Cerita bokep cantik - Video Terbaru Hari ini

Cerita bokep cantik - Video Terbaru Hari ini

Dengan temen sendiri di mobil seru sekali mainnya. Asoy Abis

389.112 views

Punya istri orang jepang asyik main tiap hari

381.090 views

Mahasiswi kedokteran, muka nerd tp seksi banget

306.982 views

Yang lagi viral, main di kost sendiri

316.331 views

Jilban pinter sepong di mobil pacar

322.572 views

Hentai terbaru, eksekusi temen sekolah baru kenal

309.678 views

Pijat plus-plus, dateng masa ga pake celana dalam

315.098 views

Ngintip kakak sendiri maen sama pacar ampe becek

364.226 views

Seru maen HP, Ga sadar di eksekusi temen sendiri

390.082 views

Dirayu pas pijat, terapis jilbab sepong dan crot di dalem

377.203 views

Mainkan Dan Menangkan Semua Taruhan Togel bersama GOTOGEL

LOGIN

DAFTAR

Ya maklum lah, mahasiswa dengan nilai bebrapa cocok an, IP dari 1, 2, 3 juga telah sempat, yang 4 nya belum juga sich ehehehe. Karena merasa kasian lalu cerita bokep cantik pegang lengannya sambil aku bertanya apa yg dia rasakan. Aku lugu dan polos, mungkin ini kelemahan ku saat aku tidur dengan sopirku. Cerita sex ABG. Ibu sama Ayahku kemana.? Setelah beberapa lama memendam rasa ingin berhubungan dengan pacarku, akhirnya ketika libur sekolah kemarin aku meminta ijin kepada orang bokeo untuk berjalan-jalan cerita bokep cantik Surabaya bersama teman-temanku.


Cerita Dewasa WOW!! Sesaat aku ingin kesempatan yg tadi terulang. Anak ini. Aku pun sangat senang untuk melayaninya. Game computer bisa kubuat kapan pun.


Ya saya tidak dapat banyak berbuat terkecuali menenangkannya, waktu saya cobalah beranikan membelai rambutnya yang terurai dia cuma diam saja, lantas saya menyeka air matanya, dia terlihat kaget dengan perlakuanku ini, lantas digenggamnya tanganku.

Saya juga bingung ada apa, serta kami bertatapan mata lumayan lama hingga tak tahu siapa yang mulai bibir kami telah bersentuhan tidak tebal. Saya rasakan gerakan nafasnya yang masih tetap belum juga teratur karena dia menangis barusan. Tanganku juga yang semula di pipinya saat ini telah mendarat di pinggulnya sembari menelusuri lekuk badannya.

Kami melepas ciuman kami sesaat serta sama-sama bertatapan, dia melempar senyuman dengan matanya yang sayu, buat tiap-tiap orang seolah menginginkan mencumbunya, lantas saya memohon ijin untuk memegang buah dadanya yang lumayan itu, dia cuma mengangguk dengan senyuman. Kami teruskan lah perang bibir serta lidah kami sembari saya meremas buah dadanya yang waktu itu kenakan BH warna putih pink. Sialnya waktu saya nyaris mengangkat BH nya terdengar nada motor beberapa rekanku yang datang.

Kami juga terburu-buru mengatur diri. Namun tak tahu mengapa beberapa rekanku ini tahu kalau itu cuma bercandaan, ya saya sich terserah ingin dia panggil apa asal dapat menikmatinya badannya deh, hehehe.

Pada minggu ke 4, dia mendadak minta ijin pulang ke ketua ku karna ada masalah keluarga serta saya disuruhnya untuk mengantarkannya berjumpa dengan orang yang juga akan menjemputnya. Papah mamah mu?

Agak kaget namun tidak demikian kaget juga karna dia 3 hari terlebih dulu narasi ke saya jika dia balikan sekali lagi. Dia mengangguk sambil memeluk ku di jalan karna di jalan pedasaan ini sepi serta tidak sering kendaraan lewat, kadang-kadang dia mengecup leherku. Dia cuma cekikikan sembari memeluk makin erat. Anda lg dimana? Tut tut tut. Serta kamipun demikian hingga setibanya di posko KKN. Dia juga bergegas segera mandi serta saya juga masih tetap ngumpul nonton tivi bareng rekan-rekan yang beda.

