pun sudah basah. Akupun langsung menekan badanku dengan pelan agar kontolku bisa masuk semua. Kontolku pun akhirnya masuk semua. Ia merintih sakit dengan mata terpejam. Memeknya masih peret rasanya, Akupun mengoyangkan badanku dari pelan hingga cepat.

Ia sendiri mendesah nikmat ku buat. Ku sodok terus lobang memeknya dengan kontolku, Ia pun mendesah manja. Tangankupun tak tinggal diam, Ku remas kedua toketnya dengan sangat kencang sehingga ceplakan tanganku berbekas di daerah Toketnya. Ku plintir Pentil toketnya, Ia mendesah keenakan. Sambil mengenjot memeknya, Akupun langsung menghisap Toketnya, Kusedot hingga ia kegelian. Akupun tak berhenti menyodok memeknya dengan cepat karena ku tau ia ingin keluar.

Setelah itu akupun memberhentikan sodokanku. Badannya bergetar dengan sangat hebat, Kakinya menjepit badanku. Memeknya sendiri langsung mengeluarkan cairan seperti sedang pipis, Dan menyedot-nyedot kontolku. Dengan 1 gaya seperti ini, aku sendiri sudah cukup puas. Toketnya bisa terlihat di tambah mukanya yang sudah terangsang.

Memeknya sendiri terlihat sekali sedang ku sodok. Itilnya keluar dari belahan memeknya karena terkena gesekan dari kontolku. Aku sendiri sudah tak tahan lagi melihat hal ini. Toketnya sendiri bulat kencang, Akan tetapi masih mengikuti irama goyanganku naik turun.

Segera ku angkat 1 kakinya dan ku taruh di pundakku. Ta berselang lama, Akupun keluar, Spermaku pun ku keluarkan di atas perutnya. Lega banget sa, Gue udah lama gak ngentot. Eh ketemu lo ngentot enak banget sa. Soalnya gue mau rasain memek lo tu jepit kontol gue pas gue keluar di dalem. Waktu itu aku sedang bermain komputer, Tak berselang lama, Saudaraku bernama Lisa datang bermain di rumahku.

Umurku saat ini sudah 18 tahun namaku Ryan, Dan saudaraku ini seorang wanita berumur 19 tahun. Parasnya sudah tak usah di katakan lagi, Ia merupakan wanita yang paling cantik di tempat kuliahnya.