Lusanya cuaca juga mendung, kita merencanakan ingin ke SD sekitaran tempat kami KKN untuk sosialisasi terkahir kalinya, saya bangun terlambat serta bisa jatah mandi paling paling akhir karna kamar mandi dirumah ini hanya 1, ada pula rekanku yang cepat-cepat telah umum mandi di tetangga samping posko KKN kami.

Serta tak tahu disengaja atau tidak, si felicia juga kesiangan dan baru mandi sesudah saya usai mandi. Ketika felicia mandi juga saya tidak pikirkan hal yang beda terkecuali bersiap untu acara sosialisasi ke SD.

Kami berdua ditinggal karna saat juga telah memberikan jam 9 pagi serta acara diawali jam 9. Sebentar saya serta felicia telah siap bergegas pergi, mendadak hujan juga turun lumayan deras, kami mengabari ketuaku datang terlambat. Pertamanya ketuaku meyuruh kami untuk menggunakan jas hujan, tetapi saya teringat jas hujan ku serta miliki felicia terikut di motor rekanku yang telah pergi. Aku belum berani mengartikan perubahan warna mukanya.

Apa ingin menyentuhku? Kali ini aku seperti disambar petir. Sungguh di luar dugaanku. Sekian detik aku berusaha mencerna maksud kalimatnya. Merekonstruksi kejadian telepon kemarin, kisah Davis, dan Ricky. Aku punya dugaan, tetapi aku belum yakin.

Tiba-tiba darahku berdesir. Aku tegang memikirkan kata-kataku selanjutnya untuk memancing apa maksud Ana. Ana terlalu berharga untuk sekedar di sentuh.. Kali ini aku menyelidiki matanya. Eyes never lies. Pupil matanya mengecil.

Ana menyimpan sesuatu. Dugaanku semakin kuat. Aku hampir melonjak kegirangan ketika menemukan kesimpulanku. Tp aku bukan pria yg gegabah. Aku masih membutuhkan tambahan informasi untuk dugaanku. Kurasakan k0ntolku ereksi. Entahlah, kalau otakku lagi menaikkan kinerjanya, seringkali k0ntolku ereksi.

Aku akan membuat Ana melayg. Menembus awan, terbang ke langit merasakan kebebasan. Bram mungkin akan jauh lebih berani dari Ricky.. Aku berharap pembaca mengerti. Dlm dugaan di pikiranku saat itu, cerita tentang si Ricky adalah rekayasa Ana. Aku sdh pada satu kesimpulan bahwa Ana menyukai dan menginginkanku. Dan Ana memancingku untuk mengetahui seberapa berani aku terhadapnya. Tetapi memang dugaanku ini menyisakan kemungkinan untuk salah.

Jika ternyata Ana jujur, maka aku sdh telanjur mengungkapkan hasratku. Aku setali tiga uang dgn Ricky. Menginginkan tubuh Ana. Aku mulai bisa merasakan hangat nafasnya.

Aku jadi takut melangkah. Seharusnya aku sdh menciumnya saat itu. Merengkuh tubuhnya dan menunjukkan caraku membawanya terbang melayg. Daripada dgn kata-kata, jauh lebih baik dgn perbuatan. Tp justru sikap Ana membuatku hati-hati. K0ntolku semakin tegang. Apa maksudmu, Ana? Dan aku memutuskan untuk tdk menciumnya. Aku berdiri dan duduk di sofa di sampingnya. Ini rumahku. Tentu aku tdk mau dipermalukan di rumahku sendiri.

Tampaknya aku kehilangan momen menentukan tadi. Tetapi aku menghargaimu, Ana. Aku bukan Ricky. Aku tdk akan menyentuh tubuhmu tanpa ijinmu. Tanpa kau sendiri yg menginginkannya untuk aku lakukan terhadapmu..

Sesaat aku ingin kesempatan yg tadi terulang. Mungkin aku betul-betul akan menciumnya kalau kesempatan itu ada lagi. Aku terkejut. Tdk ada alasan bagi Ana untuk berhak menamparku. Aku tdk bersalah. Sedetik kemudian aku sadar. Ini mungkin momen kedua. Tamparan tadi pasti ijin dari Ana agar aku menciumnya. Dan aku merengkuh tubuhnya. Menciumnya tepat di bibirnya. Ana menyambut ciumanku dgn dahsyat. Bibirnya bergerak lincah berpadu dgn lidahnya yg menari-nari mencumbuku.

Aku merasakan sensasi baru dlm bercumbu karena kehebatan Ana memainkan lidahnya. Lidahnya seperti punya nyawa sendiri. Bisa hidup dan bergerak sendiri. Aku tentu saja tdk mau kalah.

Kugunakan bibir dan lidahku pula untuk melayani permainannya. Benar-benar percumbuan yg panas. Tangannya mengacak-acak rambuntuku. Sedangkan aku terkonsentrasi pada bibirnya. Tanganku menahan lehernya agar tetap dekat dgnku. Ana menggelinjang hebat ketika aku mencium telinganya. Bahasa tubuh Ana ini khas sekali. Sangat penuh dgn sentakan. Seakan-akan seluruh tubuhnya berisi titik-titik peka yg mudah dirangsang. Bagian apa pun yg kusentuh dgn tanganku, membuatnya menggelinjang.

Gadis ini liar dan menggairahkanku. Aku tertawa penuh kemenangan dlm hati. Dugaanku ternyata benar. Untung aku tdk kehilangan momen keduaku ini. Tanganku menyelusup ke balik kaosnya. Meraba kait bra-nya yg 34C dan melepas bra-nya turun. Dgn lembut aku menempatkan telapak tanganku ke buah dadanya. Aku meletakkan putingnya tepat di tengah telapak tanganku dan mulai kuputar tanganku.

Sesekali aku menekan buah dadanya yg lembut. Memang lembut Ana.. Lidahku kini memasuki telinganya. Ana kegelian. Sontak kepalanya menunduk ke arah bahunya, menjepit wajahku. Refleks menahan geli.

Tangan kiriku dgn leluasa menjelajahi punggungnya yg ditumbuhi bulu-bulu sangat halus. Ana beberapa kali tersentak menahan rangsangan di punggungnya. Gadis ini mudah sekali dirangsang, pikirku. Bibir kami kembali beradu. Bercumbu dgn sebebas-bebasnya. Aku terkejut ketika tiba-tiba Ana melenguh cukup keras. Kuatir kalau adik atau pembantuku terbangun dari tidurnya. Dgn bersemangat aku menggendong tubuh Ana.

Sambil tetap bercumbu aku membawanya masuk ke kamarku. Membaringkan tubuh Ana ke spring bed, mengunci pintu, menyalakan AC dan memutar radio. Setdknya suara Ana tdk akan terdengar sampai keluar.

Begitu aku selesai memutar radio, kulihat Ana sdh melepas kaosnya dan celana dalamnya. Dia telanjang bulat di depanku. Sungguh tubuhnya sangat indah. Buah dadanya yg 34C terlihat begitu memukau. Bentuknya sangat seksi. Pas di tubuhnya yg langsing. Beberapa saat kami berhadap-hadapan. Aku menikmati memperhatikan tubuhnya yg utuh. Ana kemudian melompat ke arahku. Memelukku sambil tangannya bergerak cepat melepas kaos dan celanaku.

Sangat terampil dan cekatan. Dlm waktu singkat kami sama-sama telanjang bulat. Ana sungguh liar. Sambil sama-sama berdiri kami bercumbu lagi. Beberapa kali aku harus menahan keseimbangan agar tdk terjatuh. Ternyata sulit bercumbu dgn penuh semangat sambil berdiri tanpa sandaran. Perlahan aku menyandarkan tubuh Ana ke dinding kamarku. Eh, Ana tdk mau. Aku yg disandarkannya ke dinding kamarku. Dia menyerangku. Mencumbuku dgn semangat. Lidahnya mulai menyapu leherku, dan menggigitku kecil.

Kemudian turun ke dada, perut dan akhirnya menemukan k0ntolku yg sdh berdiri tegak. Tdk hanya mengoral. Tangannya jg aktif memijat k0ntolku dari batang k0ntol, menuju pangkal k0ntol. Memainkan testisku, kadang tangannya dgn nakal membuat guratan maya dari k0ntol ke anusku. Sangat menggairahkan. Oralnya dahsyat jg. Ana tanpa segan mengulum k0ntolku dan sepertinya dia berusaha menelan semua k0ntolku!

Kepala k0ntolku semakin membesar dgn warna kemerahan. Aku tahu, ini ereksi maksimalku. K0ntolku mencapai diameter terbesarnya. Sekitar 4. Ana makin bersemangat mengoralku.

Ia tidak menjawab, namun pejamkan matanya. Kupikir ini waktunya, lantas bebrapa perlahan kukecup bibirnya sembari lidahku menerobos berjumpa lidahnya. Susan juga lantas membalasnya sembari memelukku erat-erat. Tanganku tidak tinggal diam berupaya untuk meraba-raba buah dadanya, nyatanya agak besar juga, meskipun tidak sebesar punyanya bintang film porno. Susan menggeliat seperti cacing kepanasan, mendesah-desah nikmati rangsangan yang di terima pada buah dadanya.

Lalu saya berupaya buka satu persatu kancing pakaiannya, lantas kuremas-remas Dada Susan yang masih tetap terbungkus BRA itu.

Wah, nyatanya lumayan juga, masih tetap padat serta kencang, meskipun tidak demikian besar. Segera kusedot-sedot putingnya seperti anak bayi kehausan. Ia juga tidak ingin kalah, lantas melepas semuanya yang kukenakan. Untuk sebentar kami sama-sama berpandangan kagum pada keindahan semasing. Lantas ia menarik tanganku menuju ke kamarnya, namun saya melepas pegangannya lantas menggendongnya dgn ke-2 tanganku. Lalu Kusandarkan Susan perlahan diatas ranjangnya, lantas saya menindih badannya dari atas, untuk sebentar mulut kami sama-sama pagut memagut dgn mesranya sembari berpelukan erat.

Lantas mulutku mulai turun ke buah dadanya, kujilat-jilat dgn lembut, Susan mendesah-desah nikmat. Tidak lama saya bermain di dadanya, mulutku bebrapa perlahan mulai menjilati turun ke perutnya, Susan menggeliat kegelian. Geli-geli nikmat..! Segera saja kubuka paha lebar-lebar, tanpa ada menanti sekali lagi segera saja kujilat-jilat klitorisnya yang sebesar kacang kedele. Susan menggoyang-goyangkan pinggulnya dgn liar seolah-olah tidak ingin kalah dgn permainan lidahku ini.

Saya baru tahu nyatanya dia masih tetap perawan. Tanpa ada bebrapa sangsi sekali lagi segera kutusuk penisku dgn kuat, rasa-rasanya seperti ada suatu hal yang robek, mungkin saja itu perawannya, fikirku.

Saya juga diam sesaat, lantas kucium mulutnya untuk meredakan rasa sakitnya. Sebagian menit lalu ia terangsang sekali lagi, lantas tanpa ada menghabiskan waktu sekali lagi kutekan pantatku hingga batang kemaluanku masuk semua kedalam lubangnya. Kugoyangkan pinggulku bebrapa perlahan, lama kelamaan kulihat dia mulai terangsang sekali lagi. Lantas pergerakanku mulai kupercepat sembari menyedot-nyedot puting susunya. Kulihat Susan begitu nikmati sekali permainan ini.

Waktu paling akhir air maniku keluar, saya juga terasa lemas. Meskipun dalam kondisi lemas, tidak kucabut batang kemaluanku dari liangnya, tetapi menambah sekali lagi ke-2 pahanya sampai dgn terang saya bisa lihat bagaimana rudalku masuk kedalam sarangnya yang dikelilingi oleh bulu kemaluannya yang menggoda. Kubelai bulu-bulu itu sembari kadang-kadang menyentuh klitorisnya. Kemudian kami berdua keduanya sama lemas. Kami sama-sama berpelukan sepanjang kurang lebih satu jam sembari meraba-raba.

Mulai sejak waktu itu, kami jadi begitu lengket, setiap malam minggu senantiasa kami bertingkah seperti suami istri. Bukan sekedar di apartmentnya, terkadang saya datang ke tempat kerjanya serta mengerjakannya dengan di WC, sudah pasti sesudah kebanyakan orang telah pulang. Terkadang ia juga ke tempat kerjaku untuk minta jatahnya.